Proses Panjang Audit Kasus Stunting (AKS) di Kapanewon Tepus, Gunungkidul

Oleh: Hudoyo, SSos (Direktur BPKB Tepus, Gunungkidul)

Isu yang sedang dan tetap ramai dibicarakan banyak orang saat ini adalah terkait dengan permasalahan stunting. Di tengah-tengah masyarakat, di dunia medsos (media sosial) maupun di kalangan pemerintahan, isu stunting menjadi sesuatu yang sebegitu hebohnya, pendek kata tiada hari tanpa kata stunting.

     

      Istilah “stunting” merupakan sebuah permasalahan serius dalam kesehatan anak, yang merujuk pada   kondisi terhambatnya proses pertumbuhan yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis pada masa awal kehidupan. Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan lebih pendek dari rata-rata usianya. Faktor-faktor seperti gizi buruk, infeksi berulang, dan lingkungan yang tidak sehat berkontribusi pada terjadinya kondisi stunting. Kondisi ini berdampak pada masalah kesehatan fisik, juga memengaruhi kognisi, perkembangan mental, dan produktivitas masa depan individu. Pendapat yang lain meyakini bahwa dampak stunting selain menyebabkan tubuh anak yang pendek, juga terjadi keterlambatan pada proses perkembangan kecerdasaan otak.

           Dampak dari kondisi stunting yang begitu luas dan urgen terhadap masa depan generasi penerus dan sumber daya masyarakat, mendorong semua pihak untuk segera menangani kasus stunting ini secara bersungguh-sungguh.  Bahkan pemerintah telah berkomitmen untuk mengadakan kebijakan Percepatan penurunan Stunting, dan mentargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024.

 

Audit Kasus Stunting (AKS)

           Program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gunungkidul yang dimotori  oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPKKP2KB) Bersama-sama dengan Satgas Stunting Kabupaten Gunungkidul, telah beruapa keras untuk melakukan penanganan kasus stunting.  Karena permasalahan stunting merupakan permasalahan yang bersifat multi dimensi,  maka dalam pelaksanaannya tentu saja harus melibatkan pihak lain atau  secara lintas sektoral.

            Dilaksanakannya audit kasus stunting ini bertujuan  untuk menyelidiki dan menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan stunting dalam suatu wilayah tertentu. Audit bertujuan untuk mengidentifikasi masalah kesehatan spesifik, menilai efektivitas program pencegahan dan intervensi yang ada, serta menyusun rekomendasi untuk menentukan tindak lanjutnya.

 

Pelaksanaan AKS di Kapanewon Tepus

Pelaksanaan Audit kasus Stunting (AKS) di Kapanewon Tepus telah berlangsung melalui beberapa proses tahapan, yang antara lain:

 

Rapat Audit Kasus Stunting (AKS)  

          Rapat Koordinasi Audit Kasus Stunting Tingkat Kabupaten Gunungkidul yang dilaksanakan pada tanggal 22 Februari merupakan tahap awal pelaksanaan kegiatan AKS di Kapanewon Tepus. Dalam rakor tersebut ditetapkan bahwah Kabupaten Gunungkidul akan melaksanakan Audit Kasus Stunting sebanyak dua kali dalam setahun yang terbagi dalam dua semester kegiatan. Selanjutnya disepakati bahwa pelaksanaan AKS pada semester pertama tahun 2024 dilaksanakan di Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus.

           Penetapan Kalurahan Tepus Kapanewon Tepus menjadi lokasi fokus (lokus) AKS karena berdasarkan laporan Satgas Stunting Kabupaten Gunungkidul, bahwa jumlah keluarga risiko stunting (KRS)  berdasarkan Verfal KRS PK 21 yang dilaksanakan tahun 2023, di Kalurahan Tepus terdapat sebanyak 1249 KK dengan prevalensi 85,31 persen yang menempati rangking pertama di Kabupaten Gunungkidul.

Adapun aspek yang menentukan dalam pengkategorian keluarga risiko stunting  (KRS) ini antara lain:

a.       Kesertaan berKB

b.      Penggunaan air minum

c.       Penggunaan Jamban yang layak

d.      4 Terlalu ( Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Banyak dan Terlalu Sering untuk melahirkan  bagi seorang Ibu).

 

Identifikasi  dan seleksi sasaran AKS

        Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2024, bertempat di Balai Kalurahan      Tepus, yang melibatkan Tim AKS Kabupaten Gunungkidul beserta lintas sektoral program AKS di Kapanewon Tepus.  Target dalam kegiatan ini adalah berkoordinasi bersama Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kalurahan Tepus dalam menyiapkaan data sasaran AKS. Sasaran AKS disepakati dengan menetapkan prioritas sasaran antara lain:

a.       Calon Pengantin

b.      Ibu Hamil

c.       Ibu Nifas

d.      Anak di bawah usia dua tahun (Baduta)

 

Setelah pelaksanaan kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kegiatan verifikasi dan validasi data sasaran oleh tim AKS dengan target terisinya instrument AKS yaitu Kertas Kerja Audit (KKA)    . Sasaran yang ditetapkan dalam kegiatan ini adalah terdiri dari beberapa orang yang dengan pertimbangan khusus dan mempunyai tingkat risiko yang perlu mendapatkan prioritas penanganan, antara lain:

 

Sasaran Calon Pengantin :

1.      Antika Nur Fitria, alamat Jeruk

2.      Suwartiyem, alamat Pudak

3.      Novia, alamat Kanigoro

4.      Seli Agi Astuti, alamat Tepus 2

5.      Dina, alamat Dongsari

 

Sasaran Ibu Hamil (Bumil) :

1.      Wiwik Haryati, alamat Singkil

2.      Wastiya Dela, alamat Tepus 3

3.      Suprihatin, alamat Trosari 2

 

Ibu Nifas (Bufas):

1.      Rubiyem, alamat Tepus 1

2.      Triwahyuningsih, alamat Blekonang 2

3.      Aulia Cika, alamat Jeruk

 

Baduta:

1.      Mareta, alamat Gembuk

2.      Arum, alamat Tegal weru

3.      Mecayla,  alamat Ngasem

4.      Celin, alamat Klumpit

5.      Fadil, alamat Pakel


Identifikasi  Risiko dan Kunjungan Lapangan

        Pada tahap ini, proses penggalian data dan informasi dari sasaran dilakukan. Untuk itu dilakukan identifikasi risiko dan kunjungan lapangan yang dilaksanakan oleh Tim AKS Bersama-sama dengan TPK, melakukan pengamatan dan wawancara dengan sasaran AKS untuk mengetahui sejauh mana informasi dan keterangan dari sasaran serta hasil dari pengamatan tersebut berisiko sebagai penyebab stunting.

          Terisinya hasil audit berdasarkan isian kertas kerja dan kunjungan lapangan merupakan target dalam kegiatan ini. Dokumen  atau data dari hasil kegiatan ini  selanjutnya akan dijadikan dasar dalam kegiatan komunikasi atau wawancara dengan Tim Pakar Stunting Kabupaten Gunungkidul.

 

Penajaman Kajian Sasaran AKS

      Tahap selanjutnya dalam proses kegiatan AKS Kapanewon Tepus adalah Pertemuan Penajaman Kajian Sasaran yang dilaksanakan pada tanggal 24 April 2024. Pada proses ini semua sasaran AKS yang telah ditetapkan dipertemukan dengan Tim Pakar Stunting Kabupaten Gunungkidul yang terdiri dari dokter spesialis kandungan, psikolog, dan ahli gizi. Dalam proses ini dilakukan wawancara mendalam terhadap sasaran AKS yang dimaksudkan untuk mengetahui penyebab, menganalisis hasil perkembangan, serta menentukan tindak lanjutnya.

 

Rujukan Sasaran

      Hasil dari kegiatan penajaman kajian terhadap sasaran yang merupakan proses komunikasi antara sasaran AKS dengan Tim Pakar stunting, ternyata mengharuskan adanya beberapa sasaran yang mendapatkan rujukan  ke fasitas kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari. Rujukan ke RSUD dimaksudkan agar mendapatkan pelayanan dan pemeriksaan yang lebih detail dan mendalam terhadap sasaran AKS.

 

Sasaran tersebut terdiri 3 anak baduta, antara lain: Mecayla (Ngasem), Celin (Klumpit), dan Fadil (Pakel).

 

Diseminasi

AKS sebagai monev RKTL serta penyampaian penyebab stunting

sebagai akhir dari rangkaian proses AKS di Kalurahan Tepus Kapanewon Tepus adalah dilaksanakannya diseminasi AKS tingkat Kabupaten Gunungkidul, sebagai montoring dan evaluasi  RKTL serta penyampaian penyebab Stunting. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada akhir bulan Mei 2024.

 

Penutup

       Dengan terlaksana program Audit Kasus Stunting (AKS) di Kalurahan Tepus, Kapanewon  Tepus, diharapkan  dapat memberikan dampak positif  terhadap proses perkembangan dan pertumbunan Balita di Kapanewon tepus, yakni dengan cara:

1. Mengetahui penyebab terjadinya kasus stunting serta dapat menentukan rencana tindak lanjut  dalam upaya percepatan penurunan stunting.

2. Berhenti untuk menambah kasus stunting yang baru.

3. Menurunkan angka stunting sehingga dapat mencapai target angka stunting 14 persen di tahun 2024.(*)

 

0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine