Pembinaan BKB-HI, PKB Ajak Orangtua Tanamkan Etika Sejak Usia Dini

Sebagaimana biasanya, kegiatan fasilitasi program KKBPK kepada Poktan dilaksanakan secara rutin ke BKB-HI Cerdas, Ploso, Tileng, setidaknya sebulan sekali. Bulan ini fasilitasi Poktan dilaksanakan pada hari Rabu (29/01), jam 09.00-11.00 WIB, bertempat di BKB-HI “Cerdas” Ploso, Tileng, Girisubo. Pelaksana kegiatan ini adalah PKB dan pengurus BKB-HI Cerdas, sedangkan peserta kegiatannya adalah kader BKB dan anggota BKB-HI.

Acara dibuka oleh pembawa acara, kader BKB Heni Haryanti, SPd, dengan berdoa bersama. Kader BKB memberi sambutan pertama, yang mengapresiasi ibu-ibu anggota BKB-HI “Cerdas” yang telah meluangkan waktu untuk menunggu anak-anaknya di PAUD hingga mereka pulang. "Sambil menunggu, untuk mengisi kekosongan, dilaksanakan pertemuan BKB yang dibina langsung oleh PKB Sabrur Rohim, SAg, MSI. Dengan adanya program BKB-HI di PAUD Cerdas Ploso, ini merupakan keuntungan tersendiri, karena sembari menunggu anak-anaknya selesai mengikuti kegiatan belajar, ibu-ibu balita bisa bersosialisasi dan menerima materi parenting dari pembina BKB, dalam hal ini PKB Girisubo," kata Heni.

Dalam materi pembinaannya, PKB Sabrur Rohim, SAg, MSI pertama-tama menghaturkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada ibu-ibu anggota BKB Cerdas Ploso yang telah menyempatkan hadir di acara pembinaan tersebut. Disampaikan oleh PKB, jika biasanya materinya adalah IQRA’, untuk pertemuan kali ini akan disampaikan parenting menanamkan etika sehari-hari kepada anak-anak.

Etika sehari-hari ini, menurut Sabrur, sangatlah penting, karena terkait dengan kegiatan sehari-hari ini anak yang notabene masih dalam tanggungjawab orangtuanya. Baik buruk etika anak dalam praktik sehari-hari sangat tergantung dari apa yang diajarkan, yang dicontohkan, oleh orangtuanya sehari-hari. Maka ketika anak-anak kita (balita) berlaku salah, keliru, semua itu berpulang kepada orangtua mereka sendiri, apakah mengajarkan atau meneladankan atau tidak.

Disampaikan oleh PKB ihwal etika anak ketika makan, baik makan di rumah ataupun ketika makan di meja makan bersama banyak orang. Dalam hal ini, PKB merujuk pada buku karya Asar Janjang Lestari, SPsi, MAP dan Sabrur Rohim, SAg, MSI yang berjudul, Membangun Kepribadian Anak melalui Pendidikan Etika, yang diterbitkan oleh DP3AKBPM dan D Gunungkidul (Desember, 2019).

Disebutkan dalam buku itu tentang etika makan, di antaranya:

1. Cucilah tangan dahulu sebelum makan;
2. Membaca doa sebelum makan;
3. Jika bersama-sama orangtua, maka persilakan orangtua terlebih dulu untuk makan (mengambil makanan);
4. Ambillah dulu makan yang paling dekat dengan tempat duduk;
5. Jangan mencela makanan;
6. Ambil makanan secukupnya dan berhenti sebelum kenyang;
7. Makan dengan menggunakan sendok atau garpu (kondisional);
8. Ada baiknya diselingi dengan bercakap-cakap;
9. Mengunyah makanan;
10. Jangan memuntahkan makanan di depan umum;
11. Makan jangan mengeluarkan bunyi kecap (cap-cap dari mulut);
12. Jangan kentut ketika sedang makan, terutama ketika makan bersama orang banyak;
13. Jangan makan sambil berdiri;
14. Jangan menyisakan makanan di piring;
15. Bersihkan mulut dan tangan sehabis makan; dan
16. Ucapkan puji syukur/doa kepada Tuhan setelah makan.

Dari 16 etiket makan bagi anak-anak yang disampaikan oleh PKB itu, para ibu-ibu merasa mendapatkan tambahan ilmu dan berkomitmen untuk mengajarkannya kepada anak-anak sejak dini, meneladankannya, supaya menjadi karakter mereka sehari-hari sekarang dan di masa yang akan datang.

Acara ditutup dengan berdoa bersama.(*)

[Sabrur Rohim, SAg, MSI, PKB Girisubo & pimred Cahaya Keluarga]


0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine