Berkat Penggerakan yang Intensif, Girisubo Sukses Tambah 11 Akseptor Baru Tubektomi

PKB dan peserta MOW/tubektomi di Klinik Kontap RSUP dr Sardjito seusai pelayanan.

Kontributor: Sabrur Rohim, SAg, MSI (Wediombo)

GIRISUBO | Setelah melakukan serangkaian proses penyuluhan secara intensif di setiap kalurahan di wilayah Kapanewon Girisubo, akhirnya Balai Penyuluhan KB Girisubo berhasil menambah kesertaan KB MOW (tubektomi) sebanyak 10 orang untuk bulan November ini. Untuk Senin tanggal 23 November berhasil dilayani 6 orang, sementara untuk Senin tanggal 30 November berhasil dilayani 4 orang. Sehingga, total ada 10 orang se-Kapanewon Girisubo.

Dari ke 10 orang tersebut, 4 orang akseptor berasal dari Kalurahan Songbanyu, yakni: Wahyuni (Bandung), Patmi, Giyarti, dan Misti ( ketiga-tiganya dari Dusun Putat); dari Kalurahan Jerukwudel sebanyak 3 orang, yakni: Marsiyem (Duwet), Sartini (Dompol), dan Winarsi (Bendo); dari Kalurahan Jepitu 1 orang, yakni Saryanti (Manukan); dari Kalurahan Balong sebanyak 2 orang, yakni: Ana Puji Astuti dan Wariyem (keduanya sama-sama dari Dusun Ngrombo II).  

Di bulan September silam juga ada satu orang akseptor yang berhasil dilayani menjadi peserta KB tubektomi, yakni Selfi Yuliana, dari Karanggede A, Jerukwudel. Jadi total dalam kurun tahun 2020 ini ada 11 akseptor tambahan untuk KB tubektomi atau MOW, atau yang populer disebut juga KB steril untuk wanita. 

Sebenarnya, kalau sukses dan lancar, bisa saja ada tambahan 4 peserta lagi di tahun ini. Masalahnya, ada 2 orang calon akseptor yang tiba-tiba mundur (tidak jadi ikut) dan 1 orang minta penundaan jadwal menjelang hari H pelaksanaan pada tanggal 23 November, ketiga-ketiganya dari Kalurahan Tileng, serta 1 orang yang gagal dioperasi tubektomi di klinik kontap RSUP dr Sardjito karena, menurut tim medis, ada masalah di rahimnya, beliau dari Kalurahan Jerukwudel. Namun demikian, calon akseptor tersebut, yang bernama Sartinah, tidak kecewa-kecewa amat, karena meski tidak jadi dioperasi MOW, diganti pasang KB IUD oleh tim medis klinik kontap RSUP dr Sardjito. Sebelumnya, Sartinah sendiri sudah menjadi pemakai kontrasepsi IUD selama 8 tahun.


Peran Kader

Kesuksesan Girisubo menggaet peserta baru MOW tentu tidak lepas dari peran serta para kader di tingkat kalurahan, tingkat dusun, dan tingkat RT yang telah melaksanakan kerja penggerakan dan KIE secara intensif. Tentu saja sebelumnya mereka dibekali materi dalam pertemuan-pertemuan tingkat kalurahan yang dibiayai dari dana BOKB DP3AKBPM dan D Gunungkidul. Bahkan tidak hanya kader, dalam sekali sesi para PUS juga diundang secara khusus ke acara pertemuan untuk mendapatkan pencerahan tentang KB MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang).  

"Oleh karena itu, saya secara pribadi maupun kedinasan mengucapkan terimakasih, dan menyampaikan apresiasi, yang sebesar-besarnya kepada para PPKBD, Sub PPKBD, dan kader kelompok KB dari Balong, Jepitu, Songbanyu, dan Jerukwudel yang telah berkontribusi untuk menyumbang tambahan angka kesertaan KB MOW di Girisubo. Kepada kader-kader dari kalurahan lain yang belum berhasil menggaet peserta, kiranya pada tahun 2021 mendatang bisa berhasil mendapatkan calon peserta," kata Hudoyo, SSos, koordinator PKB Girisubo.


Peran Bidan 

Tidak kalah pentingnya tentu adalah berkat peran dan kerja keras para bidan pembina wilayah di Kapanewon Girisubo di dalam memberikan penyuluhan, pencerahan, pendampingan, dan tidak lupa pelayanan kesehatan di UPT Puskesmas Girisubo. Kerja para bidan pembina wilayah, yang dikoordinatori oleh Sunarti, AMd Keb, sangat kentara dan nyata ketika para calon peserta MOW/vasektomi membutuhkan pemeriksaan screening, pemeriksaan gula darah, dan pemeriksaan rapid test. Untuk yang cek gula dan rapid test, jasa petugas laborat UPT Puskesmas Girisubo tentu sangat menentukan.

"Kami sangat berterimakasih kepada para bidan pembina wilayah yang telah membantu secara tulus ikhlas demi suksesnya pelaksanaan tindakan operasi MOW bagi para akseptor di RSUP dr Sardjito. Tidak kalah pentingnya tentu dukungan luar biasa dari Kepala UPT Puskesmas Girisubo, Bapak Sugondo, SST, MM, yang telah mengatur sedemikian rupa alur dan sistem pelayanan KB di UPT Puskesmas Girisubo, sehingga proses screening, cek gula darah, dan rapid test bisa berjalan dengan baik, sukses, dan memuaskan para PUS calon peserta MOW," pungkas Hudoyo.(*)  

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine