Orientasi Supervisor, PKB Sampaikan Materi Mekanisme dan Tatacara PK21

Koresponden: A Harwanto, SSos & Ervina Budiarti (PKB & pramusaji Saptosari)


SAPTOSARI
| Selasa (9/03) pukul 09.00-15.30 WIB bertempat di Balai Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana Kanapewon Saptosari telah diselenggarakan orientasi bagi supervisor PK21. Acara tersebut diikuti oleh supervisor PK21 yang berjumlah 7 orang serta dihadiri oleh PKB Kapanewon Saptosari, Patwara Wibawa, SE, MAP dan Ahmad Harwanto, SSos, serta pramusaji, Ervina Budiarti. Acara tersebut juga dihadiri oleh Panewu Kapanewon Saptosari, Jarot Hadiatmojo, SIP, MSi selaku narasumber. 


Tidak Ada Kaitan dengan Bantuan

Acara dibuka dengan doa bersama oleh Koordinator PKB Kapanewon Saptosari. Selanjutnya acara diambil alih oleh Panewu Saptosari yang menyampaikan mengenai penjelasan umum PK 2021. Dikatakan Jarot, bahwasanya PK 2021 adalah potret pendataan yang sebenarnya di lapangan sehingga dihimbau untuk kader pendata untuk menjelaskan kepada responden di lapangan, bahwa kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan bantuan PKH ataupun bantuan yang lain dengan tujuan jawaban yang didapat sesuai dengan keadaan realita responden. 

Penting untuk diperhatikan juga untuk kader pendata, lanjut Jarot, agar tidak mengelabuhi data yang hanya dikerjakan di atas meja atau mengira-kira data responden, sehingga dengan seperti ini data yang dihasilkan tidak sesuai dengan potret atau keadaan sebenarnya dilapangan. Karena, data yang dihasilkan PK 2021 sangat berguna bagi kemajuan Kapanewon Saptosari pada khususnya dan data tersebut dapat dipertanggungjawabkan, karena di era yang digital seperti ini landasan untuk membuat suatu kebijakan adalah berdasarkan data.

Data yang akan diperoleh dari PK21 adalah KB, kependudukan dan pembangunan keluarga dan stunting, dan bahwa metode PK21 adalah sensus dengan door to door dengan responden, sehingga perlu sekali untuk tetap menjaga protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, yaitu dengan memakai  masker, menjaga jarak dengan responden, dan selalu gunakan handsanitizer atau mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Panewu juga menekankan kepada kader pendata PK21 agar selalu menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi dan cukup istirahat dan yang tak kalah penting adalah kelola stres agar imun tidak drop. "Semoga kegiatan ini diberikan kelancaran dan juga kita semua diberikan kesehatan dan akan dicatat sebagai amal kebaikan untuk kita semua," pungkas Jarot. 


Mekanisme & Tata Cara PK21 

Acara selanjutnya adalah penjelasan inti bagi supervisor PK21 yang dijelaskan oleh Ahmad Harwanto, SSos. Harwanto menjelaskan beberapa hal, al:

A. Mekanisme dan dan tata cara pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2021

Pendataan Keluarga merupakan kegiatan lima tahunan BKKBN untuk mendapatkan data keluarga Indonesia. Hal ini sesuai dengan Undang-undang No 52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga, yang diperkuat dengan Peraturan Pemerintah No 87 Tahun 2014 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Keluarga Berencana, dan Sistem Informasi Keluarga. Peraturan tersebut  mengamanatkan bahwa dalam rangka mendukung penyelenggaraan perkembangan Program Kependudukan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) diperlukan Data dan Informasi Keluarga yang dikelola dalam sistem informasi keluarga (SIGA). Kegiatan ini akan kita laksanakan selama 2 bulan yaitu dari 1 April sampai 31 mei 2021.

Keluarga yang akan didata adalah yang telah tinggal di wilayah tersebut sekurang-kurangnya 6 bulan atau berencana menetap diwilayah tersebut sekurang-kurangnya 6 bulan, walaupun belum memiliki berkas administrasi kependudukan diwilayah tersebut. Langkah pertama yang akan kita lakukan adalah sbb:

a. Membuat daftar keluarga yang akan didata pada satu RT.

b. Lekukan updating sesuai kondisi nyata di RT tersebut.

c. Pastikan semua keluarga yang ada dalam daftar sesuai dengan definisi keluarga.

d. Nomor urut keluarga 001 dimulai dari keluarga yang letak rumahnya berada paling utara (opsional).

e. Sket peta keluarga dibuat dengan menggambarkan keluarga beserta batas alam, jalan maupun fasilitas umum yang terdapat di RT tersebut.

f. Tuliskan nomor rumah dan nomor urut keluarga. Gambarkan dalam 1 rumah terdapat beberapa jumlah keluarga didalamnya.

Selain langkah-langkah di atas, kader pendata harus tahu apa yang dimaksud dengan kelurga. Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami-istri, suami-istri dana anaknya, ayah anak, ibu dan anak. Keluarga khusus adalah keluarga yang tidak memenuhi definisi keluarga, namun memiliki hubungan keluarga sesama anggotannya, misal kakak dan adik tanpa orangtua, seorang kakek/ nenek dan cucu saja atau seorang diri.

B. Manajemen Data bagi Supervisor

Fungsi dan tugas pokok supervisor adalah sbb:

1. Pengorganisasian, Pengelolaan, Pembinaan dan Pengawasan terhadap kader pendata serta,

2. Memastikan data yang terkumpul di tingkat Desa/Kelurahan telah benar dan lengkap.

3. Receiving (penerimaan) dan Batching (pengelompokan formulir berdasar satuan wilayah terkecil).

4. Melaporkan perkembangan pelaksanaan pendataan keluarga kepada manajer pengelolaan dan manajer data tingkat kecamatan.

Supervisor tersebut ditetapkan dengan SK OPD KB Kabupaten/Kota yang ditunjuk oleh Manager Pengelolaan.

Metode yang dilakukan dalam PK2021 ini, untuk Saptosari, adalah menggunakan metode Smartphone bukan menggunakan formulir seperti tahun 2015 lalu, sehingga dapat meringkas langkah pengumpulan data menjadi 5 langkah yaitu sbb:

1. Pahami

Supervisor harus memahami dan mempelajari secara seksama mengenai tugas dan fungsi supervisor, tugas dan fungsi kader pendata, pelajari cara pengunaan aplikasi dan web portal monitoring pelaksanaan PK21, juga pahami definisi operasional, cara pengisian dan pemeriksaan formulir.

2. Pengorganisaian

Mengkoordinasikan perencanaan pelaksanaan pendataan keluarga bersama pihak terkait kepada Kepala Desa atau Lurah, dan yang tak kalah penting adalah meunjuk kader pendata dan membuat rencana kerja dan pembagian tuga secara adil.

3. Pendampingan 

Mengawasi dan memantau kader pendata selama pendataan keluarga. Supervisor harus mendampingi kader pendata saat awal mulai pendata, minimal 2 KK untuk setiap kader didalam tim. Juga diharuskan melakukan pertemuan rutin minimal seminggu sekali dengan seluruh kader pendata yang ada dalam timnya. Supervisor membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh kader dan memberikan jalan keluar jika ada permasalahan  dengan mengacu pada buku panduan.

4. Pemeriksaan

Lakukan pengecekan kebenaran data yang telah dikumpulkan oleh kader pendata yang ada dilapangan, periksa kembali apakah data sudah lengkap dan benar atau belum.

5. Pelaporan 

Melaporkan perkembangan pelaksanaan pendataan ditingkat desa/kelurahan secara berkala, minimal satu minggu sekali selama pelaksanaan pendataan keluarga melalui web portal PK2021.

Sebelum acara diakhiri dilakukan diskusi dan tanya jawab mengenai cara wawancara atau metode wawancara kader pendata dengan responden dan mengenai pemeriksaan hasil PK 2021 melalui web portal PK 2021 bagi supervisor. Kemudian acara ditutup dengan doa bersama. Acara tersebut berjalan dengan lancar dan tanpa halangan suatu apa pun.(*)

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine