Melalui Bimbingan Perkawinan, Kita Wujudkan Keluarga Berkualitas

Oleh: Dra Lilih Eryani (penyuluh KB kapanewon Semin, Gunungkidul)

Istilah stunting yang dulunya terdengar sangat aneh dan asing di telinga kita, saat ini merupakan hal yang sangat familiar saat ini. Orang yang paham dan berpikiran jauh, setelah mengerti apa itu stunting tentunya kemudian berpikir dan membayangkan nasib generasi kita nanti seperti apa dan bagaimana juga dengan nasib bangsa kedepan nantinya. Namun pada kenyataannya ternyata masih banyak masyarakat yang belum tahu dan paham tentang stunting. 

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 2024 ada 7 (tujuh) Agenda Pembangunan/Prioritas Nasional (PN), dua diantaranya yaitu untuk Meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Berkualitas dan Berdaya Saing, serta Mendukung Revolusi Mental dan Pembangunan Kebudayaan. SDM yang berkualitas dan berdaya saing, yaitu SDM yang sehat dan cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter. Namun saat ini persoalan terkait SDM, yang menjadi hambatan adalah masih tingginya angka stunting di Indonesia yang masih dalam angka 27,7% sehingga perlu mendapatkan intervensi segera. Stunting ini menjadi salah satu masalah yang cukup membahayakan. Tidak sekadar masalah fisik seseorang, tetapi akan meluas menjadi masalah Nasional dengan kehilangan generasi (lost-generation), sekaligus menjadi beban yang semakin membesar jika tidak dihentikan.

Sebagaimana yang kita ketahui, peran keluarga merupakan hal yang perlu dioptimalkan dalam membentuk generasi yang berkualitas dan berkarakter. Saat ini salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian dalam membentuk generasi yang berkualitas adalah adanya resiko stunting. Mengingat sangat diperlukannya intervensi pemerintah untuk menghindarkan generasi yang akan datang dari kondisi stunting, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memberikan amanat melalui Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Melalui upaya dari multi pihak dan multi sektor, Kementrian Agama dengan kegiatan “Bimbingan Perkawinan” di tingkat kecamatan yang dilaksanakan secara berkala diharapkan mampu membekali para calon keluarga dan keluarga baru (calon pengantin dan pengantin baru) nantinya menjadi keluarga-keluarga yang berkualitas baik dari segi fisik maupun spiritual yang pelaksanaannya melibatkan lintas sektor diantaranya dari unsur Kesehatan dan Penyuluh KB, dimana materi yang tugaskan kepada Penyuluh KB adalah: Membentuk Generasi yang Berkualitas.


Generasi Berkualitas Dibentuk Sejak Sebelum Berkeluarga (Pra-Nikah)

Menurut Undang-undang No 52 tahun 2009, keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya. Kemudian dasar dalam membentuk sebuah keluarga menurut Undang-undang No.16 Tahun 2019 yang merupakan perubahan dari Undang-undang No 1 tahun 1974 tentang batas usia minimal pernikahan bagi laki-laki dan perempuan secara Kesehatan reproduksi sudah mengalami perbaikan dari yang semula 16 tahun menjadi 19 tahun. Kini baik perempuan atau laki-laki, batas minimalnya sam: 19 tahun.

Sebelum menikah, seseorang harus tahu dan paham tentang apa tujuan berkeluarga, karena menikah tidak sekedar melaksanakan ijab qobul dan mengadakan pesta saja tetapi lebih dari itu. Tujuan menikah menurut Islam seperti dikutip dari merdeka.com antara lain adalah:

  1. Melaksanakan sunnah Rasul

Menikah merupakan perintah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW, sebagaimana sabdanya:

Menikah itu termasuk dari sunnahku, siapa yang tidak mengamalkan sunnahku, maka ia tidak mengikuti jalanku. Menikahlah, karena sungguh aku membanggakan kalian atas umat-umat yang lainnya, siapa yang mempunyai kekayaan, maka menikahlah, dan siapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa, karena sungguh puasa itu tameng baginya.” (HR Ibnu Majah)

  1. Menguatkan Ibadah sebagai Benteng Kokoh Akhlak Manusia

Pernikahan merupakan hal yang mulia dalam Islam. Ikatan suci yang bermanfaat dalam menjaga kehormatan diri, serta terhindar dari hal-hal yang dilarang agama.

Apabila telah menikah, diketahui baik untuk mmenundukkan pandangan. Juga membentengi diri dari perbuatan keji dan merendahkan martabat, salah satunya zina.

  1. Menyempurnakan separuh agama

Para ulama menjelaskan bahwa yang umumnya merusak agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya. Nikah berarti membentengi diri dari salah satunya, yaitu zina dengan kemaluan.

"Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR Al Baihaqi)

  1. Menjalankan perintah Allah

Dalam Alquran surat An Nuur ayat 32, Allah memerintahkan hamba-Nya agar menikah dan tak mengkhawatirkan soal rezeki sebab Allah akan mencukupkannya.

Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Nur: 32)

  1. Mendapatkan Keturunan

Demi melestarikan keturunan putra-putra Adam, tujuan pernikahan dalam Islam termasuk mendapatkan keturunan. Salah satu jalan investasi di akhirat, selain beribadah, termasuk pula keturunan yang sholeh/sholehah.

"Dan Allah menjadikan bagimu pasangan (suami atau istri) dari jenis kamu sendiri dan menjadikan anak dan cucu bagimu dari pasanganmu, serta memberimu rizki dari yang baik. Mengapa mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah?” (QS An-Nahl: 72)

  1. Penyenang Hati dalam Beribadah

Menikah akan membuat seseorang lebih merasakan ketenangan hati dan ketenteraman jiwa. Hal tersebut tertuang dalam firman Allah Ta’ala:

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” (QS Al-Rum: 21)

  1. Membangun Generasi Beriman

Bertanggung jawab terhadap anak, mendidik, mengasuh, dan merawat hingga cukup usia. Jalan ibadah sekaligus sedekah yang menjadi bekal di akhirat kelak.

"Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya." (QS Al-Thur: 21).

  1. Memperoleh Ketenangan

Perasaan tenang dan tentram atau sakinah, akan hadir seusai menikah. Bukan sekedar untuk melampiaskan syahwat atau perasaan biologis saja, karena hal ini bisa mengurangi ketenangan tersebut.

"Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia ciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS al-Rum: 21).


Diantara 8 tujuan menikah tersebut, satu diantaranya adalah untuk
mendapatkan keturunan (regenerasi). Hal ini seiring juga dengan 8 fungsi keluarga yang salah satu fungsinya adalah fungsi reproduksi. Reproduksi adalah proses melanjutkan keturunan pada manusia (regenerasi). Keturunan yang bagaimana yang diinginkan? Tentu saja adalah keturunan yang sehat dan berkualitas. Untuk mendapatkan keturunan yang sehat & berkualitas, tentunya harus dipersiapkan sejak sebelum menikah (pra konsepsi), kemudian masa kehamilan, melahirkan, nifas hingga pada masa baduta dan dilakukan secara berkelanjutan.

Terkait dengan penyiapan generasi berkualitas dari sebelum menikah ini pada kenyataannya banyak remaja dan catin yang belum paham, sehingga melalui berbagai upaya untuk mengedukasi mereka dari berbagai sektor/pihak dilakukan termasuk diantaranya melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwin) sehingga harapannya kecuali paham penyiapan pada saat pra nikah, mereka juga paham tentang pentingnya pengasuhan 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) sehingga keturunan yang dilahirkan kelak akan menjadi generasi yang berkualitas, terbebas dari stunting.


Pentingnya persiapan Pra-Konsepsi

Yang dimaksud pra konsepsi adalah masa dimana seseorang sebelum melakukan konsepsi atau sebelum hamil. Selama minimal 3 bulan sebelum menikah/hamil, calon pengantin melakukan persiapan dengan melakukan screening/pemeriksaan kesehatan sehingga diketahui status gizinya. Hal ini penting untuk dilakukan karena pada saat konsepsi demi menelorkan bibit yang sehat maka baik laki-laki maupun perempuan harus sama-sama dalam keadaan yang sehat juga. Sehingga penting untuk dipahami bagi calon pengantin perempuan dan laki-laki tentang tentang hal-hal yang dilakukan dan dihindari dalam rangka proses regenerasi itu. Asupan vitamin yang sangat dibutuhkan dalam rangka persiapan reproduksinya serta perilaku yang harus dihindari antara lain:

  1. Untuk catin perempuan : Minum asam folat, tablet tambah darah, vitamin D

(butuh waktu 90 hari)

  1. Untuk catin laki-laki : Konsumsi Zinc, Vitamin C, tdk berendam di air hangat,

kurangi merokok (butuh waktu 75 hari)


Menanamkan Pemahaman 1000 HPK

Calon pengantin sangat perlu paham tentang pentingnya 1000 HPK. Pada 1000 hari pertama kehidupan manusia itu akan menentukan kualitas keturunan atau generasi yang akan datang. Karena begitu berharganya 1000 HPK ini sehingga masa ini disebut golden period atau periode emas, dimana otak manusia akan berkembang secara cepat pada periode ini. Dengan memberikan gambaran proses reproduksi manusia, dari mulai bertemunya sel telur dan sperma kemudian menjadi embrio dan perkembangannya sampai dengan bayi siap dilahirkan, hal-hal apa yang sebaiknya dilakukan dan harus dihindari pada masa kehamilan, harapannya para calon pengantin apabila saatnya hamil kelak bisa menjaga janin yang dikandungnya agar terhindar dari segala resiko/gangguan kehamilan sehingga bayinya lahir sehat dan tidak stunting. 

        Hal-hal yang harus dilakukan oleh ibu hamil diantaranya: Pemeriksaan kehamilan (ANC) minimal 6x selama kehamilan, dua kali diantaranya periksa dengan dokter ahli kandungan, Makan makanan bergizi, Minum Tablet tambah Darah dan asam folat, Imunisasi TT dan Konseling menyusui & KB pasca salin. 

     Kemudian pada masa melahirkan, nifas dan menyusui ada beberapa hal yang dipahamkan pada para catin antara lain bahwa persalinan harus dilakukan oleh nakes, tentang inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI Eksklusif & makanan pendamping ASI, immunisasi dasar lengkap, pemberian vitamin A, nutrisi yang tepat & optimal utk ibu menyusui, KB Pasca salin serta pemberian ASI sampai 2 tahun. 

        Maknanya adalah bahwa melakukan sesuatu dengan perencanaan yang baik itu hasilnya akan lebih baik juga. Dengan terbekalinya para catin tentang materi 1000 HPK harapannya akan merubah pola pikir dan perilaku salah yang disebabkan karena tidak paham menjadi merasa sangat perlu dan penting bahkan menjadikan gaya hidup yang penuh perencanaan demi menelorkan generasi yang berkualitas. “Semua berawal dari rencana, untuk membangun kehidupan keluarga yang lebih baik”. Ingat, hidup berencana itu keren...!(*)

0 Viewers

Post a Comment

2 Comments

  1. Halo, Saya Nyonya Elina Johnson, dari ELINA JOHNSON LOAN FIRM, inilah pinjaman Asli yang akan mengubah hidup Anda menjadi lebih baik,  perusahaan pemberi pinjaman, Diberikan dan Dilisensikan untuk menawarkan pinjaman kepada individu, perusahaan swasta, dan orang yang membutuhkan Bantuan keuangan dalam tingkat manfaat rendah sebanyak 2%.

    Saya Nyonya Elina Johnson, akan memberikan yang terbaik dari rasa hormat kami kepada semua pelamar yang sah.

    Anda tidak akan kecewa dengan saya dalam kesepakatan bisnis ini karena perusahaan akan memastikan pinjaman Anda sampai kepada Anda, itu juga tidak berakhir di situ, kami memiliki tim ekspatriat yang memahami hukum investasi, mereka akan membantu Anda, memberi Anda kiat yang akan membantu Anda mengelola investasi tempat Anda menginvestasikan pinjaman Anda, sehingga Anda tidak akan bangkrut lagi dalam hidup Anda dan penawaran luar biasa ini menyertai pinjaman Anda,  Hubungi kami hari ini melalui email elinajohnson22@gmail.com

    Layanan kami meliputi sebagai berikut:

    * Pinjaman pribadi
    * Pinjaman Dijamin
    * Pinjaman tidak dipagari
    * Hasil pinjaman
    * Pelatihan Pinjaman
    * Pinjaman gadai pinjaman
    * Pembayaran pinjaman
    * Pinjaman mahasiswa
    * Pinjaman Komersial
    * Pinjaman Mobil
    * Resolusi Pinjaman
    * Pinjaman Pengembangan
    * Dept pinjaman pinjaman
    * Pinjaman Bisnis
    * Pinjaman pendidikan
    * Janji rusak

    Silakan isi formulir aplikasi pinjaman di bawah ini dan kembalikan kepada kami untuk melayani kami dengan lebih baik melalui email: elinajohnson22@gmail.com

    DATA PEMOHON
    1) Nama Lengkap:
    2) Negara:
    3) Alamat:
    4) Negara:
    5) jenis kelamin:
    6) Status Perkawinan:
    7) Pekerjaan:
    8) Nomor Telepon:
    9) Posisi saat ini di tempat kerja:
    10) Pendapatan bulanan:
    11) Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan:
    12) Durasi Pinjaman:
    13) Tujuan Pinjaman:
    14) Agama:
    15) Apakah Anda pernah melamar:
    16) Tanggal lahir: terima kasih,
    Nyonya Elina Johnson ( elinajohnson22@gmail.com)

    ReplyDelete
  2. Halo semuanya

    saya Nurliana Novi dan saya di sini dengan kabar baik.
    BANK DUNIA dan PBB, akhirnya melepaskan pinjaman dan hibah kepada Perusahaan, perusahaan individu, bisnis dan usaha kecil di seluruh dunia untuk memungkinkan Ekonomi tumbuh kembali ke keadaan semula, dengan fokus besar di Asia dan Afrika.

    Saya senang untuk memberitahu Anda bahwa dari sepuluh perusahaan yang dipilih untuk memberikan pinjaman ini, ELINA JOHNSON GLOBAL LOAN FIRM kami sendiri telah dipilih sebagai salah satu perusahaan pinjaman yang dapat diandalkan untuk memberikan pinjaman ini.
    Jika bisnis Anda terpengaruh karena pandemi ( covid19) preferensi khusus akan diberikan kepada Anda.

    Jadi buruan sekarang, hubungi ibu Elina Johnson sekarang juga, dibawah ini emailnya....elinajohnson22@gmail.com.
    Anda dapat menghubungi saya di sini di email saya juga untuk pertanyaan dan klarifikasi lebih lanjut. (nurliananovi96@gmail.com)

    ReplyDelete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)

The Magazine