Orientasi TPK Hebat Kapanewon Rongkop: Berilah Pujian kepada Ibu Balita, Apa Pun Status Pertumbuhan Anaknya

Oleh: Bagus Setiyawan Bayuaji & Nensi NA (PKB & Pembantu PKB Kap Rongkop)

RONGKOP | Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting telah menetapkan 5 (lima) kegiatan strategis Rencana Aksi Nasional dalam pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting, diantaranya:

1. penyediaan data keluarga berisiko stunting,
2. pendampingan keluarga berisiko stunting,
3. pendampingan semua calon pengantin,
4. pendampingan calon pasangan usia subur (PUS), serta
5. surveilans keluarga berisiko stunting.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan percepatan penurunan stunting melalui pendekatan keluarga. Berdasarkan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Nomor 12 tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting, dalam pelaksanaan percepatan penurunan stunting di tingkat desa/kelurahan dibutuhkan tim pendamping keluarga yang akan melakukan pendampingan keluarga yang berisiko stunting. Tim Pendamping Keluarga (TPK) merupakan sekelompok tenaga pendamping yang terdiri dari bidan, kader Tim Penggerak PKK, dan kader KB yang melaksanakan pendampingan kepada calon pengantin/calon PUS, keluarga yang memiliki ibu hamil, ibu pascapersalinan, dan anak usia dibawah 5 tahun (balita) yang meliputi penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, fasilitasi penerimaan program bantuan sosial serta surveilans untuk mendeteksi dini faktor risiko stunting.

Berdasarkan hal tersebut di atas, Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB) Kapanewon Rongkop mengadakan Orientasi TIM TPK HEBAT, yang dilaksanakan dari tanggal 22 April s.d 24 Mei 2024 bertempat di Banglipuran Rest Area dan BPKB Kapanewon Rongkop.

Narasumber secara bergantian baik secara zoom meeting dari BKKBN maupun dari Penyuluh KB Kapanewon Rongkop yaitu koordinator PKB, Kukuh Budi Prasetyo, SPsi, PKB Bagus Setiawan Bayuaji, SE, MM, serta Nensi Nur Astari, SPd selaku administrator.

Adapun materi yang disampaikan diantaranya adalah:

1. Penilaian status gizi pada bayi dan balita
2. Monitoring pemantauan pertumbuhan dengan memanfaatkan buku KIA
3. Pengukuran antropomentri sesuai standar
4. Koordinasi dan pengecekan pendampingan Elsimil pada masing masing tim
5. Persiapan kegiatan Verval KRS bulan Mei 2024
6. Konsultasi, simulasi dan praktik, kordinasi dan diskusi.

Adapun materi tentang gizi dapat disampaikan bahwa keadaan kesehatan anak yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik energi dan zat-zat gizi lain yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur secara antropometri dan dikategorikan berdasarkan standar baku WHONCHS dengan indeks BB/U, TB/U, dan BB/TB. Sedangkan penilaian status gizi adalah perbandingan keadaan gizi menurut hasil pengukuran terhadap standar yang sesuai dari individu atau kelompok tertentu, Adapun cara menilai status gizi adalah dengan pengukuran alat antropometri, sedangkan kategori status gizi adalah sbb: 1. Gizi Kurang, 2. Gizi Normal, dan 3. Gizi Lebih.

Untuk materi monitoring pemantauan pertumbuhan dengan memanfaatkan buku KIA disampaikan bahwa pengukuran antropometri sesuai standar merupakan bagian dari Kegiatan Pemantauan Pertumbuhan sebagai upaya deteksi dini masalah pertumbuhan Balita.

Pemantauan pertumbuhan bukan hanya sekedar menimbang BB mengukur PB atau TB dan mencatat tapi juga melakukan ploting KMS dan mengartikannya. Serta sampaikan kepada ibu kapan harus ke Puskesmas dan laporkan pada petugas Puskesmas segera jika terjadi masalah pada pertumbuhan/ perkembangan balita agar dapat diintervensi sedini mungkin, selalu berikan pujian bagi ibu apa pun keadaan status pertumbuhan anaknya. Pujian kader merupakan motivasi ibu untuk bersama memperbaiki status pertumbuhan Balitanya.

Untuk materi pengukuran antropomentri sesuai standar, dapat disampaikan bahwa kader atau tim TPK yang melaksanakan pengukuran harus membaca hasil pengukuran dengan posisi mata sejajar dengan garis jendela baca dan baca angka yang ditunjukkan oleh garis jendela baca. Membaca dari angka yang kecil ke arah angka yang lebih besar. Jangan dibulatkan ke angka 0 atau 5 dibelakang koma. Petugas pengukur menyebutkan angka hasil pengukuran dengan keras dan jelas kemudian disebutkan kembali oleh petugas pencatat. Jika benar maka petugas pengukur menyatakan benar.

Jika salah, maka petugas pengukur mengulangi kembali menyebutkan angka hasil pengukuran dengan keras dan jelas.

Kegiatan juga diwarnai dengan pengecekan hasil kegiatan Elsimil tim TPK per kalurahan dan singkronisasi hasil hasilnya, termasuk sharing best practice dari masing masing kalurahan dalam mendukung kegiatan percepatan penuntasan stunting, diskusi permasalahan, kendala dan berbagai kesulitan yang dihadapi beserta cara mengatasi segala permasalahan yang terjadi di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan persiapan kegiatan Verval KRS Tahun 2024 yang akan dilaksanakan pada bulan Mei 2024.(*)


0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine