Persiapkan Bekal Kehidupan Berumahtangga bagi Remaja, Kalurahan Jerukwudel Gelar Pelatihan PUP dan KRR bagi Remaja Pranikah Se-Kalurahan

Koresponden: Sabrur Rohim, SAg, MSI

Pendamping Desa, Gunawan Aribowo, tengah menyampaikan materi kepada remaja Jerukwudel.

GIRISUBO | Dalam rangka menyiapkan wawasan, pengetahuan dan kesadaran positif menuju kehidupan berumahtangga, Pemerintah Kalurahan Jerukwudel mengadakan orientasi bagi remaja pra-nikah se-Kalurahan Jerukwudel, Girisubo. Kegiatan, "Pelatihan Peningkatan Wawasan Pendewasaan Usia Perkawinan dan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) bagi Remaja Pra-Nikah", ini berlangsung di aula Balai Kalurahan Jerukwudel pada Selasa (30/03) pagi. Peserta atau audiens-nya ada remaja usia 15-24 tahun se-Jerukwudel sebanyak 32 orang. Karena masih dalam suasana pandemi covid-19, pelaksanaan kegiatan ini tetap mengindahkan protokol kesehatan, yakni dengan tetap memakai masker.


Menyiapkan SDM Remaja

Carik Kalurahan Jerukwudel, Dian Prasetyo, mewakili Lurah Jerukwudel, di dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada segenap remaja se-kalurahan yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Dian berharap para peserta bisa menerima dan menyerap materi dengan baik dan maksimal, serta ke depannya bisa menyampaikan informasi atau pengetahuan yang diperoleh kepada remaja di wilayahnya masing-masing. Sebab para remaja peserta kegiatan ini mewakili 8 dusun se-Kalurahan Jerukwudel. Dian sangat mengharapkan, remaja bisa menjadi contoh, teladan, dan model bagi teman sebaya di dusun masing-masing dalam pendewasaan usia perkawinan.

Kamituwa Jerukwudel, Parsiyati, SIP, mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini  di antaranya adalah untuk beberapa hal berikut: 

(1) mengedukasi anak remaja untuk tidak melakukan pernikahan dini agar ke depan bisa terwujud keluarga yang berkualitas; 

(2) meningkatkan pemahaman bagi remaja agar memiliki perencanaan kehidupan berkeluarga; 

(3) meningkatkan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya PUP (pendewasaan usia perkawinan), hal mana di dalamnya ada upaya untuk pencegahan kehamilan risiko tinggi, serta usaha agar tumbuh kembang anak yang dilahirkan tidak mengalami stunting;

(4) menghindarkan remaja dari risiko terjangkitnya kanker mulut rahim, kanker leher rahim (serviks), khususnya pada remaja perempuan;

(5) dengan adanya pemahaman tentang PUP, diharapkan remaja bisa terhindar dari putus sekolah, terhindar dari praktik KDRT, serta terhindar dari perceraian;

(6) setelah remaja memperoleh wawasan dan pengetahuan dalam PUP dan KRR ini, diharapkan mereka bisa memberi edukasi kepada remaja sebaya di wailayahnya masing-masing ihwal pentingnya PUP dan KRR.

Dikatakan oleh Kamituwa Jerukwudel juga, bahwa kegiatan ini didanai dari Dana Desa dan sebagai perwujudan dari program yang telah dirancang dalam Musrenbangkal sebelumnya. "Ini juga sebagai wujud komitmen Kalurahan Jerukwudel untuk peduli pada peningkatan SDM warga masyarakat, khususnya remaja, sebelum memasuki kehidupan berkeluarga (berumahtangga). Goal pentingnya adalah untuk menyokong suksesnya program pencegahan stunting di Jerukwudel. Sebab, keadaan stunting sebenarnya adalah dampak atau akibat, yang berawal dari perencanaan keluarga. Perencanaan keluarga yang baik insya Allah akan berdampak positif menurunnya kasus stunting pada anak-anak yang akan dilahirkan. Nah, pelatihan kali ini bertujuan memberi bekal agar remaja bisa merencanakan keluarganya dengan baik," tegas Parsiyati.


3 Materi 

Kegiatan pelatihan ini terbagi menjadi tiga sesi. Sesi yang pertama diisi oleh Heni Nurhayati, SKep, yang menyampaikan materi tentang, "Konsep Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Heni pada sesi ini memaparkan tentang konsep kespro remaja baik menyangkut fungsi, komponen, dan prosesnya. Disampaikan oleh Heni seputar (1) definisi remaja; (2) ciri-ciri remaja; (3) perubahan fisik pada remaja, baik remaja laki-laki atau perempuan; (4) masalah-masalah pada remaja; (5) apa saja kegiatan remaja yang positif; (6) tips bagaimana merawat alat reproduksi; (7) wawasan moral tentang nilai baik dan buruk yang layak diketahui remaja; (8) bahaya pergaulan bebas; serta (9) persiapan yang mesti dimiliki remaja sebelum masuk ke pelaminan.   

Materi kedua disampaikan oleh Sabrur Rohim, SAg, MSI selaku penyuluh KB pembina wilayah Kalurahan Jerukwudel. Sabrur menyampaikan materi tentang, "Persiapan Kehidupan Berumahtangga bagi Remaja (PKBR)", yang menyingkap hal-ihwal apa saha yang mesti dimiliki remaja sebagai wawasan dan pengetahuan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Dalam paparannya Sabrur menyampaikan beberapa hal, di antaranya: (1) konsep rumah tangga (keluarga); (2) konsep remaja; (3) Triad KRR; (4) kesehatan reproduksi remaja (KRR); (5) pendewasaan usia perkawinan (PUP); serta konsep Peer Group (kelompok sebaya). Poin pentingnya, Sabrur mengajak remaja Jerukwudel agar menjadi contoh atau teladan bagi remaja sebaya di lingkungannya masing-masing untuk mendewasakan usia perkawinan, agar ke depannya bisa berperan dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, melahirkan generasi yang cerdas, generasi yang bisa bersaing di kompetisi nasional dan global. 

Materi ketiga disampaikan oleh pembina desa dalam program pencegahan stunting, Gunawan Aribowo, SIP. Gunawan membawakan materi, "Perlunya Pemahaman Pendewasaan Usia Perkawinan bagi Remaja Pranikah dalam rangka Pencegahan Stunting," yang poin pentingnya pada pengayaan wawasan kepada peserta (remaja) tentang PUP. Menurut Gunawan, pendewasaan usia perkawinan berperan penting dalam pencegahan stunting, karena stunting bukanlah terjadi begitu saja pada anak, akan tetapi sangat ditentukan oleh cara orangtua di dalam memberikan asah, asih, dan asuh kepada buah hatinya, bukan ketika anak itu lahir, tetapi bahkan sebelum terjadinya kehamilan. Dengan PUP ini, kata Gunawan, remaja diarahkan untuk mempersiapkan diri sejak dini secara fisik, akademis, sosial, mental, spiritual sebelum memasuki kehidupan berumahtangga.

Acara berakhir saat berkumandang azan zuhur, lalu ditutup dengan doa dan makan siang bersama. 

Dalam perbincangan santai antara PKB, pembina desa, dan Pemerintah Kalurahan Jerukwudel, dalam waktu dekat disepakati akan dibentuk poktan PIK Remaja di Kalurahan Jerukwudel. Tujuannya agar pembinaan kepada remaja pranikah di Jerukwudel bisa terpogram secara terarah dan berkelanjutan.(*) 

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine