Dari Workshop Peningkatan Kualitas Pelaksanaan PKBR DIY; "Nikah Dini Berpeluang Sebabkan Stunting pada Anak yang Dilahirkan!"

Koresponden: Rudi Purwanto (pramusaji Girisubo)


Jogjakarta
| Selasa (29/09), dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan PIK Remaja untuk pelaksanaan Proyek Prioritas Nasional (Pro PN), BKKBN DIY mengadakan kegiatan Workshop Peningkatan Kualitas Pelaksanaan PKBR bagi pengelola PIK Remaja.

Kegiatan workshop ini diikuti oleh 100 perserta dengan tetap menaati protokol kesehatan yang berlaku di era pandemi COVID 19 yang saat ini terjadi di negara kita tercinta ini. 

Acara ini dilaksanakan tepatnya pukul  08.00 WIB yang bertempat di Hotel Dafam Rohan Yogyakarta (depan JEC). Dalam kegiatan dihadiri juga oleh rekan-rekan PIK Remaja dari Kabupaten Gunungkidul yang terbentuk dalam satu organisasi yang bernama Forum GenRe Gunungkidul.

Acara tersebut dibuka dengan membaca doa bersama dan dilanjutkan dengan sambutan oleh Sekretaris BKKBN DIY yang menyampaikan terkait dengan hal-hal yang harus disiapkan dalam pernikahan antara lain: ekonomi, fisik, psikis, dan kesehatan reproduksi (Kespro). 

Kemudian dilanjutkan oleh dr Iin Nadzifa Hamid selaku narasumber dalam kegiatan workshop tersebut. Iin menyampaikan mengenai kontribusi pernikahan dini pada stunting. Lebih jelasnya beliau menyampaikan bahwa stunting adalah masalah yang sering terjadi disekitar kita. Masalah yang sering terjadi terkait dengan stunting ialah kondisi gagal tumbuh  pada anak balita akibat kurang gizi, terjadi sejak bayi masih didalam kandungan. Kasus stunting tampak pada anak usia 2 tahun. 

"Semakin rendah usia wanita saat melahirkan, semakin besar peluang terjadinya stunting pada bayi yang dilahirkan," ungkap Iin.

Selanjutnya materi disampaikan Didik Sudarmadi, di mana beliau menambahkan terkait dengan persiapan pernikahan. Dalam pernikahan tidak hanya ekonomi yang perlu dipersiapkan, namun banyak hal yang perlu direncanakan dengan baik. Keluarga yang tidak harmonis bisa menyebabkan terjadinya kenakalan remaja pada anak-anak mereka. Biasanya anak kurang perhatian dari orang tua sehingga anak akan lari kepada teman-temannya yang belum pasti dapat memberikan edukasi yang baik.

"Pendidikan mengenai kespro haruslah diberikan kepada anak  sedini mungkin untuk menghidari pelecehan seksual," pungkas Didik. 

Acara berjalan dengan baik dan diakhiri dengan berdoa bersama.(*) 

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine