Oleh: Drs Supriana (koordinator PKB Panggang)



Selasa (18/05) adalah hari pelepasan Penyuluh KB Subarja yang memasuki purna tugas terhitung mulai tanggal 1 Mei 2021 yang di selenggarakan di Fedora Café Saptosari. Acara ini diadakan atas inisiatif Forum IMP Kapanewon Panggang.

Hadir dalam acara yang sekaligus sebagai ajang halal bihalal tersebut, Kabid KB DP3AKBPM&D Dra Dwi Iswantini, PPKBD se Kapanewon Panggang, Sub PPKBD Kalurahan Girisuko dan Girimulyo, serta kader pendata PK21 Kalurahan Girisuko dan Girimulyo. Walaupun dalam situasi pandemi covid-19, acara berlangsung sangat khidmat, meriah, penuh haru, canda tawa, namun sederhana. Namun demikian, protokol kesehatan tetap dipatuhi.

Acara diselenggarakan dengan sederhana tetapi cukup berkesan dan semua kader memanfaatkan momentum ini dengan suka-cita karena pandemi otomatis acara kumpul kumpul sangat berkurang prekuensinya. Walaupun ada kerumunan, tetapi terbatas dan tempatnya sangat luas bersih dan nyaman, aturan prokes tetap di terapkan dengan sangat ketat oleh pihak pengelola kafe.


Kado Terindah

Dalam acara tersebut Subarja menyampaikan rasa terimakasih atas bimbingan dan petunjuk dari dari DP3AKBPM dan D Gunungkidul, serta menyampaikan terimakasih pula kerjasama dan dukunganya kepada segenap teman-teman penyuluh KB, kader dan IMP selama kurang lebih 4 tahun dalam melaksanakan tugas di Kapanewon Panggang. "Jika banyak kekurangan dan kesalahan yang di sengaja maupun tidak sengaja mohon maaf karena hanya sebatas itulah kemampuan saya, dan saya menyadari hasil tidak sesuai seperti yang diharapkan oleh bapak ibu kader," ujar Pak Barja, sapaan akrabnya.

Subarja juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Kabid KB DP3AKBPM dan D Dra Dwi Iswantini dan kepada Koordinator PKB Kapanewon Panggang, Supriana, SSos, atas semua bimbingan dan arahan selama bekerja bersama mengabdi kepada masyarakat. “Tentu banyak khilaf dan salah yang telah saya lakukan kepada Bu Kabid dan Pak Koordinator, maka dari itu mohon dimaafkan dengan tulus,” ujar Pak Barjo. 

Subarja merasa bangga sekali karena mendapat kado terindah dari kader pendata desa bianaan yang bertekad menyelesaikan input data PK 21 status valid 100 %. "Saya terharu sekali ibu-ibu kader pendata sampai rela begadang tengah malam untuk mencari lokasi sinyal yang kuat, bahkan dari Kampung KB Tungu standby di kuburan demi PK21 dan alhamdulilah berhasil sebelum tanggal purna tugas. " urai Pak Barja, sapaan akrabnya, dengan mata berkaca-kaca. Saya minta maaf jika selama ini ada kekurangan di dalam saya membantu ibu-ibu kader dalam kegiatan di lapangan. Saya sangat berharap ke depan semuanya akan berjalan lancar dan lebih baik sepeninggal saya.”


Semua Akan Mengalami

Menanggapi pamitan Pak Barja, Kabid KB dari DP3AKBPM dan D Gunungkidul Dra Dwi Iswantini menyampaikan terimakasih sudah menjadi bagian dari tim yang yang kompak, dan tak lupa ucapan terimakasih juga kepada kader dan IMP Kapanewon Panggang. 

"Keberhasilan program Bangga Kencana tidak akan berhasil tanpa bantuan dan peran aktif kader KB yang dengan suka rela membantu kelancaran program di wilayah ini. Bagaimana pun ada pertemuan ada perpisahan boleh merasa sedih, tetapi hanya sementara saja lho, jangan berlarut-larut," gurau Dwi. "Selanjutnya program harus tetap berjalan dan kerjasama yang baik harus tetap kita pertahankan dengan petugas pengganti yang lain."

Dwi mengatakan bahwa pensiun atau purna tugas adalah hal yang biasa atau wajar. Semua itu adalah proses yang akan dialami oleh banyak orang. “Saya juga akan pensiun jika waktunya tiba, yang penting proses itu kita jalani dengan baik, sehingga kita akan meninggalkan pesan yang baik pula di lingkungan tempat kita bekerja,” ujar Dwi.

Menurut koordinator PKB Panggang, Supriyana SSos, Subarja selaku penyuluh KB di Kapanewon Panggang sejak mendapatkan surat tugas dari Dinas bulan Januari 2017, merupakan salah satu petugas yang cukup pandai bergaul. "Ini terbukti terwujudnya kekompokan bekerja sama baik dengan teman sesama PKB maupun kader KB yang ada lini di lapangan dengan sifat yang lembut dan santun dan penuh tanggungjawab, beban tugas yang di embannya selalu diselesaikan dengan tepat waktu, di samping itu beliau sangat bijak dalam mensikapi dalam segala hal dan siap membantu kepada siapa pun bila mengalami kesulitan," kata Pak Pri, panggilan akrab koordinator PKB Panggang itu.

"Tentang Pak Barja, bisa dikatakan seperti di masa lalu dalam kegiatan Pramuka, beliau itu cepat kaki ringan tangan tulus hati dan ramah tamah. Satu hal yang sering dia ungkapkan dalam pekerjaan, pokoknya dilakukan semampunya yang penting sudah berusaha, soal hasil itu sudah ada yang mengatur, dan sukses dan tidaknya sebuah tanggung jawab adalah suksesnya tim yang solid," kenang Pak Pri.

Saya merasa berat hati setelah Pak Subarja memasuki masa purna tugas , tetapi itu semua sebuah perjalanan yang harus dilewati seorang ASN bila sudah memasuki masa pensiun. Tiada kata lain yang saya ucapkan terimakasih kerjasamanya selama ini dan mohon maaf bila ada salah, selamat menikmati masa pensiun, semoga selalu di berikan kesehatan keselamatan dan umur panjang yang penuh barokah pungkas pak Pri koordinator PKB Kapanewon Panggang.


Beternak Ayam Joper

Subarja lahir di bantul pada tanggal 23 April 1963 dari pasangan keluarga sangat sederhana. Subarja memulai karir sebagai Tenaga honorer penyuluh KB di lokasi trasmigrasi Sanggauledo, Kabupaten Bengkayang atau Daerah perbatasan pedalaman Kalimantan Barat selama 3 tahun dan lulus ujian CPNS tahun 1989. Juli tahun 2002 beliau pindah tugas dari pulau Berneo ke wilayah Purwosari Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan januari 2017 pindah tugas lagi ke Kapanewon Panggang sampai masa purna tugas.

Subarja menikah dengan Nur Istiqomah pada tahun 1992. Dari perkawinan tersebut mereka mempunyai dua orang anak. Satu laki laki,  Pangestu Cahyo Gumelar, dan anak perempuan, Diah Ayu Rizky Larasaty. 


Sebelum memasuki masa pensiun, Subarja sudah terbiasa mengisi waktu luangnya dengan beternak ikan nila dan ayam joper sampai sekarang.

Teman-teman kader di lapangan mempunyai kesan yang khusus tentang Pak Barja. “Pak Barja orangnya baik, bisa merangkul kader yang tua, juga bisa bekerja sama dengan kader yang lebih muda. Beliau juga sangat bijaksana dalam menyelesaikan suatu masalah,” demikian ucap salah satu kader Girisuko yang menjadi wilayah binaan Subarja, yang tak mau disebutkan namanya. 

“Aku wong ora pinter, nanging Pak Barjo isa nampa aku apa anane,” kata kader yang lain dari Kalurahan Girimulyo.

Segenap PKB dan pramusaji di BPKB Panggang memberikan pesan terakhir kepada Pak Barja sebelum purna tugas, kiranya bisa terus berbuat baik di mana pun berada, doa terbaik untuk Pak Barja. Acara perpisahan kemarin itu ditutup dengan spontanitas kader Kalurahan Girimulyo dan Girisuko yaitu menyanyikan lagu, Sampai Jumpa, karya Endank Soekamti: 


Datang akan pergi
Lewat kan berlalu
Ada kan tiada
Bertemu akan berpisah

Awal kan berakhir
Terbit kan tenggelam
Pasang akan surut

Bertemu akan berpisah

Heii Sampai jumpa dilain hari
Untuk kita Bertemu lagi
Ku relakan dirimu pergi

Meskipun ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap Tanpa dirimu
Ku harap terbaik untukmu

Dududu dudududu

Datang akan pergi
Lewat kan berlalu
Ada kan tiada

Bertemu akan berpisah
Awal kan berakhir
Terbit kan tenggelam

Pasang akan surut

Bertemu akan berpisah
Heii sampai jumpa dilain hari
Untuk kita bertemu lagi

Ku relakan dirimu pergi

Meskipun ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap tanpa dirimu
Ku harap terbaik untukmu

Hei sampai jumpa dilain hari
Untuk kita bertemu lagi
Ku relakan dirimu pergi

Meskipun ku tak siap untuk merindu
Ku tak siap tanpa dirimu
Ku harap terbaik untukmu.
(*)