Adujak GenRe 2022, Marsellia Septy Raih Peringkat II Sebagai Duta GenRe Nasional

YOGAKARTA - Stunting masih menjadi masalah bangsa Indonesia dewasa ini. Penanganannya perlu dilakukan dari hulu hingga ke hilir dengan melibatkan banyak pihak. Pelibatan remaja menjadi penting karena mereka yang akan melahirkan generasi selanjutnya.

Merespon kondisi ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengembangkan program Generasi Berencana (GenRe). Melalui program ini para remaja diajak untuk paham dan peduli pada pendewasaan usia perkawinan. Sehingga masalah pendidikan hingga hingga kesehatan reproduksi terencana dengan baik.

Kepala BKKBN, DR (H) dr Hasto Wardoyo, SpOG(K) mengatakan generasi muda merupakan penentu masa depan bangsa. Pemahaman yang benar mengenai perencanaan masa depan akan melahirkan generasi-generasi yang sehat. BKKBN mendorong agar program GenRe bisa menjangkau seluruh desa/kelurahan di mana jumlahnya mencapai 82.000 se-Indonesia.

"Kami berkeinginan satu desa ada dua GenRe minimal. Sehingga dalam waktu dekat ada GenRe sekitar 160.000. Harus diwujudkan dalam waktu dekat, insyaallah bisa," paparnya dalam acara 'Apresiasi Duta GenRe dan Jambore Ajang Kreatifitas (Adujak) GenRe Tingkat Nasional Tahun 2022' di The Rich Hotel Yogyakarta, Jumat malam, (19/8/2022).

Koordinator Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) Perwakilan BKKBN DIY, Witriastuti Susani Anggraeni mengatakan ada tiga masalah remaja yang coba dirampungkan melalui program GenRe ini, yang disebut sebagai Triad KRR (tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja), yakni pernikahan dini, seks bebas, dan juga narkotika, psikotropika dan zat adiktif (Napza). Tiga hal ini yang akan gencar disosialisasikan oleh Duta GenRe untuk menghindarinya.

Duta GenRe yang tersebar di 34 provinsi diharapkan tidak hanya ada di level pusat saja, namun juga bisa merambah ke level-level desa. "Masuknya Duta GenRe sampai ke level desa akan mendekatkan sumber-sumber informasi," ujar Witriastuti.

"Kami harap Duta GenRe sampai ke desa sehingga informasi tidak terlalu jauh, karena sasaran kami banyak remaja-remaja di desa," jelasnya.

Nantinya di setiap desa akan ada satu pasang Duta GenRe. Komunikasi dengan sesama remaja dinilai lebih efektif karena lebih dekat daripada dengan orang tua. Mereka akan lebih terbuka bahkan bisa curhat mengenai masalah-masalah remaja.

"Kami juga harap lurah memberikan dukungan peran-peran GenRe ini dengan SK lurah. Menjadikan teman-teman ini Duta GenRe kalurahan atau desa," paparnya.

BKKBN melalui Direktorat Ketahanan Remaja (Dithanrem) menyelenggarakan acara Apresiasi Duta GenRe dan Jambore Ajang Kreativitas GenRe (ADUJAK) Indonesia Tahun 2022. AJUDAK ini merupakan acara tahunan yang diadakan oleh BKKBN Melalui Direktorat Ketahanan Remaja.

Acara ini digelar sejak 17-22 Agustus di The Rich Hotel Yogyakarta. Perwakilan Duta GenRe dari 34 provinsi hadir dan meriahkan acara ini. "Sebenarnya ini acara per tahun, tapi kemarin pandemi Covid-19, dan tahun ini diadakan di Jogja," tuturnya.

Menandai puncak acara Adujak GenRe tahun 2022 ini adalah pemilihan Duta GenRe tahun 2022, yang digelar Minggu (21/8) malam di The Rich Hotel Yogyakarta. Masing-masing provinsi mengirimkan delegasinya, yang terdiri dari dua orang, putra dan putri, di mana mereka sudah melalui seleksi di masing-masing wilayah/prvinsi sebelumnya.

Dalam acara tsb, selain Kepala BKKBN Pusat, Dr (H) dr Hasto Wardoyo, SpOG(K), hadir pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Gusti Ayu Bintang Puspayoga, SE, MSi, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X, serta bupati seluruh Indonesia/yang mewakili, kepala OPD/KB seluruh Indonesia/yang mewakili, serta sejumlah penyuluh KB.

Masing-masing tokoh formal nan istimewa tsb memberikan sambutannya, yang pada intinya mendukung secara penuh kegiatan Adujak GenRe 2022 dan berharap ke depan remaja semakin besar kiprahnya dalam membangun bangsa, menyiapkan diri sambut bonus demogrfai dan Indonesia Emas tahun 2045.

Bunda GenRe
Bintang Puspayoga sendiri dalam acara tsb dinobatkan sebagai "Bunda GenRe" tahun 2022 oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo. Selain itu, Hasto juga mengukuhkan Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara sebagai Ayah Genre Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam sambutan usai dikukuhkan, Gusti Ayu Bintang menyampaikan tekad dan harapannya agar tidak ada lagi kelahiran bayi-bayi stunting, kekerasan terhadap anak maupun perempuan, tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban perkawinan anak, serta tidak ada lagi kelahiran yang tidak diinginkan. "Mari bersama-sama kita saling berkolaborasi, GenRe Indonesia dengan Kementerian PPPA agar di masa depan hadir anak-anak unggul yang sehat, cerdas, ceria," tegas Bintang. Ia mengatakan, anak-anak yang dilahirkan dan tumbuh di tengah-tengah keluarga kecil bahagia dan sejahtera menjadi landasan terciptanya negara yang maju, tangguh, dan menjadi inspirasi bagi negara bangsa lain tentang mempersiapkan dengan sepenuh hati generasi penerusnya.

JUS
Dalam sambutannya, Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng) memaparkan fenomena JUS (janda usia sekolah) yang marak di beberapa wilayah. Ganjar juga memberikan tips bagaimana cara agar generasi muda dapat terbebas dari tiga ancaman dasar (triad) KRR. Salah satunya adalah mengajak dan memberikan pemahaman mengenai bahaya pernikahan dini, seks di luar nikah, dan Napza. Duta GenRe (Generasi Berencana) dapat mengambil peran itu sebagai juru bicara dengan cara-cara yang populer dan mudah diterima oleh teman sebaya. 

"Kita harapkan mereka makin kreatif, makin sering bertemu, makin sering diberi tugas. Lalu mereka berbicara dengan generasinya tentang jangan menikah dini, jangan terlibat narkoba. Kamu musti aktif untuk mengajak anak-anak seusiamu sekolah, belajar, dan menggapai cita-cita. Maka potensi-potensi terjadinya (ancaman) tadi itu bisa kita cegah," ujar Ganjar.

Menurut Ganjar, keterlibatan Duta GenRe itu juga penting karena dapat menjadi agen-agen pencegahan stunting sejak awal. Artinya mereka lebih tahu bagaimana merencanakan masa depan dan dapat membedakan mana hal positif dan mana yang negatif untuk dilakukan. 

Pertukaran Budaya
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga berkesempatan memberikan sambutan. Sultan mengatakan para perwakilan Duta GenRe yang hadir dari seluruh Indonesia ini tentu bertemu untuk menyatukan program sesuai ikrar yang telah diucapkan. Tetapi selain itu diharapkan para remaja dan generasi muda dari berbagai etnik itu juga dapat bertukar pengetahuan, tradisi, dan budaya. 

"Kita sebagai anak bangsa dengan etnik berbeda-beda harus menghargai sesama, tidak boleh ada dominasi karena kita dilindungi oleh konstitusi. Anda semua bertemu tidak untuk sekadar kenal seseorang dari etnik lain tetapi juga budaya yang ada di republik ini," kata Sultan.

Duta GenRe 2022
Seusai sambutan-sambutan di atas, tibalah saatnya pemilihan Duta GenRe 2022. Dalam proses seleksi Duta GenRe, masing-masing delegasi (duta) mengenalkan diri satu per satu, menyampaikan visi dan misinya dalam mengampanyekan program GenRe serta langkah apa yang akan ditempuhnya jika kelak terpilih sebagai Duta GenRe tahun 2022. Para supporter memberi semangat dengan penuh antusias, melalui tepuk tangan, yel-yel, tabuhan pelbagai peralatan musik, dll. 




0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine