Masuk Zona Hijau, Planjan Aktifkan Kembali Sekolah Lansia BKL Manunggal Asih dengan Protokol Kesehatan

Koresponden: A Harwanto & Ervina Budiati (PKB & pramusaji Saptosaro)

Saptosari | Pandemi covid yang melanda khususnya Kabupaten Gunungkidul sangat amat dirasakan oleh warga Gunungkidul termasuk Kalurahan Planjan yang terganggu aktivitasnya. Salah satu aktivitas yang dihentikan adalah pertemuan Sekolah Lansia BKL Manunggal Asih di Padukuhan Tritis. 
Namun pada Rabu (2/9) ini dilaksanakan pertemuan Sekolah Lansia yang diselenggarakan di Balai Padukuhan Tritis Kalurahan Planjan Kapanewon Saptosari pada pukul 10.00- 12.00 WIB. Acara ini terselenggara karena dinilai Kapanewon Saptosari berada di zona hijau. Walau begitu protokol kesehatan tetap diterapkan yaitu dengan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, menggunakan masker dan menjaga jarak aman. Ini dikarenakan lansia rentan terhadap penyakit apalagi paparan virus corona yang sangat berbahaya. 

Acara tersebut dihadiri oleh Perwakilan BKKBN DIY yang digawangi oleh Ir Lidwina Daru Andani dan rombongan, PKB Kapanewon Saptosari Patwara Wibawa, SE, MAP, Ahmad Harwanto, SSos, pemateri dari perwakilan  DP3AKBPM dan D Gunungkidul Asar Janjang Lestari, SPsi, MAP (PKB Kapanewon Tanjungsari), Kader BKL Manunggal Asih dan lansia anggota BKL Manunggal Asih.

Asar menjelaskan materi mengenai gangguan psikologi pada lansia (stres, cemas dan depresi), di mana paparannya berkisar pada poin-poin berikut:

A. Pengertian
Depresi menurut WHO (World Health Organization) merupakan suatu gangguan mental umum yang ditandai dengan mood tertekan, kehilangan kesenangan atau minat, perasaan bersalah atau harga diri rendah, gangguan makan atau tidur, kurang energi, dan konsentrasi yang rendah (WHO, 2010; Traywick, 2007).

B. Gejala
Pada lansia gejala depresi lebih banyak terjadi pada orang dengan penyakit kronik, gangguan kognitif, dan disabilitas (keterbatasan gerak) (Alexopoulos, 2005). Para lansia depresi sering menunjukkan keluhan nyeri fisik tersamar yang bervariasi, kecemasan, dan perlambatan berpikir. Perubahan pada lansia depresi dapat dikategorikan menjadi perubahan fisik, perubahan dalam pemikiran, perubahan dalam perasaan, dan perubahan perilaku.

C. Hal-hal yang Membuat Kemungkinan depresi pada Lansia al:
1. Pergaulan berkurang
2. Penghasilan menurun
3. Tubuh lemah
4. Kondisi kesehatan menurun
5. Kurang aktif
6. Rekreasi terbatas
7. Keluarga sibuk
8. Olahraga kurang
9. Tinggal sendiri
10. Tidak memiliki jaminan kesehatan
11. Menderita penyakit kronis.

D. Penanganan Depresi

1. Diri sendiria. Berfikir positif
b. Terbuka bila ada masalah
c. Menerima kondisi apa adanya
d. Optimis
e. Rajin ibadah (salat, zikir, dan tahajud), ikut kegiatan kelompok
f. Ikuti kegiatan posbindu
g. Ikuti kegiatan pengajian
h. Tidur yang cukup
i. Olahraga teratur
j. Latihan relaksasi
k. Tetap beraktivitas dan bekerja sesuai kemampuan

2. Keluargaa. Dukung lansia cara tetap berkomunikasi
b. Ajak lansia berdiskusi seminggu sekali
c. Dengarkan keluhan lansia
d. Berikan bantuan ekonomi
e. Dukung kegiatan lansia
f. Ikut sertakan anak dan cucu merawat lansia
g. Awas dengan adanya tanda-tanda depresi
h. Berikan kesempatan kepada lansia tetap beraktivitas sesuai kemampuan

3. Masyarakata. Sediakan sarana posbindu sebagai fasilitas pelayanan kesehatan lansia
b. Siapkan tempat dan sediakan waktu olahraga secara teratur
c. Sediakan tempat dan waktu untuk latihan aktivitas kerja lansia
d. Lakukan pelatihan kader posbindu sadar depresi
e. Bentuk support group depresi
f. Lakukan kampanye anti depresi aagar warga dan keluarga akan adanya ancaman depresi pada lansia

Acara tersebut ditututup dengan menyanyikan Mars Lansia bersama dan tepuk lansia.(*)
0 Viewers

Post a comment

1 Comments

Emoji
(y)
:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:P
:o
:>)
(o)
:p
(p)
:-s
(m)
8-)
:-t
:-b
b-(
:-#
=p~
x-)
(k)

The Magazine