Safari ELSIMIL Saptosari: Menguatkan Peran TPK dalam Percepatan Penurunan Stunting Berbasis Data

Oleh: Purwadi, S.HI (PKB Kapanewon Saptosari)


SAPTOSARI | Tim Pendamping Keluarga (TPK) merupakan garda terdepan dalam upaya percepatan penurunan stunting di tingkat kalurahan. Kelompok ini dibentuk oleh pemerintah melalui Kemendukbangga/BKKBN dengan mandat utama mendampingi keluarga berisiko stunting secara langsung di lapangan.

Keberadaan TPK menjadi sangat penting karena mereka hadir paling dekat dengan masyarakat. Tidak hanya memberikan edukasi, TPK juga melakukan pemantauan kesehatan serta memfasilitasi akses layanan dasar yang dibutuhkan keluarga sasaran.

Secara kelembagaan, TPK terdiri dari tiga unsur utama, yaitu bidan, kader TP PKK, dan kader KB. Ketiga unsur ini bekerja secara kolaboratif dalam memberikan pendampingan kepada kelompok sasaran yang memiliki risiko stunting, meliputi: calon pengantin (catin), ibu hamil, ibu pascapersalinan (nifas), serta balita usia 0–59 bulan.

Pendampingan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kesiapan kesehatan reproduksi bagi catin, pemantauan gizi dan deteksi dini risiko kehamilan bagi ibu hamil, edukasi ASI eksklusif dan keluarga berencana bagi ibu nifas, hingga pemantauan tumbuh kembang anak pada balita.


Digitalisasi Pendampingan Melalui ELSIMIL

Dalam era digital saat ini, pelaksanaan pendampingan TPK tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi juga didukung oleh aplikasi ELSIMIL (Elektronik Siap Nikah dan Hamil). Aplikasi ini berfungsi sebagai alat skrining dan pencatatan pendampingan bagi calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, ibu pascapersalinan, serta baduta (anak bawah dua tahun).


Lebih dari sekadar aplikasi pelaporan, ELSIMIL menjadi instrumen penting dalam memastikan setiap proses pendampingan TPK terdokumentasi dengan baik, terukur, dan dapat dimonitor secara berkelanjutan. Dengan demikian, kualitas intervensi di lapangan dapat dievaluasi secara lebih objektif berbasis data.

Namun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan variasi tingkat keterisian data antar kader, sehingga diperlukan upaya penguatan kapasitas secara berkala agar pemanfaatan aplikasi ini benar-benar optimal.


Safari ELSIMIL sebagai Upaya Penguatan Kinerja

Dalam rangka meningkatkan performa kinerja TPK, Balai Penyuluhan KB Kapanewon Saptosari pada bulan April 2026 melaksanakan program Safari ELSIMIL. Kegiatan ini merupakan agenda pembinaan berkala yang bertujuan untuk melakukan monitoring dan evaluasi capaian pengisian ELSIMIL pada perangkat gawai (smartphone) masing-masing anggota TPK.

Koordinator PKB Balai KB Saptosari, Purwadi, S.HI, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sebagai bentuk penguatan komitmen kader dalam pencatatan dan pelaporan pendampingan.


“Safari ELSIMIL ini merupakan agenda berkala untuk memastikan bahwa seluruh hasil pendampingan TPK tercatat dengan baik dan terlaporkan melalui aplikasi ELSIMIL. Dengan demikian, data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi kader untuk melihat kembali konsistensi pelaksanaan tugas pendampingan, sekaligus mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam penginputan data di lapangan.


Pelaksanaan Kegiatan di Wilayah Saptosari

Kegiatan Safari ELSIMIL diawali di Kalurahan Planjan pada Selasa, 7 April 2026, yang dilaksanakan di kawasan Pantai Sepanjang dan diikuti oleh seluruh kader TPK. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, sekaligus menjadi ruang diskusi lapangan terkait praktik pendampingan yang telah dilakukan.

Selanjutnya pada Rabu, 8 April 2026, kegiatan dilanjutkan di Kalurahan Kanigoro yang bertempat di Balai Kalurahan. Pada kesempatan tersebut dilakukan pengecekan langsung capaian input ELSIMIL pada masing-masing smartphone kader, khususnya terkait pendampingan catin, ibu hamil, ibu pascapersalinan, dan baduta.

Memasuki pekan kedua, Safari ELSIMIL dilaksanakan di Kalurahan Monggol dan Kepek pada Rabu, 15 April 2026, dengan lokasi kegiatan di Padukuhan Dilatan dan RM Pak List Saptosari. Kegiatan kemudian berlanjut pada Jumat, 17 April 2026, di Kalurahan Karang Asem dan Kalurahan Jetis.

Rangkaian Safari ELSIMIL ditutup pada Selasa, 21 April 2026, di Kalurahan Ngloro yang bertempat di kediaman Ny. Yudaltinah, salah satu kader TPK dari unsur kader KB.


Temuan dan Pembelajaran Lapangan

Dari rangkaian kegiatan tersebut, ditemukan bahwa capaian input pendampingan ELSIMIL oleh TPK di setiap kalurahan masih bervariasi. Sebagian kader telah menunjukkan capaian yang baik dan konsisten, namun masih terdapat pula kader yang perlu meningkatkan kedisiplinan dalam pelaporan digital.


Perbedaan capaian ini menjadi catatan penting bahwa penguatan kapasitas teknis, pendampingan berkelanjutan, serta motivasi kader masih perlu terus ditingkatkan. Hal ini penting agar data ELSIMIL benar-benar menjadi cerminan nyata dari kerja pendampingan di lapangan, bukan sekadar administrasi pelaporan.
Penutup

Melalui kegiatan Safari ELSIMIL ini, diharapkan seluruh kader TPK semakin optimal dalam melakukan input dan pelaporan pendampingan. Ke depan, kegiatan monitoring dan evaluasi akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan kualitas data tetap terjaga dan sistem pelaporan berjalan stabil.

Lebih dari itu, penguatan TPK berbasis digital ini diharapkan mampu mendukung percepatan penurunan stunting secara lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan di wilayah Kapanewon Saptosari.(*)

0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine