Pembinaan BKR di Wareng, PKB Sampaikan "10 Faktor Kesuksesan"

Selasa (07/1) di Balai Dusun Wareng, Kepek diselenggarakan pembinaan Bina Keluarga Remaja yang dihadiri oleh anggota BKR Rukun, Kepala Dukuh Padukuhan Wareng, dan PKB Kecamatan Saptosari. Acara tersebut dibuka oleh Suyanto selaku Kepala Dukuh Padukuhan Wareng yang menghimbau agar para orangtua mampu mendampingi anak-anak remaja yang sekarang ini disebut remaja milenial, semua ada dalam genggaman melalui gadget atau smartphone. Dalam smartphone tersebut banyak sekali sumber berita, atau informasi yang dapat memberikan dampak positif dan negatif. Usahakan orangtua selalu tahu kegiatan anak-anak remajanya, jangan sampai remaja sekarang ini terjerumus masalah-masalah yang dapat menimbulkan hancurnya masa depan anak. 

"Contoh tindakan negatif yang dapat menjerumuskan dan menghancurkan masa depan anak adalah salah satunya NAPZA, pergaulan bebas (seks bebas) dan masih banyk lagi, tidak perlu saya jelaskan lebih banyak dampak negatifnya dari jaman milenial sekarang, mungkin para orangtua sudah paham akan hal tersebut," pungkasnya.

Acara dilanjutkan oleh Ahmad Harwanto, SSos selaku pembina wilayah yang menjelaskan tentang sepuluh (10) kunci kesuksesan. Hasil penelitian dari Thomas J Stanley, PhD menunjukkan bahwa dari 1000 faktor yang berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang, IQ hanya diurutan ke 21, bersekolah di sekolah favorite di urutan ke-23 dan lulus dengan nilai terbaik/ hampir terbaik cuma faktor sukses di urutan ke-30. Kemudian 10 faktor pertama yang berpengaruh terhadap kesuksesan adalah sebagai berikut:

1. Jujur
2. Disiplin
3. Pandai bergaul ( Good interpersonal skill)
4. Dukungan dari pasangan hidup
5. Bekerja lebih keras dari yang lain
6. Mencintai apa yang dikerjakan
7. Kepemimpinan yang baik dan kuat (good and strong leadership)
8. Semangat dan berkepribadian kompetitif
9. Pengelolaan kehidupan yang baik (good life management)
10. Kemampuan menjual gagasan dan produk (ability to sell idea or product)

Ternyata kejujuran menjadi modal utama seseorang untuk meraih kesuksesan. Bahkan ketika membaca kisah-kisah spiritual seperti manaqib Syekh Abdul Qadir Jaelani, ada pesan menarik di situ bahwa kejujuran yang dipesan oleh ibunda beliau, yang beliau pegang terus sampai pada suatu saat beliau dirampok dengan jujur beliau memberitahu letak uang dan jumlahnya. Kemudian perampok tersebut menjadi pengikutnya di kemudian hari.

Acara tersebut ditutup dengan diskusi bersama.(*)

[Ahmad Harwanto, SSos dan Ervina Budiati, PKB dan Pramusaji Saptosari]
0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine