Angka Unmetneed Masih Tinggi, PKB Ajak Kader Lakukan KIE KB Melalui Media Sosial

Kontributor: Ahmad Harwanto, SSos dan Ervina Budiati (PKB dan Pramusaji Kapanewon Saptosari)

SAPTOSARI | Pandemi corona belum saja sirna dari bumi tercinta, namun segala kegiatan sudah mulai bergeliat merangkak sedikit demi sedikit tak terkecuali kegiatan pertemuan rutin Kader PPKBD dan Kamituwa se-Kapanewon Saptosari. 


Acara berlangsung di Balai Penyuluh Keluarga Berencana pukul 09.00-11.00 WIB dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protokol kesehatan, yaitu dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, memakai masker dan tetap menjaga jarak aman. Adapun peserta rapat adalah Kamituwa se-Kapanewon Saptosari yang berjumlah 7 orang, kader PPKBD se-Kapanewon Saptosari yang berjumlah 7 orang, PKB dan Pramusaji Kapanewon Saptosari Patwara Wibawa, SE, MAP, Ahmad Harwanto, SSos dan Ervina Budiati. 

Acara dibuka dengan doa bersama kemudian dilanjutkan dengan evaluasi pencapaian program Banggakencana bulan Oktober 2020 dan persiapan pengisian data basis SDM dan poktan melalui K/0 untuk tahun 2021. Evaluasi pencapaian program Banggakencana yang menitikberatkan pada tingginya angka unmetneed di Kapanewon Saptosari yang berada di angka 16,82% . Pak Harwanto, begitu sapaan akrabnya, mengajak dan menyemangati kader PPKBD untuk menurunkan angka unmetneed sampai dengan Desember 2020 sebesar 9% dengan berbagai upaya, yaitu antara lain:

1. Menggalakkan KIE oleh kader, di mana KIE tersebut tidak hanya berada disituasi formal saja melainkan dengan melakukkan kunjungan rumah.

2. Melakukan KIE pada pertemuan poktan Tribina (BKB, BKR dan BKL) sehingga melalui kegiatan Poktan bisa mendapatkan akseptor baru.

3. Melakukan KIE melalui media sosial (menggerakkan kader untuk membuat status ajakan ber KB), sehingga masyarakat mau ikut ber KB.

4. Untuk menjaga keberlangsungan ber-KB, kader KB atau kader PPKBD diupayakan untuk membantu pendistribusian alat kontrasepsi berupa pil dan kondom kepada akseptor.

Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang saat ini gencar digalakkan yaitu, Program Pengentasan Stunting, jika angka unmetneed  tinggi, ditakutkan terjadi KTD atau kehamilan tidak diinginkan. Seorang ibu yang mengalami KTD akan memiliki rasa enggan untuk memeriksakan kehamilannya ke Puskesmas atau ke klinik kesehatan, apalagi memperhatikan asupan gizi yang seimbang. Jika hal itu terjadi maka akan menambah angka stunting yang sedang pemerintah perangi.

Pembahasan program yang selanjutnya adalah persiapan pengisian data basis SDM dan poktan melalui K/0 untuk tahun 2021. K/0 SDM yang terdiri dari K/0 PPKBD, Sub PPKBD dan Pok KB harus ada dan dilaporkan ke Balai Penyuluhan KB untuk diinput ke aplikasi SIGA. Kemudian yang tak kalah pentingnya K/0 Poktan Pancabina yaitu K/0 BKB, K/0 BKR, K/0 BKL, K/0 PIK-R dan juga K/0 UPPKS. Diharapkan kader PPKBD menyampaikan kepada kader pokta untuk bersiap mengisi data basis SDM dan poktan melalui K/0, sehingga ada pembaharuan data di system aplikasi SIGA.

Di akhir acara dilakukan diskusi mengenai cara KIE yang tepat dan tidak berkesan memaksa atau menggurui calon akseptor. Acara berjalan dengan lancar dan ditutup dengan doa bersama.(*)

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine