PONJONG | Rabu (30/7) Kapanewon Ponjong melaksanakan kegiatan Launching GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting) tingkat kapanewon yang dihadiri oleh lintas sektor dan KRS (keluarga risiko stunting).
Acara dimulai dengan paparan laporan penyelenggaraan Launching GENTING oleh Ketua TPPS Kapanewon Ponjong, Agus Srimanto, SSos, MM.
Program GENTING Kapanewon Ponjong, kata Agus, bertujuan untuk memberikan bantuan sosial kepada keluarga berisiko stunting di Kapanewon Ponjong. Sebanyak 200 keluarga baduta dan balita resiko stunting akan menerima bantuan berupa nutrisi dan non-nutrisi. Donasi sebesar Rp 30.515.000 telah terkumpul dari 38 donatur, yang akan digunakan untuk memberikan bantuan sosial kepada keluarga berisiko stunting.
Penyaluran secara simbolis kepada penerima manfaat bantuan GENTING berupa ayam sepasang untuk 20 KRS (keluarga risiko stunting) di Kapanewon Ponjong, sedangkan untuk 180 pasang ayam didistribusikan ke kalurahan masing-masing dengan jumlah sesuai penerima bantuan.
Pelaksanaan kegiatan Launching Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) pada hari ini, kata Panewu Anom Ponjong, merujuk dan mendasarkan pada:
1. Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala BKKBN Nomor 329/KEP/G2/2024 Tentang Panduan Pelaksanan Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
2. Surat Edaran dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Nomor 35 tertanggal 3 Juli 2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) Lanjutan di Kabupaten Gunungkidul.
"Mendasarkan pada 2 ketentuan tersebut, kami yang bertugas di wilayah Kapanewon Ponjong baik dari jajaran Forkompinkap Ponjong, dinas/instansi, sekolah bersama para lurah dan PKK serta para kader dengan menggandeng para pihak baik pemerintah, swasta maupun perseorangan berupaya untuk dapat mewujudkan sebuah aksi nyata melalui Gerakan Orang tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kapanewon Ponjong. Upaya ini kami tempuh sebagai bentuk dukungan dan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah baik Pusat maupun Daerah dalam komitmennya untuk melakukan percepatan penurunan stunting," kata Panewu Anom.
Upaya yang dilakukan ini harapannya ke depan dapat berkelanjutan dalam memberikan bantuan sosial baik berupa nutrisi maupun non nutrisi bersama dengan para orang tua asuh cegah stunting yang pada saat dilakukannya kegiatan launching pada hari ini telah berkenan untuk memberikan donasinya secara simbolik.
Penyaluran secara simbolis kepada penerima manfaat bantuan GENTING berupa ayam sepasang untuk 20 KRS (keluarga risiko stunting) di Kapanewon Ponjong, sedangkan untuk 180 pasang ayam didistribusikan ke kalurahan masing-masing dengan jumlah sesuai penerima bantuan.
Pelaksanaan kegiatan Launching Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) pada hari ini, kata Panewu Anom Ponjong, merujuk dan mendasarkan pada:
1. Keputusan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / Kepala BKKBN Nomor 329/KEP/G2/2024 Tentang Panduan Pelaksanan Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
2. Surat Edaran dari Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Nomor 35 tertanggal 3 Juli 2025 tentang Pelaksanaan Kegiatan Intervensi Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (P3S) Lanjutan di Kabupaten Gunungkidul.
"Mendasarkan pada 2 ketentuan tersebut, kami yang bertugas di wilayah Kapanewon Ponjong baik dari jajaran Forkompinkap Ponjong, dinas/instansi, sekolah bersama para lurah dan PKK serta para kader dengan menggandeng para pihak baik pemerintah, swasta maupun perseorangan berupaya untuk dapat mewujudkan sebuah aksi nyata melalui Gerakan Orang tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Kapanewon Ponjong. Upaya ini kami tempuh sebagai bentuk dukungan dan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah baik Pusat maupun Daerah dalam komitmennya untuk melakukan percepatan penurunan stunting," kata Panewu Anom.
Upaya yang dilakukan ini harapannya ke depan dapat berkelanjutan dalam memberikan bantuan sosial baik berupa nutrisi maupun non nutrisi bersama dengan para orang tua asuh cegah stunting yang pada saat dilakukannya kegiatan launching pada hari ini telah berkenan untuk memberikan donasinya secara simbolik.
Kemudian dilanjutkan sambutan oleh Panewu Kapanewon Ponjong, Irwan Triwibowo, SSos, MM. Dalam sambutanya beliau menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksannya Launching GENTING di Kapanewon Ponjong ini, sebagai wujud kepedulian kepada KRS melalui gerakan gotong-royong.
Sesi selanjutnya adalah pencanangan GENTING (Gerakan Orang Tua Cegah Stunting) oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Drs Sujarwo, MSi secara resmi. Program ini, kata Sujarwo, diinisiasi oleh Kemendukbangga/BKKBN dan menjadi salah satu dari lima Quick Wins unggulan tahun 2025. Dengan program ini, diharapkan masyarakat terlibat proaktif sebagai orangtua asuh bagi KRS yang membutuhkan. Sujarwo dalam hal ini mengapresiasi inisiatif Kapanewon Ponjong yang telah menjadi pelopor gerakan ini dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menurunkan angka stunting.
Selanjutnya, dalam sambutannya Sekretaris Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN DIY, Rohdhiana Sumariati, SSos, MSc, menegaskan bahwa program GENTING dan GATI merupakan bagian dari lima Quick Wins BKKBN dalam rangka mendukung Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Lima program Quick Wins tersebut mencakup: Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Al-SuperApps Tentang Keluarga dan Lansia Berdaya (SIDAYA) dan Gerakan Sosialisasi dan Edukasi Terpadu.
Rohdhiana Sumariati menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran program inovatif dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Ponjong ini, yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang tak bisa diselesaikan hanya dengan satu program atau pendekatan tunggal.
“Saya sangat mengapresiasi lahirnya program GENTING yang mengedepankan semangat gotong royong," ujar Rohdiana, sembari berharap bahwa pemberian bantuan ini akan terus berkembang karena kemitraan yang dibangun dengan para orang tua asuh tetap berjalan dan berkelanjutan.(*)

0 Comments