Penyuluhan bagi 30 Kader BKL di Kalurahan Nglindur Membahas Tips Menjadi Lansia Tangguh dan Mandiri

Koresponden: Fitri Agustini, SE (PKB Girisubo)









NGLINDUR | Rabu (7/6) pagi itu, suasana di Balai Padukuhan Sumur, Nglindur, dipenuhi antusiasme 30 kader Bina Keluarga Lansia (BKL) dari empat padukuhan di wilayah Kalurahan Nglindur, yakni dari Nglindur Wetan, Nglindur Kulon, Sumur, dan Ngepoh. Mereka berkumpul untuk mengikuti kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk mendapatkan materi seputar bagaimana mendampingi para lansia. Asal diketahui, bahwa anggota BKL adalah para keluarga (KK) yang di rumahnya ada lansia.

Acara tersebut dihadiri oleh narasumber utama, Sudari, seorang kader BKL yang juga sekaligus Ketua TP PKK Padukuhan Sumur, yang telah banyak mendapatkan materi seputar pengasuhan lansia serta berpengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan di keluarga yang ada lansianya.

Sebagai salah satu narasumber, Sudari dengan penuh semangat menyampaikan materi kepada para peserta penyuluhan. Dalam paparannya, Sudari menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental lansia. Ia berbagi ilmu bagaimana menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia seiring dengan bertambahnya usia. Sudari juga memberikan tips tentang pola makan sehat, olahraga yang tepat untuk lansia, dan pentingnya menjaga kehidupan sosial yang aktif.

"Sebagai anak atau menantu, kita harus pastikan orangtua kita tetap menjaga kebugaran fisik dan mental. Dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan seimbang, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan sumber protein yang baik, mereka dapat mempertahankan kondisi tubuh yang prima," ujar Sudari dengan penuh keyakinan.

Sudari juga menjelaskan bahwa olahraga rutin merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menjaga kesehatan lansia. Ia menyarankan para kader BKL untuk memilihkan bagi orangtua mereka (lansia) olahraga ringan seperti jalan kaki, senam, beraktivitas di ladang, atau bagus lagi bersepeda. Selain itu, Sudari juga menekankan pentingnya menjaga kehidupan sosial dengan berinteraksi secara aktif dengan keluarga dan masyarakat sekitar.

"Saya sangat percaya bahwa kita dapat tetap bahagia dan bermanfaat meskipun telah memasuki masa lanjut usia. Interaksi sosial yang baik dapat memberikan dukungan emosional dan mengurangi risiko depresi," tambah Sudari.

Selain Sudari, narasumber lain yang ikut berkontribusi dalam penyuluhan ini adalah Sabrur Rohim, SAg, seorang penyuluh Keluarga Berencana (KB) dari Girisubo. Sabrur memberikan pemaparan mengenai bagaimana mendampingi lansia dengan baik, dengan mempertimbangkan aspek agama dan kepercayaan.

"Secara agama, kita dilarang menitipkan lansia di panti jompo. Sebagai anggota keluarga, kita memiliki kewajiban moral untuk merawat dan mendampingi lansia dengan baik. Salah satu langkah yang dapat diambil adalah menciptakan suasana yang nyaman dan aman di dalam lingkungan keluarga," jelas Sabrur.

Sabrur juga menyoroti pentingnya memberikan perhatian ekstra terhadap kebutuhan lansia, seperti kebutuhan fisik, emosional, dan spiritual. Ia memberikan contoh bagaimana memberikan perawatan yang baik terhadap lansia, seperti memberikan makanan yang mudah dikunyah, membantu dalam kegiatan sehari-hari, seperti mandi dan berpakaian, serta memberikan waktu untuk berkomunikasi dan berdoa bersama.

"Sebagai anggota keluarga, kita harus memahami dan menghormati kebutuhan lansia. Kita harus mendengarkan dengan sabar saat mereka ingin bercerita atau berbagi pengalaman. Selain itu, kita juga dapat membantu mereka dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dengan memberikan bantuan yang diperlukan," ungkap Sabrur.

Para peserta penyuluhan sangat antusias dalam mendengarkan paparan dari kedua narasumber. Mereka mencatat dan bertanya tentang berbagai hal terkait tips menjadi lansia tangguh dan mandiri, serta bagaimana mendampingi lansia dengan baik sesuai dengan ajaran agama.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari program Balai Penyuluhab KB Kapanewon Girisubo dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia di wilayah Kalurahan Nglindur. Dengan mengedepankan aspek kesehatan dan perawatan yang baik, diharapkan para lansia dapat tetap aktif dan bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan wawasan dan pengetahuan yang sangat berharga bagi kami para kader BKL. Dengan ilmu yang kami peroleh hari ini, kami akan berusaha untuk memberikan bimbingan dan perawatan yang terbaik kepada lansia di padukuhan kami masing-masing," ucap Rinawati, salah satu peserta penyuluhan, dengan antusias.

Kegiatan penyuluhan ini dihadiri oleh kader BKL dari 4 padukuhan di Nglindur. Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, kesadaran dan perhatian terhadap kesejahteraan lansia semakin meningkat, sehingga mereka dapat menjalani masa tua dengan baik dan tetap produktif.

Menurut Sabrur Rohim yang juga koordinator PKB Girisubo, seiring berjalannya waktu, perhatian terhadap lansia semakin menjadi fokus dalam berbagai kebijakan pemerintah dan masyarakat. Kegiatan seperti penyuluhan ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan perhatian yang nyata terhadap lansia dan memastikan bahwa mereka mendapatkan perawatan dan perhatian yang layak.

Dengan berakhirnya penyuluhan ini, harapannya para peserta pulang dengan pengetahuan baru dan semangat yang tinggi. "Saya harap mereka berkomitmen untuk menerapkan tips menjadi lansia tangguh dan mandiri yang telah mereka pelajari, serta mendampingi lansia dengan penuh kasih sayang dan perhatian," kata Sabrur.

Kegiatan penyuluhan bagi kader BKL ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat peduli terhadap lansia dan berusaha memberikan yang terbaik bagi mereka. Dengan upaya kolaboratif dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan kualitas hidup para lansia dapat terus tertingkatkan. Semakin banyak kader BKL yang teredukasi dan terlatih, semakin banyak lansia yang akan mendapatkan perawatan dan perhatian yang tepat. Dengan demikian, harapan untuk memiliki masyarakat yang peduli dan inklusif terhadap lansia dapat tercapai.

Selain itu, kegiatan penyuluhan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jaringan dan kerjasama antara kader BKL dari berbagai padukuhan di wilayah Kalurahan Nglindur. Mereka dapat saling bertukar informasi, pengalaman, dan dukungan dalam upaya meningkatkan kualitas perawatan dan pembinaan keluarga lansia.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan momentum dan semangat untuk memperhatikan dan mendampingi lansia tidak berhenti di sini. Pemerintah dan masyarakat perlu terus berkolaborasi dan melakukan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Dengan demikian, peran lansia dalam masyarakat dapat diakui dan dihargai secara maksimal, serta kehidupan lansia dapat lebih bermakna dan sejahtera.(*)
0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine