Oleh: Sabrur Rohim, S.Ag, MSI (PKB Nglipar)
WONOSARI – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti ruang Bhakti Praja, kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (25/03). Di tengah suasana bulan Syawal yang fitri, keluarga besar DPMKPPKB berkumpul untuk menyelenggarakan acara syawalan pegawai, sebuah momentum yang tidak hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi wadah penguatan koordinasi antar lini di lingkup pemerintah daerah.
Acara yang dimulai tepat pukul 08.30 WIB ini dihadiri oleh pemangku kepentingan yang luas, mencerminkan kompleksitas dan soliditas tugas kedinasan di DPMKPPKB. Hadir secara langsung Kepala DPMKPPKB Kabupaten Gunungkidul, Drs Sujarwo, MSi, beserta jajaran pejabat struktural dan staf kantor pusat. Selain itu, hadir pula garda terdepan pelayanan lapangan, yakni para penyuluh KB (PLKB) dan PPPK PLKB se-Kabupaten Gunungkidul, para pendamping desa se-Kabupaten Gunungkidul, serta perwakilan lintas sektor terkait yang selama ini bersinergi dalam program pemberdayaan masyarakat.
Harmoni Pembukaan dan Semangat Kebangsaan
Rangkaian acara dibuka dengan khidmat, diikuti dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kehadiran seluruh elemen, mulai dari pejabat struktural hingga pendamping desa, menegaskan bahwa tugas pemberdayaan dan kependudukan adalah kerja kolektif yang memerlukan semangat nasionalisme yang kuat sebagai landasan pengabdian.
Sekretaris Dinas, Muhammad Farhan, SSos, MAP, dalam sambutannya sebagai ketua panitia, menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh tamu undangan. Beliau menekankan bahwa acara ini merupakan sarana krusial untuk mencairkan sekat-sekat operasional yang mungkin muncul selama bertugas, sekaligus mengembalikan semangat kerja setelah jeda libur Idul Fitri.
Perpisahan dan Ikrar Kesetiaan
Momen emosional mewarnai acara saat memasuki sesi pamitan pegawai yang mutasi. Ahmad Afandi, yang selama ini mengabdi di bidang KB Dalduk DPMKPPKB, secara resmi berpamitan untuk melanjutkan tugas barunya di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul. Mutasi antar instansi ini dipandang sebagai bentuk penyegaran organisasi dan pengembangan karir yang wajar di lingkungan birokrasi, namun tetap menyisakan kesan mendalam bagi rekan-rekan yang ditinggalkan. Dalam kesempatan itu diserahkan kenang-kenangan/taliasih dari kepala dinas, para kabid, kepada Ahmad Afandi.
Selanjutnya sebagai simbol pembersihan hati, dilakukan pembacaan Ikrar Syawalan yang dipandu oleh Ketua DPC IPeKB (Ikatan Penyuluh KB) Gunungkidul, Ahmad Harwanto, SSos. Ikrar ini bukan sekadar ucapan permohonan maaf lahir dan batin, melainkan komitmen bersama untuk menjaga integritas dan hubungan baik dalam menjalankan tugas kemanusiaan dan kependudukan di lapangan.
Pengarahan Kepala Dinas: Menghadapi Efisiensi dengan Inovasi
Kepala DPMKPPKB, Drs Sujarwo, MSi, memberikan sambutan pembinaan yang sangat strategis. Di tengah suasana hangat Syawalan, selain menanggapi ikrar halal bihalal yang disampaikan oleh Ketum IPeKB, beliau menyampaikan beberapa poin krusial terkait kondisi organisasi saat ini:
1. Masa Purnatugas dan Etos Kerja
Beliau menyampaikan bahwa di akhir April mendatang, dirinya akan memasuki masa pensiun. Namun, beliau menegaskan bahwa purnatugas bukanlah alasan bagi organisasi untuk mengendurkan ritme. Sebaliknya, kinerja harus tetap dijaga demi kelangsungan program yang sudah direncanakan.2. Sabar dan Inovatif di Tengah Keterbatasan
3. Edukasi kepada Lurah terkait Efisiensi
Hikmah Syawalan: Spiritualitas sebagai Penggerak Kerja
Puncak acara diisi dengan Tausiyah Hikmah Syawalan yang disampaikan oleh Ustaz H Wagiran, SAg, MSI. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan nutrisi spiritual yang sangat relevan dengan dunia kerja kedinasan. Beliau menggarisbawahi bahwa kesuksesan yang sesungguhnya bukanlah semata-mata akumulasi materi, melainkan ketaatan dalam menjalankan perintah agama dan menjauhi larangannya.
Beberapa poin penting dari tausiyah tersebut meliputi:
1. Prioritas Ibadah; bahwa menyempatkan diri untuk beribadah di sela kesibukan akan membuka pintu kemudahan dan menjamin rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.
2. Keutamaan Silaturahmi; bahwa melalui acara seperti ini, panjangnya umur dan kecukupan rezeki menjadi berkah yang diharapkan.3. Disiplin dan Empati; bahwa nilai-nilai yang telah dilatih selama Ramadan, seperti kedisiplinan dan empati terhadap sesama yang kekurangan, harus diistiqamahkan dalam perilaku sehari-hari maupun profesional.
4. Prinsip Kerja; beliau menutup dengan pesan bahwa bekerja di instansi pemerintah harus didasari pada empat pilar: Cerdas, Keras, Tuntas, dan Ikhlas.
Penutup: Melangkah Maju dengan Hati Bersih
Acara Syawalan ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Melalui momentum ini, DPMKPPKB Kabupaten Gunungkidul kembali mengukuhkan diri sebagai organisasi yang solid, adaptif terhadap perubahan anggaran, dan tetap memegang teguh nilai-nilai spiritualitas dalam setiap langkah pengabdiannya kepada masyarakat.
Dengan semangat "Mbangun Desa", diharapkan sinergi antara penyuluh KB, pendamping desa, dan lintas sektor terkait semakin kuat guna mewujudkan masyarakat Gunungkidul yang lebih sejahtera dan berkualitas.(*)


0 Comments