Sakiyo, Sosok Akseptor Vasektomi Pertama di Semanu

Koresponden: Sujadiyono, SIP (Semanu)


SEMANU | Sujadiyono, SIP, selaku Koordinator Penyuluh KB Kapanewon Semanu melakukan kunjungan rumah peserta KB MOP di Dusun Munggi, Kalurahan Semanu, Kapanewon Semanu yang dilaksanakan pada hari Rabu (16/9). Pada kesempatan ini Sujadi, sapaan akrabnya, melakukan wawancara kepada Sakiyo selaku peserta KB MOP pertama di Kapanewon Semanu.

Dari hasil wawancara, terdapat beberapa informasi penting. Misalnya,  bahwa Sakiyo adalah orang yang pertama kali di Kapanewon Semanu Kabupaten Gunungkidul tepatnya di Dusun Munggi RT 03/RW 23 yang mengikuti program KB MOP. 


Berawal dari gagal KB

Niat beliau mengikuti KB MOP, katanya, yaitu berawal dari sang istri yang mengalami kegagalan dalam mengikuti KB. Semula Sakiyo dan sang istri merencanakan cukup 2 anak. Akan tetapi, akibat kegagalan KB tersebut, lahir anak ke 3. Selain itu, sang istri memiliki masalah dengan kesehatan. 

Kemudian muncul semangat dari hati Sakiyo untuk mengikuti KB MOP. Niat beliau untuk mengikuti KB MOP mendapat dukungan sang istri. Pada tahun 1983 niat tersebut terlaksana di RS Bethesda Yogyakarta. Sampai saat ini Sakiyo yang sudah berumur 74 tahun dan sang istri berumur 67 tahun kondisi fisiknya luar biasa masih sehat semangat dan melakukan aktifitasnya sebagaimana seperti orang lain.


Tentang MOP

Perlu diketahui bahwa KB MOP atau vasektomi adalah prosedur klinik untuk mengentikan kapasitas reproduksi pria dengan melakukan oklusi vas deferens, sehingga menghambat perjalanan spermatozoa dan tidak didapatkan spermatozoa di dalam semen/ejakulat (tidak ada penghantaran spermatozoa dari testis ke penis). 

KB MOP sangat efektif dan permanen, tidak ada efek samping jangka panjang, tindak bedah yang aman dan sederhana, efektif setelah 20 ejakulasi atau 3 bulan, dan konseling dan informed consent mutlak diperlukan. 

Keuntungan KB MOP adalah bahwa ia kontrasepsi yang efektif, aman, mordibitas rendah dan hampir tidak ada mortalitas, sederhana, cepat hanya memerlukan waktu 5-10 menit, menyenangkan bagi akseptor karena memerlukan anestesi lokal biasa, biaya rendah, dan sangat dianjurkan dinegara-negara dimana wanita merasa malu untuk ditangani oleh dokter pria atau kurang tersedia dokter wanita dan paramedis wanita.


Motivator 

Hal diatas diharapkan menjadi motivasi yang mendorong akseptor KB pria untuk berpartisipasi dalam program KB MOP atau vasektomi murni kesadaran diri dari para suami tanpa adanya paksaan dari pihak lain semata-mata demi kesejahteraan keluarganya. 

Untuk pasangan suami dan istri peserta KB sangat diharapkan agar mereka bisa lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan KB untuk menjadi motivator bagi masyarakat sekitar terutama untuk bisa ikut berpartisipasi langsung dalam program KB. Khsus untuk istri, seyogianya terus mendukung suaminya yang ikut dalam program KB agar keduanya bisa mendapatkan keamanan dan kenyamanan dalam melakukan aktifitas seksual, dan tetap setia pada pasangannya meskipun telah memilih alat/metode kontrasepsi vasektomi karena tidak menimbulkan efek samping misalnya kehamilan.(*)

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine