Rakordes Sumberwungu, Tepus, PKB Sampaikan 7 Target Program Bangga Kencana

Pertemuan program Bangga Kencana tingkat desa belum lama ini dilaksanakan di Balai Desa Sumberwungu, Kecmatan Tepus, Jumat (21/02) pagi, jam 09.00-11.00 WIB. Kegiatan kali ini dihadiri oleh Koordinator Penyuluh KB, Penyuluh Agama, PPKBD, Sub PPKBD, Kader Pok KB, dan  kader PKK.
Kader PPKBD, Sub PPKBD, Pok KB, dan kader PKK
menerima materi dari penyuluh KUA dan penyuluh KB. (edy)

Pertemuan dimulai dengan berdoa bersama-sama yang di pimpin oleh salah satu kader Sub PPKBD. Kemudian dilanjutkan menyanyikan lagu Mars KB oleh para peserta pertemuan.

Selanjutnya disampaikan materi tentang, Nasihat Rasulullah Untuk Para Ibu Rumah Tangga, oleh Zulhijjah, SAg, Penyuluh Agama dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Tepus.

Kata Zul, nama akrab panggilannya, ketika Fatimah, putri beliau, mengeluh  kelelahan karena mengurus rumah tangga, Rasulullah menasihatinya dengan sepuluh nasehat yang antara lain adalah:

"Wahai Fatimah, sesungguhnya wanita yang membuat  tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonannya dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya!"

"Wahai Fatimah, sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah!"

"Wahai Fatimah, sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang!"

"Wahai Fatimah, sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum telaga Kautsar pada hari kiamat nanti!"

Selanjutnya, Zul mengajak kepada semua kader agar bisa melaksanakan seperti nasihat Rasulullah yang dinasihatkan kepada anaknya, Fatimah. Sehingga, dengan demikian, ketahanan keluarga akan kuat, karena seorang ibu sebagai pengurus rumah tangga tujuannya adalah agar keluarga akan menjadi keluarga yang harmonis  dan menjadi keluarga yang sakinah.

Kemudian Zul menyampaikan doa agar suami selamat dari bahaya, yakni:
Allahumma inni a'udzu bika minal hammi wal hazan, wa a'udzu bika minal  'ajzi wal kasal, wa a'udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a'udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

Artinya, kata Zul, "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari rasa bingung dan sedih, aku berlindung kepada-Mu dari lemah dan malas, aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan bakhil, aku berlindung kepada-Mu dan lilitan hutan dan kesewenang-wenangan manusia!"

Demikianlah Zul mengajak para kader untuk selalu mendoakan suaminya agar bebas mara bahaya dan sebagainya.

Selanjutnya disampaikan materi oleh Edy Subambang, SSos, Koordinator Penyuluh KB Kecamatan Tepus.

Kata Edy, program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana atau disingkat Banggakencana ini adalah istilah baru dari program Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga. Istilah Banggakencana dengan KKBPK intinya sama hanya istilahnya saja yang berbeda agar dengan istilah Banggakencana ini mudah dipahami dan dekat ditelinga masyarakat terutama di kalangan milenial.

Banggakencana, menurut Edy, merupakan program strategis dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu dengan pelbagai target al:

1. Membudayanya Generasi Berencana (GenRe) di kalangan milineal dalam Pendewasaan Usia Perkawinan dan meningkatnya Median Usia Kawin Pertama Perempuan (MUKP) umur 25 - 49 tahun;

2. Pengaturan kelahiran bagi Pasangan Usia Subur dengan menggunakan alat dan obat kontrasepsi KB modern;

3. Menurunnya angka kelahiran total (TFR);

4. Menurunnya jumlah PUS unmet need yang tidak terpenuhi kebutuhan ber-KB;

5. Peningkatan ketahanan keluarga melalui kelompok sasaran Tri Bina (BKB, BKR, BKL);

6. Peningkatan kesejahteraan keluarga  dengan pemberdayaan ekonomi keluarga atau dengan melalui kelompok UPPKS;

7. Penurunan stunting dengan upaya:
- Akses layanan kesehatan dan KB
- Pendidikan pola asuh anak
- BKB holistik integratif
- KIE kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi, serta gizi pada remaja.

Edy mengakhiri materinya menghimbau dan mengajak semua Kader IMP sebagai panutan serta teladan masyarakat untuk mensukseskan program Banggakencana, sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat meningkat dan angka stunting menurun.

Kemudian pertemuan diakhiri dengan kegiatan warnasari oleh ketua PKK Desa Sumberwungu.(*)

[Edy Subambang, SSos, Koordinator PKB Kecamatan Tepus]
0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine