Lintas Sektor Kapanewon Tepus Komitmen Lanjutkan Program GENTING

Oleh: Hudoyo, SSos (PKB Kapanewon Tepus)

TEPUS | Rabu, 22 April 2026 bertempat di Aula Kapanewon Tepus, Balai Penyuluhan Keluarga Berencana (BPKB) Kapanewon Tepus menyelenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Peningkatan Kapasitas Pencegahan Stunting bagi Tenaga Lini Lapangan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Panewu Tepus, Panewu Anom Tepus selaku Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kapanewon, ahli gizi Puskesmas Tepus I, Ketua TPPS Kalurahan, Kamituwa, TP PKK, IMP, dan TPK. Rakor ini difokuskan pada upaya keberlanjutan program percepatan pencegahan dan penurunan stunting di Kapanewon Tepus, dan berlangsung dengan lancar sesuai target yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Panewu Tepus, Irwan Tri Wibowo, SSos, MM, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya koordinasi lintas sektoral ini. Menurut beliau, program pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama, sehingga upaya membangun koordinasi dan sinergi lintas sektor menjadi hal yang sangat penting untuk dilaksanakan.

Lebih lanjut, Panewu Tepus mengharapkan agar pelaksanaan program pencegahan stunting dapat tepat sasaran. Untuk itu, pelaksanaan program harus didukung oleh data yang mutakhir (update) dan akurat. Selain itu, dengan mempertimbangkan perkembangan kebijakan pemerintah terkait penganggaran program di masyarakat, di mana pada sektor tertentu pendanaan cenderung terbatas, Panewu Tepus menegaskan bahwa Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang berbasis gotong royong masyarakat dapat menjadi salah satu solusi yang efektif.

Rakor ini juga membahas materi terkait upaya pencegahan dan penanganan stunting yang disampaikan oleh dua narasumber, yaitu Penyuluh KB Kapanewon Tepus dan Petugas Gizi Puskesmas Tepus I.

Materi pertama disampaikan oleh Hudoyo, SSos, PKB Kapanewon Tepus. Dalam paparannya, disampaikan bahwa program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kapanewon Tepus mengacu pada data Keluarga Risiko Stunting (KRS) tahun 2025 yang telah melalui proses verifikasi dan validasi data. Jumlah keluarga sasaran KRS tercatat sebanyak 4.499 keluarga. Dari jumlah tersebut, 305 keluarga termasuk dalam kategori berisiko stunting, sedangkan 4.194 keluarga lainnya tidak berisiko.

Pada tahun sebelumnya (2025), Kapanewon Tepus telah berhasil menggalang Orang Tua Asuh dari berbagai unsur, baik perorangan, kelompok, lembaga, maupun pihak lain yang peduli terhadap pencegahan stunting, sebanyak 56 orang tua asuh. Dari jumlah tersebut, telah dilakukan intervensi berupa pemberian paket nutrisi kepada 86 sasaran stunting dengan rincian per kalurahan sebagai berikut:

  1. Kalurahan Purwodadi: 15 sasaran

  2. Kalurahan Giripanggung: 23 sasaran

  3. Kalurahan Sumberwungu: 18 sasaran

  4. Kalurahan Sidoharjo: 14 sasaran

  5. Kalurahan Tepus: 16 sasaran

Paket intervensi yang diberikan kepada sasaran stunting berupa dua ekor ayam betina dan satu ekor ayam jantan untuk ibu menyusui dan baduta, sedangkan untuk sasaran ibu hamil diberikan paket intervensi berupa dua butir telur per hari selama tiga bulan.

Capaian jumlah orang tua asuh serta intervensi terhadap sasaran stunting tersebut menjadi modal dan penyemangat dalam upaya penanganan stunting di Kapanewon Tepus. Namun demikian, jika dibandingkan dengan jumlah data KRS, capaian tersebut masih relatif jauh. Oleh karena itu, diharapkan pada tahun 2026 Program Genting sebagai gerakan gotong royong masyarakat untuk berdonasi dan berbagi kepedulian dapat dilanjutkan kembali.

Selanjutnya, pemateri kedua, Romi Ita Yoanita, A.Md.Gz., menyampaikan bahwa angka stunting di Kapanewon Tepus masih berada pada angka 18,58 persen. Oleh karena itu, program pencegahan stunting perlu mendapatkan perhatian dari seluruh pihak.

Selain intervensi dan pendampingan terhadap sasaran stunting melalui pemberian paket nutrisi dan edukasi, hal yang tidak kalah penting adalah upaya mencegah munculnya kasus stunting baru. Sebaik apa pun intervensi yang dilakukan, apabila masih terjadi kelahiran bayi dengan risiko stunting, maka upaya yang telah dilakukan tidak akan memberikan hasil yang optimal.

Oleh karena itu, upaya pencegahan stunting dari hulu, yaitu sejak usia remaja, merupakan langkah yang tepat. Lebih lanjut, Romi Ita menekankan bahwa periode paling efektif dalam pencegahan dan penanganan stunting adalah pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pada fase ini, intervensi difokuskan pada pendekatan Cegah Stunting dengan ABCD, yaitu:

A: Aktif minum tablet tambah darah
B: Bumil teratur periksa kehamilan
C: Cukupi konsumsi protein hewani
D: Datang ke posyandu setiap bulan
E: Edukasi ASI eksklusif selama enam bulan

Pada sesi akhir, untuk mendapatkan tanggapan, masukan, dan saran dari peserta rakor, dilaksanakan sesi diskusi yang dipimpin oleh Ketua Pelaksana TPPS Kapanewon Tepus. Diskusi berlangsung dengan baik dan menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain:

  1. Untuk menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan bebas stunting, program pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Kapanewon Tepus tahun 2026 akan dilanjutkan.

  2. Dalam menindaklanjuti program tersebut, salah satu agenda kegiatan akan lebih difokuskan pada Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

  3. Masing-masing kalurahan berkomitmen untuk mensosialisasikan kembali Program Genting serta menggalang kepedulian berbagai pihak, baik perorangan, kelompok, swasta, lembaga, maupun unsur lainnya untuk menjadi orang tua asuh.

  4. Hasil penggalangan kepedulian dari para orang tua asuh akan diintervensikan kepada sasaran stunting sesuai skala prioritas yang paling mendesak untuk mendapatkan pendampingan.

Pada akhirnya, Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas Pencegahan Stunting bagi Tenaga Lini Lapangan Kapanewon Tepus yang berfokus pada upaya pencegahan stunting ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut sebagai berikut:

  1. Pertemuan teknis pengelola program pencegahan stunting Kapanewon Tepus pada akhir Mei 2026.

  2. Penyiapan data sasaran stunting di masing-masing kalurahan pada awal Juni 2026.

  3. Penggalangan kepedulian Program Genting kepada calon orang tua asuh yang dilaksanakan selama bulan Juni 2026.

  4. Pelaksanaan intervensi sasaran stunting pada bulan Juli 2026.(*)

0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine