Kado Manis HUT ke-75 IBI: Klinik Amanah Husada Sukses Jaring 15 Akseptor MKJP

Oleh: Dwi Purwantoko HS, A.Md. (PKB Kapanewon Paliyan)

PALIYAN | Ikatan Bidan Indonesia (IBI) telah resmi menginjak usia ke-75 tahun sejak pertama kali didirikan pada tahun 1951. Sebagai organisasi profesi yang menjadi garda terdepan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, momentum HUT IBI ke-75 pada tahun 2026 ini bukan sekadar perayaan seremonial belaka. Lebih dari itu, hari jadi ini menjadi pemantik semangat kolaborasi nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, salah satunya melalui optimalisasi program Keluarga Berencana (KB).

Menyelaraskan target besar yang diusung oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / Perwakilan BKKBN Daerah Istimewa Yogyakarta, Balai Penyuluhan KB Kapanewon Paliyan bergerak secara taktis. Fokus utama pergerakan kali ini adalah penguatan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), khususnya Intrauterine Device (IUD) dan implan. Di dunia medis, MKJP dikenal sebagai metode yang sangat efektif dan efisien untuk mengatur jarak kelahiran karena memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi serta jangka waktu perlindungan yang relatif lama.

Suasana hangat sekaligus mendebarkan menyelimuti Klinik Amanah Husada pada Jumat pagi, 15 Mei 2026. Sejak pukul 07.30 WIB, selasar klinik mulai dipenuhi oleh para calon akseptor yang datang dari berbagai penjuru wilayah. Guratan kecemasan dan mimik tegang tampak jelas pada wajah sebagian ibu yang sedang mengantre. Rasa takut terhadap jarum atau bayangan proses pemasangan alat kontrasepsi merupakan hal yang sangat manusiawi. Bahkan, beberapa peserta yang sebelumnya sudah pernah memasang implan atau IUD pun mengaku masih menyimpan rasa khawatir sebelum tindakan dilakukan.

Namun, ketegangan tersebut tidak berlangsung lama. Kehadiran tim tenaga medis yang tepercaya dan ramah, dikombinasikan dengan sesi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang interaktif sebelum pelayanan dimulai, berhasil mencairkan suasana pagi yang semula kaku. Penjelasan yang logis, santun, dan menenangkan dari para petugas membuat peserta merasa aman, diperhatikan, hingga akhirnya dapat tersenyum lega.

Tepat pukul 08.30 WIB, kegiatan bakti sosial (baksos) pelayanan KB ini resmi dimulai. Acara dibuka dengan doa bersama agar seluruh proses berjalan lancar dan aman. Demi kenyamanan serta efisiensi alur pelayanan, petugas membagi ruangan menjadi dua area strategis: pelayanan IUD ditempatkan di lantai satu, sedangkan pelayanan implan dilaksanakan di lantai dua. Pengaturan yang rapi ini membuat suasana tetap kondusif hingga akhir kegiatan. Hasilnya, sebanyak 15 akseptor berhasil dilayani dengan baik pada hari itu.

Keberhasilan baksos ini tentu tidak datang secara instan. Jauh hari sebelum kegiatan baksos dilaksanakan, para Penyuluh KB Kapanewon Paliyan telah melakukan “kerja senyap” yang luar biasa di lapangan. Mereka turun langsung memberikan KIE dan konseling personal secara persuasif dalam pertemuan kelompok kegiatan (Poktan) serta di posyandu-posyandu. Tidak hanya itu, informasi mengenai kegiatan baksos ini juga disebarluaskan secara masif melalui pertemuan kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dan kader KB, sehingga pesan penting tersebut dapat menjangkau hingga tingkat rukun tetangga.

Strategi pelayanan juga tidak hanya berpusat pada satu titik. Guna menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan jarak, pelayanan KB dalam rangka HUT IBI ini turut dilaksanakan serentak di tiga fasilitas kesehatan (faskes) mitra lainnya di wilayah Paliyan, yaitu Puskesmas Paliyan, dr. Kurnia, dan Praktik Mandiri Bidan (PMB) Kuntari.

Kerja keras kolektif dan sinergi lintas sektor ini membuahkan hasil yang sangat membanggakan. Dari target yang ditetapkan oleh Kemendukbangga / Perwakilan BKKBN DIY sebanyak 113 peserta KB baru untuk Kapanewon Paliyan, data per Jumat, 22 Mei 2026 mencatat capaian telah mencapai 94,69 persen. Sebuah angka yang menjadi bukti nyata bahwa kesadaran masyarakat Paliyan terhadap kesehatan reproduksi semakin meningkat.

Kolaborasi apik antara Balai Penyuluhan KB Paliyan, Klinik Amanah Husada, faskes mitra, serta para kader tangguh di lapangan membuktikan bahwa membangun ketahanan keluarga merupakan tanggung jawab bersama. Perencanaan keluarga bukanlah upaya untuk membatasi kebahagiaan, melainkan seni merancang masa depan yang penuh kepastian dan kesejahteraan.

“Keluarga yang terencana bukanlah tentang seberapa banyak jumlah anak, melainkan tentang seberapa besar kualitas kasih sayang, kesehatan, dan pendidikan yang mampu kita persiapkan untuk mereka. Sebab, dari rahim keluarga yang sehat dan terencana, akan lahir generasi bangsa yang tangguh, cerdas, dan siap menggenggam dunia.”

Selamat Hari Jadi ke-75 Ikatan Bidan Indonesia. Mari terus melangkah bersama demi senyum ibu dan masa depan anak cucu kita.(*)

0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine