Gadeng Bapelkes DIY, Perwakilan BKKBN DIY Gelar Bhakti Sosial Pelayanan KB dalam Rangka World Contraception Day (WCD) di PMB Dwi Maryati, Nglipar

Oleh: Ir Sulistyana (PKB Kap Nglipar)

NGLIPAR | Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pemakaian alat kontrasepsi adalah elemen kunci dalam upaya untuk mencapai tingkat kesertaan program keluarga berencana (KB) yang optimal. Sayangnya, capaian kesertaan KB baru masih menunjukkan tingkat yang rendah. Untuk mengatasi tantangan ini, perlu ditempuh berbagai strategi inovatif untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam KB.

Salah satu strategi yang efektif dalam upaya meningkatkan kesertaan KB adalah melalui kegiatan bhakti sosial pelayanan KB yang dipadukan dengan peringatan Hari Kontrasepsi Dunia (World Contraception Day) pada tanggal 26 September 2023. Momentum peringatan ini menjadi kesempatan berharga untuk mengajak masyarakat lebih aktif dan sadar terhadap pentingnya pemakaian alat kontrasepsi. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan pada tanggal 26 September 2023 saja, tetapi juga diperpanjang hingga 11 Oktober 2023.

Di Kapanewon Nglipar, Bhakti Sosial Pelayanan KB diwujudkan melalui kerjasama yang erat antara berbagai pihak. Beberapa instansi yang turut serta dalam upaya ini antara lain PMB Dwi Maryati, STr Keb, Bapelkes DIY, Perwakilan BKKBN DIY, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan KB (DPMKP2KB) Gunungkidul. Kegiatan ini diadakan pada hari Jumat, 6 Oktober 2023, dan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 15.30 WIB di PMB Dwi Maryati, STr.Keb, yang berlokasi di Ngelorejo, Natah, Nglipar.

Selama kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB ini, pelayanan KB disediakan secara gratis bagi semua peserta, termasuk peserta KB baru, peserta KB ulang, dan peserta KB yang ingin mengganti cara kontrasepsi yang mereka gunakan. Tenaga yang melayani pelayanan KB adalah peserta pelatihan dari Bapelkes DIY. Dalam kegiatan ini, berikut adalah jumlah peserta yang dilayani:

1. Bongkar pasang IUD: 11 akseptor
2. Bongkar pasang Implan: 10 akseptor
3. Pasang IUD: 5 akseptor
4. Pasang Implan: 16 akseptor
5. Bongkar Implan: 2 akseptor
6. Bongkar IUD: 5 akseptor

Jumlah keseluruhan akseptor yang terlayani: 49 akseptor


Pentingnya Meningkatkan Partisipasi Masyarakat

Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemakaian alat kontrasepsi adalah hal yang sangat penting. Hal ini tidak hanya berkaitan dengan upaya pengendalian populasi, tetapi juga dengan kesejahteraan keluarga dan individu. Pemakaian alat kontrasepsi yang tepat dan aman dapat membantu pasangan dalam merencanakan jumlah anak yang diinginkan, menjaga jarak antara kelahiran anak, serta memberikan perlindungan terhadap risiko kehamilan yang tidak diinginkan.

Partisipasi masyarakat yang tinggi dalam program KB juga merupakan indikator keberhasilan dari upaya promosi dan edukasi yang telah dilakukan. Dalam hal ini, kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB yang dilakukan dalam rangka World Contraception Day (WCD) menjadi sebuah langkah yang efektif untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pemakaian alat kontrasepsi.

Pelayanan KB gratis yang diselenggarakan secara massal adalah salah satu strategi yang terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Pelayanan yang diberikan tanpa biaya membuatnya lebih mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi. Dalam kegiatan ini, peserta KB baru, peserta KB ulang, maupun peserta yang ingin mengganti cara kontrasepsi mereka, semuanya dapat mendapatkan pelayanan tanpa biaya. Hal ini memberikan insentif positif bagi masyarakat untuk aktif mengikuti program KB.

Selain itu, pelaksanaan pelayanan KB secara massal juga memberikan dorongan yang kuat kepada masyarakat. Ketika banyak orang bersama-sama mengambil langkah untuk melibatkan diri dalam program KB, mereka akan saling menguatkan satu sama lain. Ini dapat membantu mengurangi rasa was-was dan ketidakpastian yang mungkin dirasakan oleh sebagian masyarakat terkait dengan pemakaian alat kontrasepsi. Dengan bersama-sama, mereka merasa lebih percaya diri dan mendukung satu sama lain dalam mengambil keputusan yang tepat untuk kesejahteraan keluarga dan individu.


Data dan Hasil yang Memuaskan

Selama pelaksanaan momentum World Contraception Day (WCD) di Kapanewon Nglipar, jumlah akseptor yang terlayani melebihi target yang telah ditetapkan. Dari target 252 akseptor, sebanyak 286 akseptor telah mendapatkan pelayanan. Ini mencerminkan tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB.

Keberhasilan ini mencerminkan efektivitas dari pendekatan yang diambil dalam pelaksanaan kegiatan. Pelayanan KB yang disediakan secara gratis dan secara massal sangat memotivasi masyarakat untuk ikut serta. Selain itu, kerjasama antara berbagai pihak, seperti PMB Dwi Maryati, STr Keb, Bapelkes DIY, Perwakilan BKKBN DIY, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan KB (DPMKP2KB) Gunungkidul, adalah kunci kesuksesan dalam pelaksanaan kegiatan ini.


Pentingnya Konsistensi dan Mutu Pelayanan

Meskipun partisipasi masyarakat dalam kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB ini tinggi, penting untuk tetap menjaga konsistensi dan mutu pelayanan. Kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan KB sangat bergantung pada kualitas dan konsistensi pelayanan yang diberikan.

Tenaga kesehatan yang terlibat dalam pelayanan KB harus tetap konsisten dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Mereka harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam prosedur pemasangan dan pengangkatan alat kontrasepsi. Selain itu, mereka juga harus mampu memberikan informasi yang akurat dan jelas kepada pasien.

Kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB ini menjadi kesempatan bagi peserta pelatihan dari Bapelkes DIY untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki dalam pelayanan KB. Dalam hal ini, pelatihan yang mereka terima menjadi penting. Pelatihan yang baik akan menghasilkan tenaga kesehatan yang kompeten dan siap memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Selain itu, pemeriksaan berkala terhadap mutu pelayanan juga penting untuk memastikan bahwa standar pelayanan yang telah ditetapkan tetap terpenuhi. Hal ini melibatkan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan. Hasil-hasil dari pemantauan dan evaluasi ini dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dan peningkatan dalam pelayanan KB.


Tantangan dan Peluang ke Depan

Meskipun kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB dalam rangka World Contraception Day (WCD) telah mencapai keberhasilan, masih ada tantangan yang perlu dihadapi ke depan. Salah satu tantangan utama adalah menjaga tingkat partisipasi masyarakat dalam program KB agar tetap tinggi dalam jangka panjang.

Koordinator PKB Nglipar, Ir Sulistyana, mengatakan bahwa peningkatan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya KB juga perlu terus dilakukan. "Dengan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat dan cara penggunaan alat kontrasepsi, masyarakat akan lebih mungkin untuk aktif mengambil bagian dalam program KB," ujar Sulis, sapaan akrabnya.

Selain itu, pemerataan akses ke layanan KB juga menjadi salah satu prioritas. Meskipun kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB telah memberikan akses gratis ke pelayanan KB, masih ada daerah-daerah yang sulit dijangkau. Upaya untuk menjadikan layanan KB lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk yang berada di daerah terpencil, perlu terus ditingkatkan.

Di sisi lain, keberhasilan kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB ini juga menciptakan peluang. Keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi kapanewon lain untuk melakukan kegiatan serupa. Dengan kolaborasi yang baik antara berbagai pihak, pelayanan KB yang efektif dan berkualitas dapat diterapkan di berbagai daerah.

Peningkatan partisipasi masyarakat dalam program KB adalah langkah penting menuju keluarga yang lebih sejahtera dan berkualitas. Dengan pemakaian alat kontrasepsi yang tepat, pasangan dapat merencanakan keluarga dengan lebih baik, sehingga dapat menciptakan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak mereka. 

Keberhasilan kegiatan Bhakti Sosial Pelayanan KB dalam rangka World Contraception Day adalah bukti nyata bahwa masyarakat bersedia berpartisipasi jika diberikan kesempatan dan insentif yang sesuai. Dengan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, kita dapat mencapai kesuksesan yang lebih besar dalam upaya peningkatan kesertaan program KB di Indonesia. Semoga keberhasilan ini menjadi awal yang baik menuju perubahan yang lebih baik dalam kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara keseluruhan.(*)
0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine