Prof M Rizal M Damanik, PhD: "Lawan Corona dengan CORONA!"



Koresponden: Drs Edy Pranoto, PKB Playen

Wonosari | Sebuah kegiatan penting telah berlangsung di ruang mBangun Desa, DP3AKBPM dan D Gunungkidul baru-baru ini. Acaranya yaitu, Sosialisasi Pencegahan Penularan Covid 19 Berbasis Keluarga, diselenggarakan atas kerjasama yang baik antara Pusdiklat KKB BKKBN dengan DPRD Kabupaten Gunungkidul dan Dinas PPPAKBPM dan D Pemerintah Daerah Gunungkidul. Acara ini berlangsung pada hari Jumat (29/05) mulai pukul 13.00-16.00 WIB dalam rangka peringatan Hari Jadi Gunungkidul ke-189.

Acara ini dilaksanakan tidak saja secara langsung melalui tatap muka fisik, tetapi juga tatap muka secara virtual melalui aplikasi Zoom. Sehingga, meskipun dalam ruang fisik mBangun Desa hanya sekitar 20-an orang, tetapi secara keseluruhan pesertanya sekitar 200 orang baik dari Gunungkidul sendiri maupun luar Gunungkidul (karena undangan virtualnya juga disebar secara luas) yang terkoneksi melaui aplikasi android Zoom. Untuk Gunungkidul sendiri, selain lintas sektor seperti Kemenag, Dandim, Polres, Dinkes, juga ada unsur camat se-Gunungkidul, kepala desa se-Gunungkidul, serta koordnator PKB seluruh Gunungkidul (18 kecamatan).


8 Fungsi Keluarga
Dalam kata sambutannya, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, mengatakan bahwa kegiatan ini memang sengaja diselenggarakan dalam rangka memperingati ulang tahun ke-189 Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan ini sangat penting untuk mengedukasi masyarakat tentang Covid-19, bagaimana penularannya, serta bagaimana pencegahannya dengan berbasis keluarga.

Endah memaparkan tentang pengertian Covid-19 dengan rumus 5W+H. Pertama, What, bahwa kita harus tahu apa itu Covid-19; kedua, Why, kita harus tahu kenapa virus tersebut bisa muncul; ketiga,Where, di mana awal kali munculnya virus ini; keempat, When, kapan awal mula kemunculan virus ini; kelima, Who, siapa atau apa saja yang bisa menularkan virus ini kepada orang lain, dan How, bagaimana cara penularan virus ini antar manusia. Wawasan seperti ini harus disosialisasikan kepada masyarakat, dan khususnya pada setiap keluarga berkewajiban menyampaikannya kepada seluruh anggota keluarganya.

Endah juga kemudian menjelaskan bagaimana keluarga bisa menjadi basis atau wahana untuk mencegah penyebaran Covid-19. Caranya, menurut anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan ini, adalah dengan memaksimalkan penerapan 8 fungsi keluarga. Ke 8 fungsi keluarga itu yakni:

1. Fungsi Agama
Kita semua dalam keluarga sebagai makhluk yang beriman kepada Allah, Tuhan Yang Mahakuasa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang bertuhan. Oleh karena itu, di dalam mengahadapi adanya wabah ini kita harus banyak berikhtiar serta memperbanyak berdoa serta berserah diri kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

2. Fungsi Sosial Budaya
Kita adalah makhluk sosial dan berbudaya, sehingga penting ditekankan kepada semua anggota harus selalu membudayakan perilaku diri dan di dalam lingkungan keluarga secara bersih dan sehat; masing-masing harus memiliki kepedulian terhadap diri sendiri kepada sesama anggota keluarga yang lain.

Keluarga harus melakukan social distancing, yaitu jauhi kerumunan, aktivitas kerja, belajar, ibadah di rumah saja, olahraga di rumah, pastikan ada sirkulasi udara di dalam rumah sehingga terhindar dari ruangan lembab.

3. Fungsi Cinta Kasih
Keluarga mempunyai fungsi yang sangat luhur yaitu fungsi cinta kasih sesama keluarga antara bapak, ibu, anak, dan saudara yang ada dalam keluarga. Keluarga sebagai wadah bersemainya kehidupan yang penuh cinta kasih lahir batin, sehingga semua anggota keluarga harus saling menjaga diri dari penyebaran virus, saling menguatkan menghadapi musibah, saling mengiangatkan untuk menjaga kebersihan.

Jika ada anggota keluarga yang dicurigai atau positif terpapar virus corona ini, maka harus dikedepankan sikap empati, memperhatikan, tetap menolong dan ikut tanggung jawab, berusaha tetap tenang, dan jangan lupa menjaga imun tubuh tetap kuat.

4. Fungsi Perlindungan.
Keluarga harus mampu sebagai pelindung. Apabila keluarga bisa sebagai tempat perlindungan yang baik, maka keluarga itu bisa sebagai tempat berlindung yang aman dan nyaman bagi anggotanya. Oleh karena itu dalam rangka untuk mencegah terjadinya penularan virus corona ini, setiap anggota keluarga harus selalu meningkatkan pengetahuan tentang Covid-19. Keluarga juga harus menjaga kebersihan rumah dan seisinya, menyediakan makanan yang bergizi dan seimbang.

Semua anggota keluarga harus menghindari aktivitas di luar rumah, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun di depan rumah, sehingga setelah bepergian sebelum masuk rumah kondisi tangan harus bersih. Dengan demikian setiap anggota keluarga apabila saling mengingatkan satu sama lain dan mentaati aturan dan himbauan dalam rangka pencegahan Covid-19 ini, maka kemudian anggota keluarga akan merasa aman.

5. Fungsi Reproduksi
Dalam rangka pencegahan Covid-19 marilah kita semua menjaga kesehatan terutama kepada keluarga yang rentan seperti ibu hamil, bayi, balita dan lansia. Ini adalah orang-orang yang sangat penting yang perlu kita lindungi, agar nyawa mereka terselamatkan. Untuk itu kita harus meningkatkan daya tahan anggota keluarga kita khususnya yang rentan tadi, dengan memberikan nutrisi yang cukup, gizi yang cukup, makanan yang cukup.

Keluarga juga tetap beraktivitas fisik dan olah raga, tetapi seperlunya saja. Selain itu, semua keluarga juga melakukan pumping dengan bersih, steril, dan aman.

6. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
Dalam hal ini, orangtua untuk bisa memberikan pelajaran yang terbaik untuk anggota keluarga dan untuk anak-anaknya. Mereka mutsi mengecek anak kalau batuk cara menutup mulutnya sudah benar atau belum, kemudian kalau perlu memakai masker, cara memakainya sudah baik atau belum, sudah benar atau belum. Harus diterangkan juga kepada anggota keluarga tentang Covid-19 secara sederhana, utuh, dan menyeluruh.

Keluarga perlu diajarkan cuci tangan yang benar, membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.

7. Fungsi Ekonomi
Dalam situasi seperti ini tentu kita harus bisa melakukan hidup hemat, membeli barang/jasa sesuai kebutuhan. Penting juga merintis usaha dari rumiah, sebagai wujud kesiapsiagaan menghadapi situasi sulit.

8. Fungsi Lingkungan
Di kala kita ada wabah virus corona ini, tentu kita tidak mudah mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya berkumpul bersama-sama bergotong royong, akan tetapi kita masih bisa melakukan kegiatan-kegiatan membersihkan lingkungan, seperti contohnya membersihkan lingkungan tanpa harus secara gotong royong serentak, tetapi masing-masing, dengan tetap menjaga jarak satu sama lain, kemudian kita ciptakan lingkungan kita yang bersih.

One Day Full KB
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala DP3AKBPM dan D Gunungkidul, Sujoko, SSos, MSi menyampaikan terimakasih pada semua pihak terutama BKKBN, Bupati Gunungkidul, serta DPRD Gunungkidul sehingga acara video conference melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh lebih dari ratusan peserta baik dari unsur PKB, Kepala Desa, Camat, dinas-instansi terkait, Kodim dan Polres, berlangsung sesuai rencana, lancar tidak ada halangan apa pun.

Disampaikan oleh Sujoko, bahwa meski dalam suasana pandemi Covid-19, program Banggakencana di Gunungkidul tetap berjalan baik dan sesuai yang diharapkan. “Kegiatan hari ini sangat penting, karena bisa menjadi wahana KIE kepada masyarakat tentang pengertian yang sebenarnya soal Covid-19, bagaimana penyebarannya, siapa yang berisiko, bagaimana pencegahannya, dan seterusnya, dan khusus dalam konteks program Banggakencana, bagaimana siasat dan strategi untuk tetap mensukseskan program di tengah suasana pandemi seperti sekarang,” ungkap Sujoko.

Sujoko juga mengakui, bahwa di masa pandemi Covid-19 ini potensi drop out sangat tinggi. Selain itu, tingkat keterlayanan masyarakat juga berkurang akibat adanya anjuran social distancing. Oleh karena itu, kata Sujoko, sebagai antisipasi terjadi drop out serta mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki, maka telah dilakukan pencadangan alat kontrasepsi pil dan kondom di rumah akseptor, dan untuk keperluan ini akseptor bisa berhubungan langsung dengan kader atau PKB. Sedangkan untuk meningkatkan capaian peserta KB baru, tambah Sujoko, telah direncanakan akan dilaksanakan pelayanan KB pada akspetor secara penuh pada tanggal 27 Juni 2020 dalam format acara One Day Full KB di 144 desa yang ada di Gunungkidul. “Dengan acara ini, kami berharap bisa mendongkrak peserta KB baru secara signifikan,” kata Sujoko.

Lawan Corona dengan “CORONA”
Sementara itu, dalam sambutan pembukaan, Prof drh Muhammad Rizal Maratua Damanik, MrepSc, PhD, selaku Deputi Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Pusat menyampaikan bahwa Covid-19 merupakan pandemi yang disebabkan oleh virus corona.

Sebagai makluk mikro ciptaan Allah, kata Rizal, virus ini hadir ke dunia sebagai ujian bagi manusia yang harus disikapi dengan arif serta waspada. “Mengingat corona merupakan salah satu jenis virus yang tak bisa dimusnahkan, maka kita perlu mengkondisikan diri hidup baru suasana normal berdampingan dengan virus tersebut. Dalam situasi new normal, setidaknya akan menghadirkan budaya baru dalam kehidupan ini, seperti kebiasaan menggunakan masker , kebiasaan mencuci tangan dengan sabun, serta kebiasaan virtual meeting dalam bekerja, bersekolah sebagai hal yang normal dalam kehidupan yang baru,” ujarnya.

Selanjutnya Rizal menambahkan bahwa virus corona ini mampu bermutasi dari hewan sejenis kelelawar ke manusia dan menyebar dengan cepat meluas melalui mobilitas dan interaksi antar manusia yang cukup intens. Virus corona ini pun mampu beradaptasi dengan lingkungan sehingga dapat menyebar baik di daerah tropis, maupun di daerah dingin seperti di daratan Eropa.

Rizal juga menyampaikan bahwa virus corona ini belum ada obatnya, sampai saat ini berbagai negara sedang berlomba-lomba mengejar waktu untuk segera menemukan vaksin virus corona ini. Oleh karena itu salah satu cara yang terbaik untuk melawan virus corona ini hanya dengan jalan melakukan pencegahan jangan sampai terkena Covid-19 ini. Secara rinci Rizal menawarkan tips bagaimana mencegah Virus Corona, yakni dengan CORONA itu sendiri. Akan tetapi, CORONA itu akronim yang memiliki makna sebagai berikut:

C = ceria, maksudnya kita harus selalu dalam kondisi ceria, gembira, tidak murung atau sedih. Dalam kondisi demikian diharapkan memberikan efek peningkatan pada daya imun pada tubuh seseorang terhadap virus yang ada di sekitarnya. Hati yang gembira, bahagia, senang, merupakan keadaan mental yang akan memperkuat daya tahan seseorang menghadapi penyakit.

O = olahraga, maksudnya kita hendaknya membiasakan diri untuk berolah raga setiap hari secara rutin dan teratur minimal selama 20 sampai 30 menit. Dengan menggerakkan badan, itu diharapkaan akan memberikan efek kebugaran pada jasmani dan rohani seseoarang sehingga akan meningkatkan kamampuan untuk menangkal virus yang datang.

R = resik (bahasa Jawa), yang berarti bersih. Artinya hendaknya kita selalu membiasakan diri untuk hidup dalam suasana bersih baik pada tubuh, pakaian, lingkungan rumah serta kebiasaan berbuat bersih lainnya. Hanya dengan hidup bersih ini diharapkan virus yang menempel pada anggota badan serta tempat lainnya akan segera dikurangi atau bahkan dimusnahkan.

O = ogah junkfood, artinya nggak mau mengkonsumsi jenis makanan yang tinggi kandungan gula, lemak, garam, dan minyak yang memberikan efek tubuh mengidam secara otomatis, sehingga tubuh merasa ingin untuk makan dan makan lagi. Kelebihan junkfood berkaitan dengan kolesterol tinggi, obesitas, hipertensi serta penyakit jantung tentunya.

N = ngaso (bahasa Jawa), artinya banyak istirahat). Artinya manusia butuh untuk beristirahat yang cukup, rileks dengan keluarga. Istirahat ini akan memberikan kebugaran pada tubuh serta menyegarkan kembali pada pikiran serta hati dari tekanan hidup yang semakin hari semakin berat permasalahannya. Istirahat yang cukup akan mampu meningkatkan daya tahan seseorang dari serangan virus.

A = antioksidan, yaitu molekul yang mampu mencegah proses oksidasi yaitu proses kimia yang menghasilkan radikal bebas, sehingga memicu reaksi berantai yang dapat merusak sel. Vitamin C yang terdapat pada buah-buahan dapat mengakhiri reaksi radikal bebas ini. Jadi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dianjurkan supaya kita membiasakan untuk makan buah buahan serta sayur-sayuran.

Selanjutnya beliau sampaikan rasa terimakasih atas terselenggaranya acara ini. Melalui Zoom Meeting beliau bisa bertemu dengan banyak pihak dalam waktu yang bersamaan dengan semangat bersama melawan covid-19.

Acara pun dilanjutkan pemaparan materi oleh widyaiswara utama BKKBN Pusat, Dr Abidinsyah Siregar, Mkes. Pemaparan tentang Covid-19, definisinya, ciri dan gejalanya, modus penyebarannya, siapa saja yang berisiko terpapar, akan ditampilkan di postingan narasi lain di laman ini.(*)
0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine