MELAMPAUI TARGET...! Percepatan Vaksinasi Berbasis Keluarga di Gunungkidul

Koresponden: Asar J Lestari & Sabrur Rohim (PKB Tanjungsari & Girisubo)


GUNUNGKIDUL | Berdasarkan arahan Presiden, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan program percepatan capaian nasional vaksinasi Covid-19 melalui pendekatan keluarga di semua wilayah. BKKBN bertugas untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi keluarga terdiri anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, maupun anggota keluarga lainnya yang belum tervaksin. Vaksin Covid-19 berbasis keluarga ini diharapkan dapat memutus penyebaran Covid-19 kluster keluarga. 

Dengan vaksin berbasis keluarga tersebut, diharapkan lebih mudah untuk mengetahui siapa yang sudah di vaksin atau yang belum sehingga diharapkan herd immunity di tingkat keluarga bisa segera terbentuk.


3 Tahapan

Mekanisme kegiatan Vaksinasi Covid-19 bagi Keluarga merujuk pada mekanisme standar vaksinasi Covid-19 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan. Secara umum vaksinasi dilakukan melalui beberapa tahapan kegiatan, yakni:

1. Tahap pra-vaksinasi, yaitu tahapan persiapan. Kegiatan persiapan perlu dilakukan untuk memastikan vaksinasi yang akan dilakukan berjalan dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Penentuan sasaran vaksinasi, vaksinator (pelaksana vaksinasi), beserta dukungan tenaga lainnya, seperti: pendamping, administrasi, promosi, edukasi, logistik, dan keamanan; pembahasan serta penetapan secara pasti nama-namanya beserta alamat dan nomor telepon/email yang masih aktif. 

2. Tahap vaksinasi, yaitu tahapan pelaksanaan kegiatan. Tata cara pelaksanaan vaksinasi merujuk pada aturan/mekanisme yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Selain pelaksanaan vaksinasi, kegiatan pencatatan dan pelaporan dilaksanakan dalam tahapan ini. Kegiatan monitoring, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat juga dilakukan dalam tahapan ini,melalui metode dan peralatan yang memungkinkan. 

3. Tahap pasca-vaksinasi, yaitu tahapan pemantauan dan evaluasi. Evaluasi dilaksanakan secara berkala, setelah kegiatan vaksinasi selesai berdasarkan data dan informasi yang dikumpulkan melalui kegiatan pencatatan dan pelaporan, serta kegiatan monitoring (langsung/ tidak langsung).


Persiapan

Dalam rangka menyukseskan program percepatan pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi keluarga ini, BKKBN melakukan berbagai persiapan, mulai dari advokasi sampai menyiapkan tenaga lini lapangan Program Bangga Kencana untuk mendukung penggerakan serta edukasi kepada masyarakat. 

Untuk wilayah Kabupaten Gunungkidul, pada hari Jumat (13/08) Plt Kepala Perwakilan BKKBN DIY M.V Chinggih Widanarto, SE, M.Si melakukan audiensi kepada Bupati Gunungkidul. Pada kesempatan ini, Kepala Perwakilan BKKBN DIY diterima langsung oleh Bupati HSunaryanta didampingi Plt Kepala DP3AKBPM dan D kabupaten Gunungkidul, Drs Ir awan Jatmiko, MSi. 

Audensi ini membahas pelaksanaan program percepatan vaksinasi masal bagi keluarga di wilayah Kabupaten gunungkidul. Perwakilan BKKBN DIY berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Gunungkidul menargetkan pada bulan September bisa mulai membantu percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, dengan sasaran awal 1000 vaksin.

Menindaklanjuti hasil audiensi tersebut, pada Hari Kamis, 19 Agustus 2021 Plt Kepala DP3AKBPM dan D Kabupaten Gunungkidul, Drs. Irawan Jatmiko, M.Si memimpin rapat koordinasi terkait pelaksanaan vaksinasi masal bagi keluarga di wilayah Gunungkidul. Dalam arahannya, Plt Kepala DP3AKBPM dan D mengatakan vaksinasi masal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bekerjasama dengan Perwakilan BKKBN DIY ini merupakan kegiatan untuk mendukung tercapainya herd imunity dan akan digelar di 5 kapanewon. 

Dalam rakor tersebut diputuskan bahwa kegiatan vaksinasi ‘seribu vaksin bagi keluarga’ ini akan dilaksanakan pada tanggal 9 September 2021 dengan sasaran wilayah Kapanewon Patuk, Kapanewon Nglipar, Kapanewon Playen, Kapanewon Karangmojo, dan Kapanewon Semanu.


"Bergada Mbangun Desa"
Setelah melalui berbagai rangkaian persiapan, kegiatan vaksinasi masal bagi keluarga dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 9 September 2021. Sebagai lokasi tempat launching dan seremonial di Kapanewon Karangmojo, yakni di PMB Yustina Sri Widati, SST, Karangmojo. Pada kesempatan ini Bupati Gunungkidul beserta istri, Dyah Sunaryanta, hadir didampingi Kepala DP3AKBPM dan D Kabupaten Gunungkidul Drs Sujarwo, MSi, untuk melakukan peninjauan langsung pelaksananan kegiatan di PMB Yustina Sri Widati, SST wilayah Kapanewon Karangmojo. Pada sambutannya, Kepala Dinas pertama-tama menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas segenap lintas sektor yang telah hadir pada acara tersebut, dari tingkat provinsi, kabupaten, kapanewon, sampai tingkat kalurahan.

Kepada Bupati Sujarwo mengatakan bahwa kegiatan kali ini sebagai perwujudan atas instruksi Bupati agar selalu berada di lapangan, mengidentifikasi permasalah, dan membantu kesulitan-kesulitan yang dihadapi masyarakat. Kegiatan vaksinasi keluarga kali ini, kata Sujarwo, adalah dalam rangka mempercepat vaksinasi masyarakat sehingga pandemi covid-19 bisa segera hilang dari wilayah Gunungkidul. Dikatakan oleh Sujarwo juga bahwa kegiatan vaksinasi berbasis keluarga ini hasil kerjasama dari semua pihak, dari tingkat provinsi (Perwakilan BKKBN DIY), kabupaten, kapanewon, sampai tingkat kalurahan, baik instansi formal maupun non formal, tanpa modal apa pun, tetapi hanya semangat dan motivasi untuk membantu masyarakat.

"Oleh karena itu, saya menamkannya 'bergada mbangun ndesa'," kata Sujarwo yang disambut tepuk tangan hadirin. 

Sujarwo sangat mengapresiasi peran serta para kader di tingkat kalurahan dan dusun yang telah bekerja keras menggerakkan masyarakat (keluarga) untuk mengikuti vaksinasi covid-19 ini.

Gunungkidul Itu Spesial
Bupati Gunungkidul, H Sunaryanta, juga memberikan sambutannya dalam acara tersebut.  Dalam sambutannya Sunaryanta pertama-tama menyampaikan terimakasih kepada segenap pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan vaksinasi, terlebih lagi kepada pihak TNI/Polri yang telah berperan secara signifikan. Dikatakan oleh Bupati bahwa vaksinasi di Gunungkidul telah mencapai kemajuan yang signifikan dan lebih bagus dibanding wilayah lain baik secara nasional maupun di regional DIY. "Per hari ini sudah sampai 50% lebih, namun demikian angka positif juga masih terus terjadi, hanya saja alhamdulillah di kisaran 30-an kasus, beberapa hari yang lalu di kisaran 50-an kasus. Kasus kematian akibat covid-19 juga masih terus terjadi, meski angkanya kecil. Tetapi ini membuktikan bahwa dampak pandemi ini bisa kematian," ujar Sunaryanta.
 
"Saya berharap kegiatan vaksinasi ini akan berjalan dengan baik, untuk sampai di angka minimal 70%, yakni sekitar 595 ribu warga, sehingga nantinya akan terbentuk herd immmunity. Tentu saja, ini semua membutuhkan waktu, tetapi mudah-mudahan pada Desember nanti, atau paling lambatnya Januari tahun depan, target kita sudah bisa dipenuhi," harap Bupati.

"Di beberapa wilayah lain, destinasi wisata sudah dibuka. Tetapi Gunungkidul belum. Ini karena Gunungkidul itu spesial, merupakan magnet wisata. Jadi jika dibuka sedikit saja tentu akan mengundang banyak wisatawan masuk, dan tentu ini sangat berisiko menimbulkan kerumunan sehingga akan meningkatkan penyebaran virus," ujar Sunaryanta.

Saat sesi khusus bersama para wartawan, Bupati mengatakan bahwa di bulan-bulan ini kita genjot untuk vaksinasi pertama, sehingga harapannya pada akhir tahun atau setidaknya awal tahun depan sudah selesai semua untuk vaksinasi tahap duanya nanti. Dikatakan juga oleh Sunaryanta bahwa kebiajakan pemerintah daerah dalam vaksinasi ini, juga bagaimana penyikapan atas status level PPKM di Gunungkidul sendiri, tetap mengacu pada instruksi dari pemerintah pusat dan provinsi, tidak bisa membuat kebijakan sendiri.


Melampaui Target 
Sebagai tanda dimulainya vaksinasi berbasis keluarga, Bupati dan Diyah Sunaryanta memanggil masing-masing 3 orang peserta untuk divaksin. Sunaryanta dan Diyah juga berkesempatan melihat langsung proses screening dan penyuntikan vaksin itu sendiri kepada beberapa peserta yang tadi dipanggil.

Salah satu peserta vaksinasi, Ari Wibowo, asal Banjardowo, Karangmojo, yang datang bersama istrinya, saat diwawancarai Cahaya Keluarga, mengatakan sangat senang bisa mengikuti kegiatan vaksinasi ini karena bisa berpartisipasi mendukung program yang dilaksanakan oleh pemerintah.

Peserta lain, Lia Pramisti, asal Ngepung, Karangmojo, yang datang ke lokasi bersama ibunya, juga menyatakan senang bisa ikut kegiatan vaksinasi kali ini. Motivasi mengikuti kegiatan ini adalah agar dirinya memiliki kekebalan, dan ini bukan semata untuk kepentingan dirinya, tetapi juga orang lain. "Saya mengajak kepada warga yang lain yang belum vaksin, agar segera vaksin, karena ini untuk kesehatan kita, untuk penurunan angka covid-19 di daerah kita. Apalagi vaksin itu tidak sakit, kok. Jadi tak perlu takut," kata Lia.


Koordinator PKB Karangmojo, Dinarsih, kepada Cahaya Keluarga menyampaikan terimakasih kepada segenap pihak yang telah membantu suksesnya acara vaksinasi berbasis keluarga ini. Dinarsih juga mengajak kepada keluarga yang belum melakukan vaksinasi agar segera melakukannya, dan BPKB Karangmojo akan menyisir kembali keluarga-keluarga yang belum vaksinasi untuk didaftarkan pada kegiatan vaksinasi di lain kesempatan.

Dinarsih mengingatkan kepada para PUS akseptor KB agar tetap tertib dalam penggunaan kontrasepsi di masa pandemi seperti sekarang ini. "Kalau waktunya suntik, ya suntik, waktunya bongkar pasang implan, IUD, juga tetap lakukan sesuai jadwalnya. Selain itu, saya menyarankan bahwa kontrasepsi terbaik di masa pandemi ini adalah MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang), karena akan menghindarkan kita dari kerumunan," pungkas Bu Din, sapaan akrabnya.  

Pelaksanaan vaksinasi bagi keluarga di Kabupaten Gunungkidul ini terlaksana dengan sukses berkat dukungan dan kerjasama berbagai pihak : Perwakilan BKKBN DIY, DP3AKBPM dan D Gunnungkidul, Dinas Kesehatan, IBI Gunungkidul, Korem 072 Pamungkas, Kodim 0730 Gunungkidul, Praktek Mandiri Bidan, Puskemas, DPC IPeKB Gunungkidul dengan melibatkan PKB dan tenaga lini lapangan di wilayah tersasar. 

Sampai akhir pelaksanaan, vaksinasi terlaksana kepada 1.644 anggota keluarga, sehingga ini melampaui target. Adapun rinciaan sasaran tervaksin di wilayah Kapanewon Karangmojo 368 orang, Patuk 200 orang, Playen 255 orang , Nglipar 295 orang, dan Semanu 526 orang. Melalui vaksinasi masal bagi keluarga ini, semoga pandemi covid-19 di wilayah Kabupaten Gunungkidul bisa makin terkendali. Salam BKKBN, sahabat keluarga Indonesia...!(*)
0 Viewers

Post a Comment

1 Comments

  1. Do you need a Loan?
    Are you looking for Finance?
    Are you looking for a Loan to enlarge your business?
    I think you have come to the right place.
    We offer Loans at low interest rate.
    Interested people should please contact us on
    For immediate response to your application, Kindly
    reply to this emails below only.
    Whats app +918256953815
    mrwilliam751@gmail.com
    Please, do provide us with the Following information if interested.

    1) Full Name:………
    2) Gender:………
    3) Loan Amount Needed:………
    4) Loan Duration:………
    5) Country:………
    6) Home Address:………
    7) Mobile Number:………
    8)Monthly Income:…………………
    9)Occupation:………………………
    )Which site did you here about us…………………

    Thanks and Best Regards.
    mrwilliam751@gmail.com
    +918256953815

    ReplyDelete
Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)

The Magazine