Resmikan Kampung KB Ompak Saka, Jerukwudel, Panewu Anom: "Program Kampung KB Harus Bisa Tingkatkan Taraf Ekonomi Masyarakat dan Cegah Nikah Dini...!"

Oleh: Sabrur Rohim, SAg, MSI (koordinator PKB Girisubo)

GIRISUBO | Dalam rangka menginisiasi kegiatan Bangga Kencana di Jerukwudel, Girisubo, maka pada Selasa (26/09), jam 14.00 WIB sd selesai, dilaksanakan peresmian Kampung KB Ompak Saka di balai padukuhan Dompol, Jerukwudel. Ompak Saka sendiri akronim dari "Dompol kompak usahaning kesejahteraan". Dompol adalah salah satu pedukuhan di Jerukwudel, dan berdasarkan SK Lurah Jerukwudel no 29/2023 menjadi padukuhan sampel kampung KB di level Kalurahan Jerukwudel. 


Hadir dalam kegiatan tsb Panewu Anom Girisubo, Mugiyanto, SIP, MM beserta dua penyuluh KB, Sabrur Rohim, SAg dan Fitri Agustini, SE. Sedangkan dari pihak Pemerintah Kalurahan Jerukwudel, hadir Lurah, Carik, dan Kamituwa Jerukwudel. Selain pihak-pihak tsb, dari sektor di tingkat kalurahan hadir di acara itu Dukuh Dompol beserta segenap pengurus Pokja Kampung KB, pengurus poktan, pengurus RDK, ketua RT dan RW di lingkup Dompol, serta warga. Jumlah total peserta kegiatan tsb adalah 30 orang. 

Acara dipimpin oleh Kamituwa Jerukwudel, Parsiyati, SIP sebagai pembawa acara, yang mengajak peserta untuk membuka acara dengan doa bersama, yang dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars KB, didirijeni oleh PPKBD Jerukwudel, Ngatilah. 

Selanjutnya adalah sambutan oleh Lurah Jerukwudel, Fa Fajar Wijayanto. Dalam pengarahannya Fajar mengapresiasi kegiatan rapat perdana sekaligus peresmian Kampung KB Ompak Saka ini, dan mengucapkan terimakasih kepada semua undangan yang berkenan hadir. Lurah sangat berharap semua unsur di kampung KB, baik pengurus ataupun warga, bisa berperan aktif memajukan program Bangga Kencana di Jerukwudel. "Dompol ini sebagai sampel dan sebagai pusatnya, dan harapannya nanti semua padukuhan bisa maju dan berkembang; tidak hanya di satu padukuhan saja, tetapi di seluruh Jerukwudel," kata Fajar. 

Acara berlanjut presentasi oleh Ketua KKB Ompak Saka yang sekaligus Dukuh Dompol, Sarpanta. Dalam paparannya, Sarpanta mengemukakan data-data seputar potensi-potensi yang ada di Dompol, baik jumlah penduduk (jiwa, KK, jenis kelamin), sumber daya alam, pelbagai kelompok kegiatan, geografis, karakter masyarakat, serta permasalahan, tantangan, dan peluang yang ada.

Sementara itu, dalam sambutannya, Panewu Anom Mugiyanto, SIP, MM menekankan aspek peningkatan taraf ekonomi dan pencegahan nikah dini di kampung KB. Dalam hal ini, Mugiyanto mengajak pengurus KKB Ompak Saka untuk berperan aktif dalam memajukan UPPKA dan kampanye PUP (pendewasaan usia perkawinan) dengan melibatkan lintas sektor di kalurahan maupun kapanewon, dan tentu melalui pendampingan dan pembinaan oleh PKB dan Lurah beserta jajarannya.

Setelah menyampaikan sambutan pengarahan, Panewu Anom selanjutnya meresmikan Kampung KB Ompak Saka Jerukwudel, yang ditandai dengan penyerahan prasasti kepada Ketua KKB Ompak Saka, Sarpanta, dan penarikan kelambu pada papan nama yang disaksikan oleh segenap peserta yang hadir. Aplaus bergemuruh dari semua yang hadir. 

Acara berikutnya adalah penyampaian materi oleh penyuluh KB. Yang pertama, materi disampaikan oleh koordinator PKB Girisubo, Sabrur Rohim, SAg, MSI, yang memaparkan soal gambaran umum manajemen kegiatan di kampung KB. Sabrur menekankan bahwa Dompol, sebagai padukuhan sampel, harus menjadi teladan bagi padukuhan yang lain dalam capaian program Bangga Kencana. "Misalnya, untuk MKJP, harusnya Dompol ya harus bagus. Pernikahan dini, harusnya ya nihil, karena menjadi preseden bagi padukuhan-padukuhan yang lain. Kalau capaian programnya rendah, ya berarti tidak pas dengan gelarnya sebagai sampel kampung KB," tegas Sabrur. 

Materi terakhir disampaikan oleh penyuluh KB pembina Jerukwudel, Fitri Agustini. Di hadapan segenap peserta, Fitri lebih menekankan pentingnya R/R, recording & reporting, penulisan/dokumentasi dan pelaporan serta pengelolaan RDK. "Apa pun kegiatan kita, seberapa pun banyaknya, jika tidak didokumentasikan atau dilaporkan, ya menjadi tidak bermakna, bahkan tidak dianggap oleh pemerintah, dalam hal ini BKKBN. Maka saya minta kader yang bertugas dalam R/R agar selalu rutin merekam dan melaporkan kegiatan yang ada, melalui aplikasi yang sudah disediakan," ujar Fitri. 

Tentang RDK, Fitri mengatakan bahwa poktan RDK ini hal yang tidak bisa dipisahkan dari kampung KB. "Sebab, RDK merupakan kelompok kegiatan masyarakat yang melaksanakan kegiatan pengumpulan, verifikasi, analisis, penyajian serta pemanfaatan data kependudukan dan keluarga serta pembangunan di tingkat desa atau kelurahan, dan lebih khusus dalam program Bangga Kencana. Data ini sangat penting untuk memonitoring dan mengevaluasi hasil-hasil pembangunan Bangga Kencana di wilayah, juga menjadi acuan untuk rancangan program ke depannya," kata Fitri.(*)  















0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine