Cegah Stunting, Kalurahan Jerukwudel Bekali Materi PKBR Kepada Remaja Pra-Nikah dari 8 Padukuhan

Koresponden: Sabrur Rohim, SAg, MSI (pemred Cahaya Keluarga)


GIRISUBO
- Dalam rangka mensukseskan program PKBR (persiapan kehidupan berumahtangga bagi remaja) di wilayah Jerukwudel, Pemerintah Kalurahan Jerukwudel, Girisubo, secara rutin menggelar kegiatan penyuluhan PKBR tingkat kalurahan. Tajuk kegiatannya adalah, "Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) bagi Remaja Putri Pranikah". Pesertanya adalah remaja pranikah se-Jerukwudel, usia 15-24 tahun, jumlahnya sebanyak 32 orang yang mewakili 8 padukuhan. Kegiatan dilaksanakan pada Selasa (29/03) bertempat di balai kalurahan Jerukwudel, jam 09.00 WIB sd selesai. Narsumnya ada 3, yakni dari pendamping desa (program pencegahan stunting), penyuluh KB, serta pembina wilayah (UPT Puskesmas Girisubo).


Menyiapkan Remaja Pranikah

Lurah Jerukwudel, FA Fajar Wijayanto, di dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada segenap remaja se-kalurahan yang telah hadir untuk mengikuti kegiatan ini. Ada beberapa remaja yang diwakili oleh kader setempat karena mereka masih mengikuti kegiatan belajar-mengajar di sekolah, tetapi hal demikian tidak mengapa, karena yang penting pesan dan informasinya sampai.

Fajar berharap para peserta bisa menerima dan menyerap materi dengan baik dan maksimal, serta ke depannya bisa menyampaikan informasi atau pengetahuan yang diperoleh kepada remaja di wilayahnya masing-masing. Sebab para remaja peserta kegiatan ini mewakili 8 dusun se-Kalurahan Jerukwudel. Fajar berharap, remaja bisa menjadi contoh, teladan, dan model bagi teman sebaya di dusun masing-masing dalam pendewasaan usia perkawinan (PUP) serta menjadi remaja yang sehat dan berprestasi.

Kamituwa Jerukwudel, Parsiyati, SIP, mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini  di antaranya adalah untuk beberapa hal berikut: 

1. mengedukasi anak remaja untuk tidak melakukan pernikahan dini agar ke depan bisa terwujud keluarga yang berkualitas; 

2. meningkatkan pemahaman bagi remaja agar memiliki perencanaan kehidupan berkeluarga; 

3. meningkatkan pemahaman kepada remaja tentang pentingnya PUP (pendewasaan usia perkawinan), hal mana di dalamnya ada upaya untuk pencegahan kehamilan risiko tinggi, serta usaha agar tumbuh kembang anak yang dilahirkan tidak mengalami stunting;

4. menghindarkan remaja dari risiko terjangkitnya kanker mulut rahim, kanker leher rahim (serviks), khususnya pada remaja perempuan;

5. dengan adanya pemahaman tentang PUP, diharapkan remaja bisa terhindar dari putus sekolah, terhindar dari praktik KDRT, serta terhindar dari perceraian; serta

6. setelah remaja memperoleh wawasan dan pengetahuan dalam PUP dan KRR ini, diharapkan mereka bisa memberi edukasi kepada remaja sebaya di wailayahnya masing-masing ihwal pentingnya PUP dan KRR.

Dikatakan oleh Kamituwa Jerukwudel juga, bahwa kegiatan ini didanai dari Dana Desa dan sebagai perwujudan dari program yang telah dirancang dalam Musrenbangkal sebelumnya. "Ini juga sebagai wujud komitmen Kalurahan Jerukwudel untuk peduli pada peningkatan SDM warga masyarakat, khususnya remaja, sebelum memasuki kehidupan berkeluarga (berumahtangga). Kita sekian lama ini sudah mengadakan secara rutin saban tahun, dan terus akan kita laksanakan," ujar Parsiyati yang juga akseptor KB IUD ini kepada Cahaya Keluarga

Goal pentingnya, lanjut Kamituwa Jerukwudel, adalah untuk menyokong suksesnya program pencegahan stunting di Jerukwudel. Sebab, keadaan stunting sebenarnya adalah dampak atau akibat, yang berawal dari perencanaan keluarga. Misalnya, sebagaimana kita tahu, banyak kasus stunting terjadi pada pasangan suami-istri yang nikah secara dini (istri di bawah 20 tahun), dan kebanyakan tak terencanakan. 

"Perencanaan keluarga yang baik insya Allah akan berdampak positif menurunnya kasus stunting pada anak-anak yang akan dilahirkan. Nah, pelatihan kali ini bertujuan memberi bekal agar remaja bisa merencanakan keluarganya dengan baik," tegas Parsiyati.


3 Materi 

Kegiatan pelatihan ini terbagi menjadi tiga sesi. Sesi yang pertama diisi oleh Heni Nurhayati, SKep, yang menyampaikan materi tentang, "Konsep Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) dan Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR). Heni pada sesi ini memaparkan tentang konsep kespro remaja baik menyangkut fungsi, komponen, dan prosesnya. Disampaikan oleh Heni seputar (1) definisi remaja; (2) ciri-ciri remaja; (3) perubahan fisik pada remaja, baik remaja laki-laki atau perempuan; (4) masalah-masalah pada remaja; (5) apa saja kegiatan remaja yang positif; (6) tips bagaimana merawat alat reproduksi; (7) wawasan moral tentang nilai baik dan buruk yang layak diketahui remaja; (8) bahaya pergaulan bebas; (9) kehamilan dan persalinan; serta (9) persiapan yang mesti dimiliki remaja sebelum masuk ke pelaminan.  

Materi kedua disampaikan oleh Sabrur Rohim, SAg, MSI selaku penyuluh KB pembina wilayah Kalurahan Jerukwudel. Sabrur menyampaikan materi tentang, "Persiapan Kehidupan Berumahtangga bagi Remaja (PKBR)", yang menyingkap hal-ihwal apa saha yang mesti dimiliki remaja sebagai wawasan dan pengetahuan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Dalam paparannya Sabrur menyampaikan beberapa hal, di antaranya: (1) konsep rumah tangga (keluarga); (2) konsep remaja; (3) Triad KRR; (4) kesehatan reproduksi remaja (KRR); (5) pendewasaan usia perkawinan (PUP); (6) Hindari 4 Terlalu; serta (7) konsep Peer Group (kelompok sebaya). Poin pentingnya, Sabrur mengajak remaja Jerukwudel agar menjadi contoh atau teladan bagi remaja sebaya di lingkungannya masing-masing untuk mendewasakan usia perkawinan, agar ke depannya bisa berperan dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas, melahirkan generasi yang cerdas, generasi yang bisa bersaing di kompetisi nasional dan global. 

Materi ketiga disampaikan oleh pembina desa dalam program pencegahan stunting, Gunawan Aribowo, SIP. Gunawan membawakan materi, "Perlunya Pemahaman Pendewasaan Usia Perkawinan bagi Remaja Pranikah dalam rangka Pencegahan Stunting," yang poin pentingnya juga bersenyawa dengan materi dari dua narsum sebelumnya, yakni pada pengayaan wawasan kepada peserta (remaja) tentang PUP. 

"Pendewasaan usia perkawinan berperan penting dalam pencegahan stunting, karena stunting bukanlah terjadi begitu saja pada anak, akan tetapi sangat ditentukan oleh cara orangtua di dalam memberikan asah, asih, dan asuh kepada buah hatinya, bukan ketika anak itu lahir, tetapi bahkan sebelum terjadinya kehamilan," tegas Gunawan. 

Dengan PUP ini, kata Gunawan, remaja diarahkan untuk mempersiapkan diri sejak dini secara fisik, akademis, sosial, mental, spiritual sebelum memasuki kehidupan berumahtangga. Harapannya, remaja-remaja Jerukwudel kelak benar-benar telah siap dari segala aspeknya saat akan memasuki bahtera rumah tangga, sehingga nanti keluarganya bisa sehat dan sejahtera lahir dan batin dan tidak akan melahirkan generasi yang stunting. 

*** 

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan penyuluhan PKBR ini, PKB pembina wilayah selaku perwakilan dari BPKB Girisubo telah menjalin kesepakatan bersama Pemerintah Kalurahan Jerukwudel untuk segera membentuk poktan PIK Remaja di Jerukwudel, sebagai wadah kegiatan komunikasi, edukasi, dan informasi (KIE) PKBR bagi remaja Jerukwudel, agar pembinaannya lebih terarah.(*)   

0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine