PIK-R Muda Mandiri Peduli Terdampak Covid-19 Melalui Inovasi Buku dan Kartu Pintar

Koresponden: Sri Wahyuningsih, SPd (Patuk)

Patuk | Kelompok PIK-R Muda Mandiri yang beralamat di Dusun Patuk, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk berdiri pada tahun 2015.

Pada tahun 2018 kelompok PIK-R Muda Mandiri pernah mengikuti lomba tingkat Provinsi. Pada waktu itu keberadaan PIK-R menyandang kategori tumbuh,  dan seiring dengan berjalannya waktu dan usia remaja sudah beranjak ke tingkat dewasa sehingga mempunyai kesibukan-kesibukan sendiri.

Pada waktu lomba kegiatan PIK-R Muda Mandiri menampilkan kegiatan keterampilannya, yaitu fashion terhadap pakaian, jaket anak muda, lukisan, dan pembuatan poster. Namun kelompok PIK-R belum beruntung atau baru mendapat juara harapan. Meski demikian, kelompok PIK-R Muda Mandiri tidak pernah patah semangat walaupun anggota PIK-R ini berkurang dan sempat terhenti dalam kegiatannya.

Buku Cerita dan Kartu Pintar 
Dalam masa pandemi covid-19, kelompok PIK-R Muda Mandiri bangkit bersama karang taruna dalam membantu pemerintah desa untuk bersosialisasi dalam pencegahan virus corona.

Sosilaisasi dalam bentuk pembagian masker dan sembako bagi keluarga yang terkena dampak pandemi covid-19. Menariknya, kali ini  PIK-R Muda Mandiri menemukan ide yang inovatif dan kreatif, yaitu pembuatan media pembelajaran dalam bentuk buku cerita untuk anak anak usia PAUD-SD. Selain itu, mereka juga membuat kartu pintar.

Adapun buku cerita untuk anak-anak bertema islami. Bukunya  sangat berkualitas dan sangat membantu dalam membentuk karakteristik anak.

Dalam mengembangkan buku islami untuk membentuk karakter anak yang berkualitas tentunya kelompok PIK-R Muda Mandiri masih banyak membutuhkan bantuan, baik secara spiritual maupun materil, dengan harapan kelompok PIK-R Muda Mandiri ada bantuan dari berbagai pihak demi lancarnya kegiatan PIK-R.

Akan sangat bagus, dan akan diterima dengan terbuka,  jika ada pihak percetakan yang menfasilitasi penerbitan buku cerita islami dan kartu pintar ini.

Multipurpose
Tujuan PIK-R Muda Mandiri dalam membuat atau mencetak buku pembelajaran islami yang berkualitas yaitu untuk mengembangkan hobi di mana kreativitas dan inovatif dapat berkembang melalui hobi.

Di kelompok PIK-R sendiri ada yang mempunyai hobi melukis wajah, pembuatan poster, lukisan dinding, sehingga bisa melengkapi proyek penggarapan buku ini, yakni aspek ilustrasinya.

Bagi masyarakat sendiri, adanya buku semacam ini banyak nilai positifnya, misalnya antara lain:

1. Anak anak usia dini pada umur PAUD sampai sekolah dasar memperoleh pembelajaran islami melalui media buku dan juga kartu pintar.

2. Membuka variasi pekerjaan baru bagi remaja yang kemungkinan terimbas pandemi covid-19.

3. Masyarakat khususnya keluarga yang mempunyai anak usia dini dapat memahami akhlak mulia dengan mempelajari atau membaca buku-buku keislaman karya insan PIK-R.

Sampel Cerita
Adapun buku yang sudah dicetak berjudul, “Sofia Dermawan Di Kala Sempit”. Berikut gambaran sinopsisnya secara singkat:

Sofia dan pangeran kembar bernama  Malik dan Arash. Arash adalah pangeran kaya dan Malik bertanya kepada Arash, "Mengapa kamu terinspirasi kepada sofia?"

Sofia adalah anak dari orang miskin.

Kemudian Arash mengikuti kehidupan Sofia dan Arash menceritakan kepada malik, bahwa kehidupan sofia adalah membantu pamannya, yaitu memeras susu sapi dan mendapatkan upah 3 botol, yang 2 botol sofia berikan kepada panti asuhan yang 1 botol diberikan seorang nenek yang hidup sendirian, nenek tersebut berjualan roti.

Kemudian sofia juga membantu nenek tersebut membuat roti dan setelah selesai membuat roti sofia mendapatkan 1 kantong roti lalu sofia berikan roti itu kepada ibu beranak 3 yang sudah tidak mempunyai ayah.

Lalu siang hari Sofia membantu nenek membawa barang belanjaannya, yang sebagai upahnya Sofia mendapatkan sepotong roti. Dari sepotong roti tersebut, sofia berikan kepada anak anak di jalanan sehingga ia tidak membawa roti walaupun ia sangat membutuhkan roti tersebut.  Ia justru memberikan kepada orang yang lebih membutuhkan.

Kesimpulan dari cerita tersebut adalah sebuah pesan, bahwa meskipun kehidupan Sofia tergolong miskin, akan tetapi ia tetap berbagi kepada orang yang begitu membutuhkan. Keikhlasan Sofia dalam memberikan sesuatu kepada orang lain tanpa ada imbalan apapun layak diteladani.

Cerita buku, “Sofia Dermawan di Kala Sempit”, ditulis secara original dengan ide sendiri oleh seorang penulis yang bernama Ginanjar Arif Wijaya yang sekaligus Ketua PIK-R Muda Mandiri, Dusun Sumbertetes, Kalurahan Patuk, Kapanewon Patuk.
0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine