Destinasi Wisata "Taman Herbal Bukit Geol" Kampung KB Tegalsari, Semin

Kontributor: Dra Lilih Eryani (Semin)

SEMIN | Kampung KB Tegalsari Semin adalah kampung KB yang dibentuk tahun 2018. Alasan dipilihnya Tegalsari yang termasuk wilayah padukuhan yang cukup luas dan berpenduduk relatif lebih banyak dibanding padukuhan lainya sebagai kampung KB adalah karena daerah ini termasuk daerah minus dalam hal capaian program Banggakencana-nya. 

Gambaran umumnya: cakupan wilayahnya terdiri dari 6 RT dengan penduduk yang banyak, capaian peserta KB aktifnya rendah, kelompok-kelompok kegiatan belum ada. Kemudian seiring dengan berjalannya waktu, dengan adanya kampung KB, capaian program KB-nya meningkat; peserta KB meningkat, selain itu poktan BKB, BKR, BKL, PIK-R, dan UPPKS terbentuk dan berjalan dengan baik.

Taman Herbal Bukit Geol
Untuk menjadi wilayah yang lebih maju dan memiliki kelebihan dibanding wilayah lain, tentunya kegiatan Kampung KB tidak hanya terfokus pada kegiatan Banggakencana dengan peningkatan kesertaan KB dan penggarapan poktannya saja, melainkan perlu intervensi program lain yang tetap dalam konteks peningkatan kesejahteraan keluarga. Intervensi dilakukan dengan membangun kemitraan dengan lembaga lain. Dalam hal ini kampung KB Tegalsari menjalin kerjasama dengan PT Bejo Bintang Toejoe yang memiliki program pengembangan tanaman herbal di kalurahan Semin. Terobosan ini dirasa tepat sekali, karena bila lokasinya di kampung KB Tegalsari maka harapannya bisa mendorong majunya kegiatan di kampung KB tersebut.

Setelah ada kesepakatan, realisasinya adalah dengan menjadikkan salah satu bukit yang ada di Tegalsasi sebagai lokasi yang dipilih masyarakat untuk proyek tanaman herbal ini. Berbekal semangat yang luar biasa dari berbagai elemen masyarakat yang ada di Tegalsari, bapak-bapak, ibu-ibu, dan remaja saling bahu-membahu bekerjasama untuk mewujudkan taman herbal.

Dengan pertimbangan lokasi yang cukup representatif maka kegiatan masyarakat tidak hanya sebatas menanam tanaman herbal terutama jahe merah, tetapi membangun bukit tersebut menjadi lebih menarik dengan membuat taman beserta gazebo-gasebo yang bisa digunakan sebagai tempat refresing dan bisa juga dimanfaatkan untuk pertemuan-pertemuan skala kecil, maka jadilah Taman Herbal Bukit Geol. Selain berisi tanaman-tanaman untuk obat-obatan herbal, di sana juga ada pembibitan tanam sayuran bagi Kelompok Wanita Tani di Kampung KB Tegalsari. Adapun pendanaan dari pembuatan taman herbal ini adalah:

1. Pengadaan bibit jahe merah dari PT Bejo Bintang Toejoe yang dikembangkan oleh masyarakat, setelah berkembang nantinya diolah dan dijual untuk pendapatan masyarakat.

2. Pembangunan taman berupa penyediaan lokasi, pembuatan gazebo dan pembuatan taman semuanya dilakukan mandiri oleh masyarakat dengan pembagian per wilayah RT.

3. Pembuatan kebun bibit tanaman sayuran disuport oleh PKB bersama PPL Pertanian Kapanewon Semin.

Evaluasi 
Beberapa waktu lalu, pembangunan taman herbal Tegalsari dievaluasi awal oleh PT Bejo Bintang Toejoe Cabang Yogyakarta didampingi tim dari Dinas Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul, persisnya pada tanggal 30 september 2020, yang kemudian ditindaklanjuti dengan evaluasi ke-2 yang melibatkan TP PKK dan Dinas Pertanian DIY pada tanggal 16 November 2020.

Kesimpulannya, bahwa pembangunan taman herbal di kampung KB dalam beberapa bulan ini sudah sangat signifikan hasilnya. Bukit yang tadinya hanya berisikan tanaman jati kini disulap menjadi taman yang indah dan sangat cocok untuk refresing dengan melihat hamparan pemandangan daerah sekitar dari atas bukit. Warga sekitarpun menjadi diuntungkan dengan keberadaan taman herbal tersebut, karena bisa membuka lapak di sekitar bukit guna menjual produk UPPKS dari kampung KB ini, seperti disampaikan Supriyanto, Ketua Kampung KB yang sekaligus sebagai Dukuh Tegalsari. "Ingin pertemuan atau rapat outdoor atau sekadar refreshing?  Ya ke kampung KB Tegalsari aja...!" katanya.(*)
0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine