Dari Pertemuan Paguyuban Koordinator PKB, Plt Kepala DP3AKBPM dan D: "Ketahanan Keluarga Tak Kalah Pentingnya dari Soal Pengaturan Kelahiran"

Kontributor: Sabrur Rohim, SAg, MSI (Pantai Sadeng)


WONOSARI | BPKB Girisubo di bulan November ini ketiban sampur sebagai tuan rumah penyelenggaraan pertemuan rutin paguyuban koordinator PKB se-Kabupaten Gunungkidul, yang memang rutin digelar saban bulan sekali dengan lokasi secara bergilir sesuai dengan siapa (koordinator) yang mendapat arisan. Pada pertemuan sebelumnya, yang beruntung mendapatkan arisan adalah Hudoyo, SSos, koordinator PKB Girisubo, sehingga Girisubo menjadi tuan rumahnya. Namun, karena mempertimbangkan lokasi yang jauh jika dijangkau, maka dipindahkan lokasinya yang lebih mungkin dijangkau oleh semua peserta (koordinator PKB), yakni di Wonosari. 

Sebagai lokasinya adalah RM Omah Kayu, Wonosari, yang selain memiliki fasilitas ruang pertemuan yang ciamik dan unik juga menyediakan kuliner khas ingkung ayam. 

Hadir dalam acara tersebut jajaran PKB Girisubo beserta pramusaji, PKB dari segenap kapanewon se-Gunungkidul, serta Plt Kepala DP3AKBPM dan D Gunungkidul, Hery Sukaswadi, SH, MH beserta Kabid KB Dra Dwi Iswantini.


Progres Girisubo

Dalam sambutan awalnya sebagai sahibul hajat, Hudoyo, SSos menyampaikan terimakasih kepada Plt Kepala Dinas dan Kabid KB yang telah meluangkan waktu hadir dalam kegiatan tersebut, tidak lupa juga kepada segenap koordinator PKB dari semua kapanewon yang datang ke Omah Kayu sesuai jadwal yang disepakati, yakni lebih awal, mengingat padatnya acara yang hari itu harus dihadiri oleh Plt Kadis. Hudoyo secara pribadi dan kedinasan memohon maaf jika dalam memberi tanggapan, menyediakan fasilitasi dan sebagainya kurang berkenan di hati hadirin semuanya. Dipaparkan oleh Hudoyo juga beberapa progres yang sudah dicapai oleh BPKB Girisubo dalam program Banggakencana, misalnya tentang capaian kesertaan KB baru yang sudah lebih dari 30% (meski ini juga masih di bawah standar), serta rencana pemberangkatan calon akseptor MOW insya Allah besok Senin (23/11) di RSUP dr Sardjito, Yogyakarta.


Masih di bawah Target

Sementara itu, dalam kesempatan memberikan sambutan, Kabid KB Dra Dwi Iswantini menyampaikan secara obyektif pencapaian target kesertaan KB baru di Gunungkidul yang masih di bawah 50% per Oktober 2020. Ini, ujar Dwi, hendaknya menjadi koreksi dan pemikiran mendalam bagi kita semua untuk meningkatkan KIE kepada masyarakat dalam sisa waktu dua bulan ini, meskipun diakuinya sangat sulit. Dwi berharap bahwa di tahun 2021 mendatang kinerja PKB bisa terus ditingkatkan dalam penggerakan kepada masyarakat, sehingga bisa mencapai target-target yang akan ditetapkan kelak. Diakui juga oleh Dwi bahwa masih rendahnya capaian kita pada tahun ini, selain faktor targetnya yang relatif tinggi, juga tidak terlepas dari adanya pandemi covid-19 yang menyebabkan rendahnya angka kunjungan pasien (akseptor) ke fasilitas-fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pelayanan KB.


Pertemuan Perdana 

Kesempatan sambutan berikutnya diberikan kepada Plt Kepala Dinas, Hery Sukaswadi, SH, MH. Dalam kesempatan tersebut, Hery menggunakannya untuk pertama-tama mengenalkan diri kepada jajaran koordinator PKB. Hery sangat berterimakasih diudang hadir dalam acara tersebut, karena itu menjadi kesempatan untuk bertemu secara perdana dengan para koordinator PKB sejak ditunjuk oleh Bupati menjadi Plt Kepala Dinas per 1 November 2020 silam menggantikan posisi Sujoko, SSos, MSi yang memasuki masa purnatugas. 

Dikatakan oleh Hery bahwa sebelum ditunjuk sebagai Plt Kepala Dinas adalah staf ahli Bupati Gunungkidul bidang hukum, politik, dan pemerintahan. "Saya dulu juga pernah bekerja di kapanewon dan lumayan lama, misalnya pernah di Purwosari bersama dengan Pak Suroto," kata Hery yang setiap hari nglaju dari Bantul ke Wonosari sembari menelunjuk ke Suroto, SSos, MM, salah satu koordinator PKB yang juga hadir pada hari ini.


Ketahanan Keluarga

Meski statusnya sebagai Plt Kepala Dinas, namun demikian Hery berkomitmen untuk melanjutkan dengan sebaik-baiknya apa yang sekian lama ini sudah dicanangkan oleh Sujoko, SSos, MSi sebagai kepala dinas yang lama. Hery, misalnya, berjanji siap mengadvokasi sektor-sektor terkait baik di provinsi atau kabupaten terkait dengan pelayanan KB MKJP, khususnya MOW dan MOP, agar bisa dilaksanakan di wilayah Gunungkidul saja. Selain itu, menanggapi usulan dari salah satu koordinator PKB (Drs Edy Pranoto), Hery juga berjanji untuk mengadvokasi Perwakilan BKKBN DIY terkait dengan kejelasan nasib para pramusaji yang selama dua tahun terakhir ini keberadaannya sangat membantu tugas-tugas PKB di lapangan (kapanewon).

Hery juga menyoroti ihwal dinamika program Banggakencana, yang menurutnya bahwa kesadaran keluarga dalam hal pengaturan jarak kelahiran ataupun besaran keluarga secara umum sudah sangat bagus. Dengan adanya edukasi secara terus-menerus baik oleh PKB ataupun kader, masyarakat kian sadar pentingnya mengatur jarak kelahiran antar anak serta membatasi anak hanya dua saja, sesuai dengan semboyan "dua anak lebih sehat".

"Saya justru memandang," lanjut Hery, "bahwa isu atau permasalahan yang krusian dan membutuhkan perhatian serius adalah ketahanan keluarga. Kalau kita cermati, ketahanan keluarga di masyarakat tampaknya memprihatinkan. Ini bisa kita lihat misalnya masih relatif tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak, serta bunuh diri di Gunungkidul."

"Ini harusnya juga menjadi konsern kita semua, dan karena itu saya mengajak teman-teman penyuluh untuk juga menyelipkan tema-tema ketahanan keluarga dalam KIE-nya kepada kader ataupun warga masyarakat. Apalagi sekarang platform-nya kita kan tidak hanya menggarap KB, tetapi juga kependudukan dan pembangunan keluarga, yang di dalamnya tentu mengharuskan upaya-upaya secara sinergis dan serius untuk menguatkan ketahanan keluarga," pungkas Hery.(*)          

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine