Rakor Desa Dengok, Bidan Rini Setyawati Beberkan Tips Cegah Stunting

Seorang kader mengemban tugas yang mulia yaitu berjuang untuk kemajuan masyarakat. Dengan pengalaman yang dimilikinya dalam membantu pemerintah dalam bidang KB dan kesehatan, maka seorang kader biasanya juga mendapat kepercayaan sebagai motor dalam kegiatan di masyarakat. Termasuk dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti halnya hajatan warga. Saat ini sedang banyak warga yang menyelenggarakan hajatan, di mana para kader banyak dibutuhkan tenaganya. Karena sedang disibukkan dengan acara nyinom, agar Rakor Desa Dengok tetap dapat dilaksanakan dengan baik maka kegiatan yang biasanya dilaksanakan rutin setiap tanggal 10 tersebut, pada bulan Oktober ini digeser menjadi awal pekan yaitu pada Senin (7/10). Kegiatan tersebut diikuti oleh 40-an kader KB dan kader sehat Desa Dengok. Sebagai pemateri dalam acara tersebut adalah Penyuluh KB dan bidan pembina wilayah.

Penyuluh KB yang mendapatkan kesempatan pertama menjelaskan bahwa meskipun sasaran utama Program KKBPK adalah pasangan usia subur (PUS), namun tidak mengesampingkan kelompok sasaran yang lain. Program KKBPK menaruh perhatian pada seluruh tahap dalam siklus kehidupan manusia. Siklus kehidupan manusia secara umum yaitu dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, sampai lansia. Bukti kepedulian tersebut dengan adanya kelompok-kelompok kegiatan, yaitu Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia.

Bina Keluarga Remaja (BKR) menjadi salah satu bentuk kelompok kegiatan, sasarannya adalah orangtua yang memiliki anak remaja. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan orangtua dalam mengasuh dan membina anak pada usia remaja. Hal ini sangat penting karena Program KKBPK yang bertujuan untuk mewujudkan generasi yang sehat dapat dimulai pada remaja. Untuk mewujudkan keluarga yang berketahanan dapat dipersiapkan sejak masa remaja.

Masa remaja merupakan masa transisi kehidupan. Menurut Bank Dunia, masa tersebut dibagi menjadi 5 hal yaitu:
- Melanjutkan sekolah
- Mencari pekerjaan
- Memulai kehidupan keluarga
- Menjadi anggota masyarakat
- Mempraktikkan hidup sehat 

Untuk dapat  mewujudkan 4 hal yang pertama dengan baik, maka perlu dilakukan hal yang ke-5, yaitu mempraktikkan hidup sehat. Menurut Penyuluh KB praktik hidup sehat dapat dilakukan dengan 2 hal yaitu sehat makanan dan sehat pergaulan. Sehat makanan yaitu mengkonsumsi makanan yang sehat (B2SAH), mengurangi makanan siap saji, menghindari rokok, miras, dan narkoba. Sehat pergaulan yaitu melakukan pergaulan yang mendukung ibadah, mendukung pendidikan, mendukung hobby dan ketrampilan, serta terhindar dari kenakalan dan seks pra nikah.

Dengan memenuhi sehat makanan dan sehat pergaulan maka diharapkan remaja dapat mencapai cita-citanya. Hal ini akan mendukung program Pendewasan Usia Perkawinan, yaitu 21 untuk perempuan dan 25 untuk laki-laki. Sebelum menikah, remaja tersebut telah menyelesaikan sekolah atau  kuliah serta sudah mampu mencari nafkah. Sesuai dengan slogan yang digalakkan di Kabupaten Gunungkidul, yaitu, "Gendong tas dulu, baru gendong anak!"

Bidan pembina wilayah Desa Dengok, Rini Setyawati menyampaikan materi tentang stunting. Dijelaskan bahwa penyebab stunting antara lain kekurangan gizi saat hamil, bayi lahir sebelum waktunya, MP ASI kurang, serta infeksi berulang. Akibat dari stunting yaitu menimbulkan gangguan pertumbuhan, gangguan metebolisme tubuh, serta ganggaun otak. Upaya yang dapat dilakukan dalam pencegahan stunting yaitu: minum tablet tambah darah selama hamil, PMT bagi ibu hamil, persalinan di tenaga kesehatan, inisiasi menyusui dini, ASI ekslusif, MP ASI seimbang, imunisasi dasar lengkap, pemberian vitamin A, rutin ke posyandu, serta penerapan PHBS.

Masih terkait dengan stunting, bidan Desa Dengok mengingatkan bahwa saat ini para remaja memiliki kecenderungan melakukan diet. Apabila diet ini tidak dilakukan secara tepat maka akan berpengaruh pada kepenuhan gizi pada remaja tersebut. Diingatkan juga agar ibu hamil jangan sampai tidak mau makan.

Cukup menarik apa yang dilakukan bidan Rini setelah selesai menyampaikan materinya, yaitu meminta kepada peserta pertemuan untuk maju menjelaskan kembali isi materi yang telah disampaikan dalam Rakor Desa hari ini. Empat peserta berkesempatan maju untuk menyampaikan kembali poin-poin yang disampaikan oleh Penyuluh KB dan Bidan pembina wilayah. Kepada 4 peserta tersebut diberikan bingkisan.

Selesai penyampaian materi, Erni Muslimah selaku PPKBD Desa Dengok memberikan beberapa penekanan terkait materi yang telah disampaikan oleh PKB dan bidan. PPKBD Desa Dengok juga menyatakan pentingnya memberikan pembinaan kepada para orangtua yang memiliki anak remaja melalui Bina Keluarga Remaja dan forum lainnya sehingga kelompok-kelompok yang sudah ada perlu digiatkan kembali.(*) [Slamet, PKB dan kontributor Kecamatan Playen]
0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine