Satyagatra On Air: Menguatkan Kesiapan Pernikahan Melalui Konsultasi dan Konseling Pra Nikah

Oleh: Retno Setiyowati (PKB Kapanewon Tanjungsari)

WONOSARI | Kamis, 2/4, Satyagatra hadir secara on air di Radio Si Bangga Dhaksinarga. Pada kesempatan tersebut, konselor Satyagatra Sri Tanjung Kapanewon Tanjungsari, Retno Setiyowati, bersama konselor Purwadi, SHI,  dari Satyagatra Selalu di Hati, membahas berbagai kasus yang masuk dalam layanan Satyagatra, khususnya terkait konsultasi dan konseling pra nikah.


Definisi Satyagatra

Satyagatra merupakan wadah berbasis institusi yang memberikan layanan konsultasi, KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), konseling, bimbingan, serta fasilitasi bagi keluarga. Satyagatra pada awalnya disebut PPKS (Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera) yang dibentuk oleh BKKBN di seluruh wilayah Indonesia sejak tahun 2012 dalam upaya penguatan ketahanan keluarga.

Untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul, saat ini Satyagatra telah tersedia di 18 kapanewon dan berlokasi di Balai Penyuluhan KB.


Jenis Layanan di PPKS/Satyagatra

Kemendukbangga/BKKBN mengembangkan delapan materi layanan konsultasi, konseling, bimbingan, dan pembinaan di Satyagatra, yaitu:

  1. Pelayanan data dan informasi kependudukan dan KB
  2. Konsultasi dan konseling keluarga balita dan anak
  3. Konsultasi dan konseling keluarga remaja
  4. Konsultasi dan konseling pra nikah
  5. Konsultasi dan konseling KB dan kesehatan reproduksi
  6. Konsultasi dan konseling keluarga harmonis
  7. Konsultasi dan konseling keluarga lansia
  8. Pembinaan pemberdayaan ekonomi keluarga


Hadir di Swara Dhaksinarga 

Dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan keluarga dan mempersiapkan generasi yang tangguh, program Satyagatra On Air sudah sekian lama hadir di Radio Swara Dhaksinarga, 89.9 FM, sebagai ruang edukasi dan berbagi informasi bagi masyarakat. Pada kesempatan kali ini, PKB Kapanewon Tanjungsari, Retno Setiyowati dan PKB Saptosari, Purwadi, SHI, hadir sebagai narsum untuk membahas berbagai kasus yang masuk ke layanan Satyagatra terkait konsultasi dan konseling pra nikah. Sebagai hostnya adalah Abie.

Melalui siaran yang berlangsung interaktif pada Kamis, 2 April 2026, Retno menyampaikan bahwa konseling pra nikah memiliki peran penting dalam membantu calon pasangan memahami kesiapan diri sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Beragam permasalahan yang dikonsultasikan menunjukkan bahwa masih banyak calon pengantin yang membutuhkan pendampingan serta informasi yang tepat.

Beberapa kasus yang sering ditemui antara lain terkait kesiapan mental dan emosional pasangan, perbedaan pola asuh yang dibawa dari keluarga masing-masing, komunikasi yang belum terbangun dengan baik, hingga perencanaan kehidupan keluarga setelah menikah. Selain itu, terdapat pula konsultasi mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, serta pemahaman hak dan kewajiban suami istri dalam membangun keluarga yang harmonis.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Purwadi menekankan bahwa pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua individu, tetapi juga menyatukan nilai, harapan, dan komitmen untuk menjalani kehidupan bersama. Oleh karena itu, konseling pra nikah menjadi sarana penting untuk mengidentifikasi potensi permasalahan sejak dini sekaligus menemukan solusi yang dapat disepakati bersama oleh pasangan.

Melalui layanan Satyagatra, masyarakat diberikan kesempatan untuk berkonsultasi secara terbuka serta mendapatkan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Pendekatan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada penguatan kapasitas individu dan pasangan agar lebih siap menghadapi dinamika kehidupan keluarga.


Bukan Semata Administratif 

Lebih lanjut, Retno menjelaskan bahwa konseling pra nikah tidak hanya berfokus pada persiapan administrasi menuju pernikahan, tetapi juga menjadi ruang bagi calon pengantin untuk memahami kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi sebelum membangun rumah tangga. Banyak pasangan yang datang berkonsultasi karena menghadapi berbagai persoalan yang berpotensi menimbulkan konflik apabila tidak diselesaikan sejak dini.

Salah satu kasus yang cukup sering ditemui adalah perbedaan pandangan mengenai perencanaan kehidupan setelah menikah. Dalam beberapa kasus, ditemukan pasangan yang belum memiliki kesepakatan terkait tempat tinggal, pekerjaan, maupun pengelolaan keuangan keluarga. Ada calon suami yang menginginkan istrinya tetap bekerja setelah menikah, sementara pihak perempuan berencana fokus mengurus rumah tangga. Perbedaan ekspektasi tersebut menjadi bahan diskusi dalam sesi konseling agar kedua belah pihak dapat menemukan titik temu melalui komunikasi yang sehat.

Menurut Purwadi, kasus lain yang banyak muncul adalah terkait kesiapan ekonomi. Beberapa calon pengantin mengaku merasa tertekan oleh tuntutan biaya pernikahan yang cukup besar, sementara kondisi keuangan belum sepenuhnya siap. Melalui konseling, pasangan diberikan pemahaman bahwa keberhasilan rumah tangga tidak ditentukan oleh kemewahan pesta pernikahan, melainkan oleh kemampuan mengelola keuangan, menyusun prioritas, dan membangun komitmen bersama.

Selain itu, terdapat pula konsultasi mengenai hubungan dengan keluarga besar. Tidak sedikit pasangan yang mengalami kebingungan dalam menghadapi perbedaan budaya, kebiasaan, maupun pola komunikasi antar keluarga. Dalam beberapa kasus, campur tangan keluarga terhadap keputusan pasangan menjadi sumber kekhawatiran menjelang pernikahan. Melalui pendampingan, pasangan diajak membangun batasan yang sehat serta meningkatkan kemampuan komunikasi agar hubungan dengan keluarga tetap harmonis tanpa mengurangi kemandirian dalam berumah tangga.


Kespro dan Psikologi 

Purwadi menambahkan, bahwa topik kesehatan reproduksi juga menjadi salah satu pembahasan penting dalam layanan konseling pra nikah. Beberapa calon pengantin masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan sebelum menikah. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Retno memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi calon pengantin, serta upaya pencegahan stunting sejak masa pra-konsepsi. Menurutnya, persiapan menjadi orang tua dimulai jauh sebelum kehamilan terjadi.

Tidak kalah penting, konseling juga membahas kesiapan psikologis calon pasangan. Beberapa peserta mengungkapkan rasa cemas menghadapi kehidupan setelah menikah, ketakutan terhadap konflik rumah tangga, hingga trauma dari pengalaman keluarga di masa lalu. Melalui pendekatan konseling yang humanis dan komunikatif, pasangan diberikan ruang untuk menyampaikan kekhawatiran sekaligus memperoleh strategi dalam membangun hubungan yang saling menghargai, terbuka, dan penuh dukungan.

Dalam sesi closing statemen, baik Retno ataupun Purwadi sepakat bahwa setiap pasangan memiliki tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, layanan Satyagatra hadir untuk membantu masyarakat menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Konseling pra nikah bukanlah tanda adanya masalah, melainkan bentuk kesiapan dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang kuat dan berkualitas.

Demikianlah, melalui program Satyagatra On Air, masyarakat diajak untuk lebih memahami pentingnya persiapan pernikahan secara menyeluruh. Dengan bekal pengetahuan, keterampilan komunikasi, kesiapan kesehatan, serta perencanaan kehidupan keluarga yang matang, diharapkan setiap pasangan mampu mewujudkan keluarga yang harmonis, sejahtera, dan berketahanan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen PKB dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat. Dengan semakin banyaknya calon pengantin yang memanfaatkan layanan konseling pra nikah, diharapkan angka konflik rumah tangga dapat ditekan, serta kualitas keluarga di wilayah Gunungkidul umumnya, dan khususnya Kapanewon Tanjungsari dan Kapanewon Saptosari, semakin meningkat dari waktu ke waktu.

Pernikahan merupakan janji suci dua individu kepada Tuhan untuk beribadah, salah satunya melalui upaya melanjutkan keturunan yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan persiapan yang matang dari berbagai aspek, termasuk upaya agar anak-anak yang dilahirkan tidak berisiko mengalami stunting.(*)

0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine