Sekolah Lansia BKL Manunggal Asih Planjan akan Gelar Wisuda Bersama Awal Desember

Koresponden: Ahmad Harwanto, SSos & Ervina Budiati (PKB dan Pramusaji Saptosari)


SAPTOSARI
| Selasa (10/11) pukul 09.00-11.30 WIB dilaksanakan acara yang sangat ditunggu-tunggu oleh lansia anggota BKL Manunggal Asih. Pasalnya, acara ini adalah kuliah lansia yang terakhir. Acara tersebut terselenggara di aula Balai Padukuhan Tritis. Planjan, Saptosari. 

Adapaun peserta sekolah lansia adalah mahasiswa anggota Lansia BKL Manunggal Asih yang berjumlah 50 orang yang didampingi kader BKL Manunggal Asih. Acara ini dihadiri oleh Perwakilan BKKBN DIY yang digawangi oleh Ir Lidwina Daru Andani, Yusuf P, SPsi, Msc, Mulyanto, Latifah N, dan Risky, LSM IRL (Indonesia Ramah Lansia), Rizky Erwanto, SKep Ns, MKep, Sp Kep Kom, PKB Kapanewon Saptosari, Patwara Wibawa, SE, MAP dan Ahmad Harwanto, SSos, juga Moh Amirudin, SSos, Kasi Dalduk DP3AKBPM&D Kabupaten Gunungkidul dan narasumber dari Penyuluh Agama KUA Kapanewon Saptosari, Dwi Suwarni, SAg, MSi.

Acara dibuka oleh Patwara Wibawa, koordinator PKB Kapanewon Saptosari, yang mengajak lansia untuk melakukan doa bersama agar acara yang diselenggarakan hari ini berjalan dengan lancar dan tanpa halangan suatu apapun.

Selanjutnya acara diambil alih oleh Dwi Suwarni, SAg, MSi yang memberikan materi mengenai, Terapi Spiritual dalam Islam. Definisi terapi spiritual Islami adalah suatu pengobatan atau penyembuhan gangguan psikologis yang dilakuan secara sistematis dengan berdasarkan kepada konsep Alquran dan Sunnah (Taufiq, 2006). Terapi spiritual Islami memandang bahwa keimanan dan kedekatan kepada Allah adalah merupakan kekuatan yang sangat berarti bagi upaya perbaikan pemulihan diri dari gangguan depresi ataupun problem-problem kejiwaan lainnya, dan menyempurnakan kualitas hidup manusia. 

Tanda-tanda kesehatan spiritual, ungkap Dwi, yaitu jika seseorang tidak mempunyai keluhan lagi, sehingga dapat dikatakan ia sudah memiliki kesabaran dan juga iman yang sejati. Kesabaran adalah sebuah tindakan melawan semua keinginan ego. Terdapat 3 (tiga) tipe kesabaran yang menandakan seseorang sehat secara spiritual. Berikut ini jenis-jenis kesabaran: 

1. Sabar terhadap ketidaknyamanan fisik, yakni suatu sikap sabar saat melaksanakan perintah dan tugas, seperti konsisten dalam melaksanakan salat subuh di walaupun kondisi terasa berat karena hawa dingin dan rasa kantuk yang menghinggap dan kondisi sekitar masih dingin begitu pun saat kondisi badan sedang sakit.

2. Sabar dengan menahan diri dari segala hal yang dilarang, bahwa termasuk salah satu tanda spiritual yang sehat adalah mampu menahan dan menghindarkan diri dari segala larangan yang telah ditetapkan Allah.

3. Sabar dalam menghadapi gangguan orang, di mana ini adalah tipe kesabaran yang paling baik di antara ketiganya, di mana Allah memerintahkan manusia untuk senantiasa bersabar dalam menghadapi ujian dan cobaan yang ada di depannya.

Terdapat berbagai macam jenis aktivitas terapi yang berhubungan dengan kesehatan spiritual, di antaranya, lanjut Dwi, adalah sebagai berikut: 

1. Terapi Shalat
2. Terapi Puasa
3. Terapi Zakat dan Sedekah
4. Terapi Istighfar
5. Terapi Dzikir

Berbagai macam terapi yang dilakukan sebagaimana disebutkan di atas memiliki manfaat yang baik bagi diri seseorang yang di rangkum dalam poin-poin berikut:

1. Menjadikan hati semakin tenteram, tidak mudah merasa cemas dan khawatir.
2. Menyeimbangkan rohani dan jiwa sehingga mampu terbebas dari beban berat kehidupan serta menerima segalanya dengan ikhlas.
3. Menumbuhkan harapan, rasa percaya diri, serta optimisme terhadap upaya-upaya penyembuhan.
4. Semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.
5. Menghindarkan diri dari penyakit fisik dan non-fisik.

Kemudian acara dilanjutkan dengan motivasi dari Moh Amirudin, SSos, Kasi Dalduk DP3AKBPM&D Kabupaten Gunungkidul. “Walaupun kita sudah lansia, dengkul sudah kaku diajak jalan, pipi sudah reot, tetapi kalau kita tetap bersemangat beribadah insyaAllah hati masih terasa muda dan selalu terasa ringan dan tidak punya beban untuk menjalani sisa hidup," tandas Pak Amir, sapaan akrabnya, menyampaikan salah satu tips. 

Paripurna acara hari itu ditutup oleh Rizky Erwanto, SKep Ns, MKep, Sp Kep Kom, yang memberikan semacam evaluasi materi dan refreshing materi kepada para lansia BKL Manunggal Asih yang mengisi beberapa pertanyaan yang terangkum dalam form kepuasan terhadap pengajar atau dosen selama mengajar.

Acara ditutup dengan tepuk lansia dan diskusi mengenai wisuda S1 yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2020 bertempat di Hotel Sahid Jaya Yogyakarta bersama dengan lansia dari Kabupaten Bantul dan Kulon Progo.(*)

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine