Sakit Kulit Menahun, Isti Nurjanah Dijenguk Kepala BKKBN Hasto Wardoyo

Kontributor: Agus Sutoko, SSos (Rongkop)


Hari Kamis (22/10) merupakan pengalaman yang sangat berharga dan tidak pernah terlupakan buat kami selaku Penyuluh KB yang ada di Kapanewon Rongkop. Karena, hari itu kami mendapatkan kunjungan secara mendadak dari Kepala BKKBN RI, Dr (HC) dr Hasto Wardoyo, SpOG (K).

Saat itu kami baru selesai menjalankan salat asar, ketika tiba-tiba kami mendapatkan pesan singkat lewat WA dari Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Dr Ukik Kusuma Kurniawan. Isi pesannya adalah bahwa kami diminta untuk memberikan sharelocation dari salah satu warga kami, seorang penderita sakit kulit di Dusun Pucanganom C, Kalurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkop. 

Setelah menerima pesan singkat tersebut, kami beserta teman-teman PKB dibantu pramusaji membagi tugas untuk menindaklanjuti permintaan atau perintah dari Kepala Perwakilan BKKBN DIY itu.


Koordinasi dengan Lintas Sektor

Semua kami siapkan dan kami laksanakan sesuai dengan kemampuan kami selaku petugas penyuluh KB, walaupun waktunya sangat mendadak dan mendesak. Kami segera mengadakan koordinasi dengan Penewu Rongkop, Agung Danarto, SSos, MSE, Lurah Kalurahan Pucanganom, Surawan, dan Dukuh Pucanganom C, Sunarso, dibantu oleh tokoh mayarakat setempat, yakni Suprapto (mantan Carik  Pucanganom).

Kami sampaikan kepada Lurah dan Dukuh, bahwa hari itu sekitar pukul 18.00 WIB akan ada kunjungan dari Kepala BKKBN RI ke Dusun Pucanganom C dalam rangka menengok salah satu warga yang menderita sakit kulit sejak lahir, hal mana yang bersangutan hingga saat ini berusia 23 tahun tetapi belum kunjung sembuh, yakni atas nama Isti Nurjanah. 

Setelah kami menyampaikan hal sebagaimana dimaksud, maka segera diadakan persiapan  di  lokasi tujuan demi menyambut kehadiran bapak Kepala BKKBN tersebut.  Kami pun berkoordinasi dengan pihak keluarga, dalam hal ini orangtua dari Isti, yakni Rustam dan Sukaryani, dibantu oleh dukuh, tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RT, ketua RW, serta warga masyarakat sekitar dalam mempersiapkan semua hal yang dibutuhkan.

Akhirnya, tepat pukul 21.30 WIB yang ditunggu pun datang. Kepala BKKBN RI hadir diikuti oleh Kepala Perwakilan BKKBN DIY,  Kepala RSUP  dr Sarjito, Bupati Gunungkidul, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Direktur RSUD Gunungkidul, Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, serta sejumlah tamu lainnya.

Setiba di lokasi, Hasto Wardoyo dan tim langsung menemui Isti Nurjanah beserta orangtuanya. Hasto kemudian bercakap-cakap santai dengan Isti, lalu meminta kedua orangtuanya menceritakan kronologinya sampai munculnya penyakit tersebut, serta memberikan dukungan semangat dan nasehat demi kesembuhan Isti ke depannya. 


Berawal dari Bercak 

Diceritakan oleh orang tuanya bahwa penyakit tersebut menyerang sejak Isti baru lahir diawali dari adanya tanda bercak coklat (Jawa: toh) yang lama-lama mengeluarkan cairan. Setelah adanya cairan tersebut justru sekujur tubuh Isti jadi melepuh.  Awalnya melepuhnya di jari-jari tangannya, tetapi  menyebar ke seluruh tubuhnya. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga telah beberapa kali berupaya dengan bergai cara dan termasuk memeriksakan ke fasilitas kesehatan, bahkan sempat menjalani opname sampe tiga kali, akan tetapi ternyata sampai saat ini juga belum ada tanda-tanda kesembuhan. 

Sampai saat ini, Isti masih menjalani perawatan secara terus menerus ke RSUP dr Sarjito Yogyakarta yang di tangani oleh dokter spesialis kulit, dan terus melakukan kontrol secara rutin juga. 

"Isti menderita penyakit kulit ini sejak lahir hingga saat ini sudah berusia 23 tahun, ini tentu saja penderitaan yang luar biasa buat Isti, oleh karena itu mohon doanya semoga segera diberikan kesembuhan," kata Rustam mewakili keluarga. 

Dalam kesempatan itu, Hasto menanggapi dengan rasa prihatin dan empati yang mendalam. Mantan Bupati Kulonprogo itu meminta agar keluarga tetap tabah di dalam menghadapi cobaan, apalagi diketahui bahwa Isti adalah anak satu-satunya dalam keluarga tersebut. "Pokoknya tetap berobat secara rutin, agar diberi kesembuhan. Dari kunjungan langsung ini, nanti kami akan melakukan advokasi kepada Menteri Kesehatan untuk penanganan perawatan lebih lanjut, khususnya terkait dengan pembiayaannya, kiranya bisa diringankan," pungkas Hasto.


Tanggapan Pemerintah dan Warga

Kunjungan mendadak Kepala BKKBN RI ini mendapatkan tanggapan yang luar biasa baik dari Pemerintah Kabupaten maupun warga masyarakat Padukuhan Pucanganom C dan Kalurahan Pucanganom, Kapanewon Rongkoo Kabupaten Gunungkidul.  Semuanya  menyambut kehadiran Kepala BKKBN RI dengan penuh semangat. Tampak para tamu yang ikut hadir menyambut kehadiran kunjungan Kepala BKKBN RI antara lain: 

1. Kepala Perwakilan BKKBN DIY
2. RS Sarjito Yogyakarta
3. Bupati Gunungkidul
4. Kepala Dinas Kesehatan
5. Direktur RSUD Gunungkidul
6. Dinas Sosial Gunungkidul
7. DPC IPeKB Gunungkidul dan pengurus
8. Penewu Kapanewon Rongkop
9. UPT Puskesmas Rongkoo
10. Koordinator PKB, PKB dan Pramusaji
11. Lurah Pucanganom dan perangkat
12. Dukuh Pucanganom C serta tokoh masyarakat

Demikian rangkaian acara kunjungan Kepala BKKBN RI ke Dusun Pucanganom C Kalurahan Pucanganom Kapanewon Rongkop Kabupaten Gunungkidul yang berakhir sekitar pukul 22.45 WIB. Terimakasih kepada Kepala BKKBN beserta tim pengiringnya, lintas sektor, dll atas kunjungannya semoga membawa berkah kesembuahan buat warga kami, Isti Nurjanah.

Kepada pihak yang ingin berkontribusi untuk membantu ringankan biaya pengobatan Isti Nurjanah bisa mengirim donasinya ke Rekening BRI nomor 6976-01-016432-53-3 atas nama Sukaryani, dan untuk konfirmasi atau informasi lebih lanjut bisa menghubungi nomor HP orangtuanya: 085258912907, atau Dukuh Pucanganom C, Sunarso, dengan nomor HP: 081227587269.(*)

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine