Syawalan dan Halal Bihalal IMP Baleharjo, PKB Ajak Kader Cegah Stunting Pada Anak Usia Remaja

Oleh: Dra Umi Wasriyati, MM

WONOSARI - Syawalan bersama kader IMP Kalurahan Baleharjo Kapanewon Wonosari dilaksanakan pada Kamis (19/5). Hadir pada acara tsb Lurah Baleharjo, Agus Sulistyo, AMd, Ketua TP PKK, Dina Ekawati, dan pamong Kalurahan Baleharjo. Acara syawalan/halal bihalal ditandai dengan dibacakan ikrar halal bihalal oleh PPKBD Baleharjo, Sumiyati, yang ditirukan oleh semua hadirin yang hadir. Dengan mengucapkan ikrar, harapannya semua saling meminta maaf dan memberi maaf, dan kembali dalam kesucian.

Acara dilanjutkan sambutan oleh Lurah Baleharjo serta penyampaian materi oleh penyuluh KB Baleharjo Dra Umi Wasriyati, MM.

Umi menyampaikan materi tentang, Pencegahan Stunting Pada Anak Usia Remaja. Namun, sebelumnya disampaikan tentang evaluasi program Bangga Kencana kaitannya dengan pencapaian kegiatan Tri Bina, perkembangan peserta KB, dan kegiatan ekonomi produktif. 

Diinformasikan pula tentang pelayanan KB MKJP gratis di klinik Mitra Selang, klinik Multazam, PMB Sriyuli Handarni, PMB Kasih Ibu, dan disampaikan pula dalam rangka Hari Keluarga Nasional Tahun 2022 akan dilaksanakan pelayanan KB MOW secara serentak se-DIY Di RSKIA Sadewa Babarsari, Sleman, pada Sabtu (28/5). Kader IMP diaharapkan memberi KIE kepada pasangan usia subur di wilayah masing-masing untuk menyukseskan pelayanan KB demi terwujudnya keluarga kecil bahagia dan sejahtera.

Dalam materinya, Umi Wasriyati menyampaikan beberapa poin antara lain:

Remaja adalah seorang laki-laki atau perempuan usia 10-19 tahun (WHO) yang mengalami masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Remaja mengalami banyak perubahan diantaranya perubahan secara fisik dan perubahan secara psikis. Masa remaja adalah masa peningkatan laju pertumbuhan dan membutuhkan zat gizi yang lebih tinggi agar potensi pertumbuhan dan perkembangan dapat terpenuhi secara optimal.

Gizi seimbang bagi remaja antara lain yakni pemenuhan dalam hal protein, yaitu nutrisi yang berperan dalam proses pertumbuhan tulang dan otot hingga pertumbuhan seksual pada remaja. Karbohidrat adalah energi yang tidak hanya digunakan untuk melakukan pergerakan fisik, tapi juga berkonsentrasi di sekolah dan berpikir saat belajar. Karbohidrat sebaiknya didapatkan dari nasi merah, gandum, ataupun umbi-umbian. Lemak dianjurkan tidak melebihi 30 % dari total energi dan tidak lebih dari 10 % nya berasal dari lemak jenuh. 

Vitamin pada remaja juga penting. Ada beberapa jenis vitamin yang penting untuk dicukupi kebutuhannya. Vitamin A, misalnya, ini penting untuk penglihatan, pertumbuhan, reproduksi, dan sistem pertahanan tubuh atau imunitas. Vitamin C penting untuk percepatan pertumbuhan dan perkembangan karena berperan dalam pembentukan kolagen. Vitamin E sebagai sumber antioksidan yang penting selama masa pertumbuhan. 

Asam folat juga penting, karena kekurangan folat bisa menyebabkan terjadinya anemia megaloblastik. Selain itu, penting juga mineral, di mana pada remaja laki-laki yang dibutuhkan adalah 10-12 mg/hari, sedangkan remaja perempuan memerlukan 15 mg/hari. Serat juga penting dikonsumsi untuk menjaga fungsi organ pencernaan dan menurunkan resiko seseorang terkena penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung koroner, dan diabetes melitus.

Sumber gizi yang baik bagi remaja adalah:
1. Karbohidrat: Roti, jagung, pasta, nasi, gandum, kacang-kacangan, kentang, beras.
2. Protein hewani: ikan, telur, susu dan produk olahannya, daging merah, daging ayam.
3. Protein Nabati: gandum, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan biji-bijian
4. Lemak: alpukat, minyak zaitun, mentega, telur, ikan salmon
5. Sera: wortel, brokoli, alpukat, apel, jeruk, serta kacang merah dan ubi
6. Vitamin: sayuran, buah-buahan, vitamin B6, asam folat, B12, A, C, D, dan E
7. Mineral: susu, keju, tempe, oncom, ikan, kerang, dan sayur

Selanjutnya disampaikan juga ihwal akibat kurangnya gizi pada remaja, antara lain: lambatnya pubertas, yakni gangguan proses kematangan seksual berupa tanda-tanda seks sekunder dan kemampuan reproduksi. Hambatan pertumbuhan berat badan dan tinggi badan /gangguan pertumbuhan fisik, penyakit anemia, penyakit kronis seperti diabetes, jantung, kanker, osteoporosis saat dewasa.

Untuk konsumsi zat gizi ada 2 jenis: zat gizi makro (jumlah besar) dan mikro (jumlah sedikit). Zat gizi makro dibutuhkan dalam jumlah besar dengan komposisi: karbohidrat, lemak dan protein. Sedangkan zat gizi mikro dibutuhkan dalam jumlah sedikit dengan komposisi : vitamin, mineral dan serat makan.

Zat gizi mikro yang berperan menghindari stunting adalah: kalsium, pembentukan tulang dan gigi, pembentukan darah dan kontraksi otot (ikan teri kering, belut, susu, keju, kacang-kacangan. 

Yodium berguna untuk hormone tiroid yaitu mengatur metabolism, tumbuh kembang (ikan laut, udang dan kerang). Zink penting untuk metabolisme tulang, penyembuhan luka, fungsi kekebalan dan reproduksi laki-laki. (hati, kerang, telur dan kacang-kacangan). Zat besi penting untuk sistem kekebalan tubuh, pertumbuhan otak dan metabolism energy (ikan, daging, sayuran hijau dan buah-buahan). Asam Folat berfungsi pada periode pembelahan dan pertumbuhan sel, memproduksi sel darah merah dn mencegah anemia (bayam, lobak, kacang-kacangan, serelia dan sayur-sayuran).

Diet sehat remaja bisa dilakukan dengan mengurangi minuman manis (kue, soda, jus), mengurangi makan camilan/makanan ringan. Jika merasa lapar camilan bias diganti dengan makan sayur/buah.

Aktivitas yang baik untuk remaja antara: berolahraga teratur, tidak merokok, menjauhi napza, aktif dalam organisasi yang positif. Kegiatan ditutup dengan doa bersama.(*)
0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine