Perjalanan Asyik ke Wilayah Binaan Terjauh dan di Perbatasan DIY-Jateng: Songbanyu...!

Kontributor: Sabrur Rohim, SAg, MSI (Pantai Sadeng)


GIRISUBO
| Asyik dan menegangkan...! Itulah kesan yang diperoleh para ibu PPKBD se-Girisubo (minus Songbanyu), PKB, dan pramusaji ketika melakukan perjalanan dari kantor kapanewon menuju Songbanyu, Girisubo. Kebetulan, bulan ini, Maret 2021, jadwal pertemuannya berlokasi di Songbanyu, karena yang mendapatkan giliran sebagai tuan rumah adalah koordinator PPKBD Kalurahan Songbanyu, Wahyuni. 

Perjalanan menuju Songbanyu menggunakan armada anakbus. Saat melewati Suling, Pucung, suasana sedikit tegang karena jalannya menanjak begitu tajam dan curam. Tetapi supir sudah lihai, sehingga situasi tetap aman terkendali, dan penumpang merasa asyik-asyik saja menikmati pemandangan indah Bengawan Solo purba di kawasan Pucung, Girisubo itu. Tidak lama kemudian armada anak bus melintasi jembatan kuning yang beberapa waktu lalu ambrol karena tanah longsor akibat hujan deras. Sejauh ini ternyata jembatan belum diperbaiki, tetapi pihak Pemerintah Kalurahan Songbanyu membuat jalan alternatif di sampingnya, sehingga para pengendara atau pengguna jalan tetap bisa melintasi baik dari atau ke Songbanyu. 

Kurang lebih jam 10-an WIB, perjalanan akhirnya sampai tujuan, yakni di rumah Ibu Wahyuni, Songbanyu, yang lokasinya dekat dengan balai kalurahan. Setelah rehat sejenak, acara pertemuan pun dimulai, dibawakan oleh salah satu PKB, Sabrur Rohim, SAg, MSI. Sabrur mengajak hadirin untuk membuka acara dengan berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing. 

Acara berlanjut ke sambutan oleh Koordinator PKB Girisubo, Hudoyo, SSos. Dalam sambutannya Hudoyo menyampaikan terimakasih kepada segenap PPKBD dan PKB, serta pramusaji yang telah hadir di acara tersebut. Terlebih, lanjut Hudoyo, disampaikan terimakasih kepada keluarga Riyono beserta istri, Wahyuni (PPKBD Songbanyu), yang telah memberi sambutan luar biasa dalam kapasitasnya sebagai tuan rumah untuk acara pertemuan tersebut. Hudoyo juga menyatakan bahwa pertemuan kali ini, selain sebagai ajang silaturahmi, forum arisan, forum koordinasi program, juga sekaligus sebagai pertemuan awal para supervisor kegiatan pendataan keluarga tahun 2021 (PK21). 

"Oleh karena itu, hari ini akan ada materi awal tentang pendataan keluarga dari Pak Sabrur, serta juga akan ada materi dari Kabid KB, Dra Dwi Iswantini tentang PK21 juga, yang sekarang sedang dalam perjalanan menuju Songbanyu," ungkap Pak Hud, sapaan akrabnya.

Seusai sambutan Hudoyo, acara berikutnya adalah materi PK21 yang disampaikan oleh Sabrur Rohim, MSI, PKB pembina wilayah Jerukwudel, Nglindur, dan Tileng. Sabrur memaparkan materi tentang petunjuk umum untuk kegiatan pendataan keluarga (PK21) yang akan diselenggarakan pada 1 April sd 31 Mei 2021. Struktur pelaksana kegiatan ini di tingkat kapanewon ada manajer pengelolaan dan menajer data (yang diampu oleh PKB dan pramusaji), sedangkan di tingkat kalurahan ada supervisor (diampu oleh para PPKBD), sedangkan di level dusun ada para kader pendata (yang diampu terutama oleh para Sub PPKBD). Ditekankan oleh Sabrur bahwa para PPKBD selaku supervisor bisa terus berkoordinasi dengan jajaran PKB dan pihak pemerintah kalurahan untuk persiapan awalnya, misalnya untuk menentukan kode kalurahan, kode dusun, kode RW, kode RT, serta hal-hal teknis di lini lapangan terbawah. Sebagai langkah awal juga, Sabrur menyarankan para supervisor untuk memerintahkan para kader pendatan untuk membuat listing/daftar/sket sasaran PK21 di wilayahnya masing-masing. Untuk ini, pertama-tama, kader pendata seyogianya meminta foto copy KK dari warga di wilayahnya.

Sekira jam 11-an WIB, Kabid KB, Dra Dwi Iswantini beserta rombongan dari DP3AKBPM dan D Gunungkidul datang. Perjalanan dari Wonosari, kata Bu Dwi, sapaan akrabnya, memakan waktu sekitar 1,5 jam dan penuh tantangan karena melewati jalur proyek JJLS, Suling (Pucung), serta jembatan ambrol (Songbanyu). Dalam materi sambutannya, Dwi mengapresiasi kegiatan pertemuan rutin PPKBD dan PKB Girisubo yang dibarengi dengan arisan dan dari rumah ke rumah. Apalagi untuk kali ini ke Songbanyu, yang sudah kondang wilayah pelosok dan medannya sulit, tetapi para kader dan PKB tetap sempatkan waktu untuk berkumpul.  

Dwi berharap kiranya kegiatan program Banggakencana di setiap bidangnya bisa berjalan dengan baik di Girisubo, baik itu kesertaan KB-nya, pendewasaan usia perkawinan, penyuluhan dan pendampingan lansia, pencegahan stunting, pengasuhan balita, pembinaan akseptor, dll. Pada point penting dan akhirnya, Dwi mengharapkan dukungan dan kerja keras ibu-ibu PPKBD semua, dalam kapasitasnya sebagai supervisor, untuk bersama-sama mensukseskan kegiatan pendataan keluarga tahun 2021 (PK21) di Girisubo. Hasil pendataan ini sangat penting, karena bisa menjadi ukuran untuk memetakan progres, permasalahan, yang ada di masing-masing wilayah baik itu terkait dengan kesertaan KB, stunting, kependudukan, serta ketahanan keluarga.

Menjelang salat Jumat, acara rehat sebentar untuk makan siang dan salat Jumat. Menu makan siang yang disajikan oleh tuan rumah sangat menarik dan maknyus, karena kebetulan suami Ibu Wahyuni, Riyono, adalah seorang chef di restoran dan hotel yang sudah berpengalaman belasan tahun. Seusai salat Jumat, ada materi lanjutan sebentar oleh Sabrur yang selesai kira-kira jam 2, yang kemudian ditutup dengan foto bersama.(*)  

        

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine