Seuntai Kenangan di Penghujung April: Catatan Perpisahan Drs Sujarwo, MSi dan Suka Priyana, SSos

Oleh: Sabrur Rohim, MSI (Koordinator PKB Nglipar)


WONOSARI
– Suasana di kantor DPMKP2KB Kabupaten Gunungkidul pada Kamis, 30/4, terasa berbeda dari biasanya. Meskipun aktivitas administrasi dan birokrasi tetap berjalan, ada rasa haru yang menyelimuti setiap sudut ruangan. Hari itu bukan sekadar penutup bulan, melainkan momen perpisahan bagi sosok pemimpin, orang tua, sekaligus mentor bagi para karyawan/karyawati/ASN di lingkungan DPMKP2KB Gunungkidul, Drs Sujarwo, MSi.

 

Pertemuan Terakhir yang Penuh Makna

Acara pelepasan purna tugas (pensiun) digelar di ruang Mbangun Desa, lt 3 DPMKPPKB, secara sederhana namun penuh khidmat. Tidak hanya pejabat dan staf di lingkungan kantor DPMKPPKB yang hadir di momen tsb, tetapi juga para penyuluh KB (ASN, PPPK), pendamping desa/kalurahan, tenaga honorer, kader IMP, perwakilan IBI, dan masih banyak unsur lain juga ikut dating untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum beliau resmi purna tugas per 1 Mei. Dalam ruang pertemuan yang dipenuhi wajah-wajah akrab, suasana cair berubah menjadi haru saat satu per satu rekan kerja menyampaikan kesan dan pesan.

Sebagai tambahan, bahwa pada hari itu juga sekaligus pelepasan koordinator PKB Ponjong, Suka Priyana, SSos, yang memasuki masa purna tugas sama dengan Drs Sujarwo. Sehingga, ini benar-benar momentum yang luar bisa dan penuh makna
.

 

Apresiasi & Penghormatan Terakhir

Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan oleh ketua penyelenggara kegiatan tsb, Sekdin Muhammad Farhan, SSos, MAP. Dalam sambutannya, Sekdin mengatakan bahwa acara ini sebagai wujud apresiasi dan penghormatan terakhir kepada Drs Sujarwo, MSi. “Beliau bukan hanya sekadar pucuk pimpinan administrasi. Beliau adalah orang tua yang mengayomi, mentor yang bijaksana, dan teladan yang mengajarkan kita semua bagaimana mengawal urusan pemberdayaan masyarakat, kelurahan, dan keluarga berencana dengan hati dan integritas. Di bawah nakhoda beliau, kita belajar bahwa tantangan birokrasi yang dinamis dapat kita lalui bersama dengan semangat gotong royong dan kekeluargaan.”

“Kami selaku panitia memohon maaf yang setulus-tulusnya apabila dalam penyelenggaraan acara pelepasan hari ini terdapat kekurangan atau hal-hal yang kurang berkenan di hati bapak beserta ibu. Ini adalah persembahan sederhana dari kami, yang diiringi oleh rasa hormat dan cinta yang luar biasa dari seluruh pegawai di lingkungan DPMKP2KB,” ujar Sekdin.

 

Kebersamaan dalam Keluarga Besar

Saatnya tiba waktu bagi Drs Sujarwo untuk memberikan sambutan terakhir. Dengan gaya bicaranya yang khas dan tenang, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama tim yang luar biasa selama ini. Beliau menekankan bahwa segala capaian dinas dalam urusan pemberdayaan masyarakat dan pengendalian penduduk adalah hasil kerja keras kolektif, bukan individu.

Dikatakan Sujarwo, bahwa hari ini adalah momen yang penuh makna. Ada rasa haru, bangga, sekaligus syukur yang mendalam setelah sekian waktu mengemban amanah sebagai Kepala DPMKPPKB. Banyak kenangan yang terukir, banyak pengalaman yang menjadi pelajaran berharga.

“Saya merasakan betul bahwa kebersamaan kita bukan sekadar hubungan kerja, tetapi sudah menjadi sebuah keluarga besar. Semangat gotong royong, dedikasi, serta komitmen panjenengan semua dalam memberdayakan masyarakat, menguatkan kalurahan, serta mengendalikan penduduk dan membangun keluarga berkualitas adalah kekuatan utama yang luar biasa,” kata Pak Jarwo, sapaan akrabnya.

Sujarwo menambahkan bahwa selama masa kepemimpinannya, tentu kita dihadapkan pada berbagai tantangan. Mulai dari dinamika kebijakan, keterbatasan sumber daya, hingga tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin kompleks. Namun berkat kerja keras, sinergi, dan kolaborasi yang solid, baik internal maupun lintas sektor, kita mampu melewati berbagai tantangan tersebut dengan baik.

Alhamdulillah, berbagai capaian positif dapat kita raih bersama. Program-program pemberdayaan masyarakat semakin berkembang, peran kalurahan semakin kuat, pelayanan keluarga berencana semakin menjangkau masyarakat luas, gerakan kolektif untuk percepatan penurunan stunting semakin berdampak, serta sinergi dengan para penyuluh, kader, dan tenaga kesehatan semakin terbangun dengan baik di lapangan. “Capaian ini bukanlah milik saya pribadi, melainkan hasil kerja kolektif kita semua,” ujar Sujarwo.

Sujarwo juga menitipkan harapan besar agar seluruh capaian yang telah dirintis dan dibangun bersama ini dapat terus dilanjutkan, bahkan ditingkatkan. “Tantangan ke depan tentu tidak lebih ringan, namun saya yakin dengan semangat kebersamaan dan profesionalitas yang sudah terbangun, DPMKPPKB akan semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tsb, Sujarwo juga ingin menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Apabila selama memimpin terdapat kekhilafan, kekurangan, tutur kata yang kurang berkenan, maupun kebijakan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan, beliau memohon dibukakan pintu maaf.

Terakhir, kata beliau, “… meskipun secara kedinasan saya akan memasuki masa purna tugas, namun tali silaturahmi dan komunikasi hendaknya tidak terputus. Saya tetap membuka diri untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan berbagi pengalaman. Semoga kebersamaan yang telah terjalin ini tetap terjaga dengan baik.”


Sebagian Besar di Kapanewon Ponjong 

Hal yang kurang lebih sama disampaikan oleh Suka Priyana, koordinator PKB Ponjong. Setelah sekian lama menjalani tugas sebagai Penyuluh KB, ujar Suka, tibalah saatnya saya memasuki masa purna tugas. Tentu banyak sekali kenangan yang terlintas, baik suka dan duka, yang pernah dijalani sebagai PKB.

Selama menjadi PKB, Suka hampir menghabiskan seluruh masa tugasnya di Kapanewon Ponjong, yakni selama 32 tahun. "Masa kerja saya 39 tahun, 7 tahun di Wonosari, sisanya di Kapanewon Ponjong," kata Suka. 

Ini tentu berbeda dengan perjalanan tugas para PKB lain yang mungkin berpindah-pindah di banyak wilayah dengan durasi yang tidak lama. Tetapi bagi Suka, jelas bahwa setiap tempat memiliki cerita, tantangan, dan kehangatan tersendiri. “Di situlah saya belajar arti ketulusan dalam mengabdi, arti kesabaran dalam mendampingi masyarakat, serta arti kebersamaan dalam bekerja,” ungkapnya.

Kepada rekan-rekan sesama penyuluh, Suka menyampaikan apresiasi atas merasakan solidaritas dan kolaborasi yang begitu kuat bagi kemajuan program Bangga Kencana di Gunungkidul, dan ini semua harus dilanjutkan oleh para PKB yang masih aktif.

Suka mengatakan bahwa dalam perjalanan kebersamaan ini tentu tidak luput dari kekhilafan. Mungkin ada tutur kata yang kurang berkenan, sikap yang kurang tepat, atau hal-hal yang tidak sesuai harapan. “Untuk itu, dengan segala kerendahan hati, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya,” katanya.

Selanjutnya, pungkasnya, “Meskipun saya akan mengakhiri tugas secara kedinasan, namun saya berharap hubungan baik ini tidak terputus. Silaturahmi dan komunikasi semoga tetap terjalin, karena sejatinya kita telah menjadi satu keluarga besar. Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kenangan indah yang tidak akan pernah saya lupakan. Semoga kita semua senantiasa diberi kesehatan dan kekuatan dalam melanjutkan pengabdian.”

 

Simbolis Perpisahan dan Jabat Tangan Terakhir

Momen puncak terjadi saat pemberian tali asih (kenang-kenangan) yang disampaikan oleh masing-masing bidang di lingkup DPMKPPKB, lintas sektor, juga dari para penyuluh KB. Ada beberapa ucapan yang disampikan langsung (lisan) –melalui perwakilan yang ditunjuk, juga ada yang lewat video pendek. Selanjutnya adalah sesi foto bersama dan berjabat tangan dari segenap yang hadir, baik kepada Drs Sujarwo maupun kepada Suka Priyna, SSos. Tidak sedikit staf yang nampak berkaca-kaca saat berjabat tangan dengan beliau berdua. Ada rasa kehilangan yang nyata, namun ada juga rasa bangga melihat beliau berhasil menyelesaikan tugas negara dengan catatan yang bersih dan husnul khotimah.

 

Mangantar Sampai ke Rumah

Selesai seremoni pelepasan, acara dilanjutkan dengan anjangsana ke rumah Drs Sujarwo, MSi di Karangmojo dan juga ke rumah Suka Priyana, SSos di Wonosari. Dengan kendaraan roda empat dan roda dua secara beriringan, seluruh pegawai DPMKPPKB dan PKB mengantarkan Pak Jarwo ke rumah beliau di Kapanewon Karangmojo. Di sana juga diadakan seremoni pelepasan yang dihadiri oleh sejumlah kepala OPD/dinas di wilayah Pemkab Gunungkidul, para panewu dari 18 kapanewon, PKB, dan lintas sektor, perseorangan yang belum sempat hadir di acara yang dilaksanakan di DPMKPPKB Gunungkidul.

Sama halnya, di rumah Pak Jarwo ada sambutan pesan dan kesan dari perwakilan yang hadir dan dari perwakilan keluarga besar Drs Sujarwo sendiri, pemberian kenang-kenangan (taliasih) dan foto bersama, yang diakhiri dengan ramah tamah melalui acara makan siang bersama. Khusus dari IPeKB Gunungkidul, kenang-kenangan yang diberikan berwujud lukisan tangan yang menggambarkan Drs Sujarwo dengan pakaian Jawa, melambangkan pribadi dan karakter beliau yang sangat kental dengan budaya Jawa.

Sedangkan untuk ke rumah Suka Priyana, yang hadir adalah segenap penyuluh KB Gunungkidul dipimpin oleh Kabid Dalduk KB Muhammad Ali Mas’udi, SKM, MPH. Di sana juga diadakan seremoni sederhana, ramah tamah, dan foto bersama.

Selamat purna tugas, Pak Kadis, Pak Suka, semoga sehat selalu berkah umur berkah rezeki, dan silaturahmi kita tetap lestari... (*)

0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine