Forum Musyawarah Kampung KB Tekik Bekali Materi Kesetaraan Gender dan KB Pria

Selasa (17/9) BPKB Kecamatan Saptosari menggelar acara Musyawarah Kampung KB yang dilaksanakan di Kampung KB Tekik, Ngloro, Saptosari. Acara ini dihadiri oleh PKB Kecamatan Saptosari, kader BKB, Kader BKR dan Kader BKL kampung KB. Pada kesempatan ini dihadirkan pula narasumber yang berkompeten yaitu Yudaltinah, Ibu Kades Ngloro. Ibu Yudal, sapaan akrabnya, menyuguhkan materi mengenai "Kesetaraan Gender". Pengertian Gender adalah serangkaian karakteristik yang terkait kepada dan membedakan maskulinitas dan feminimitas (laki-laki dan perempuan atau interseks). Perbedaan seks dan gender adalah sbb:

1. Seks

a. Bersifat biologis.
b. Diperoleh dari Tuhan sejak lahir.
c. Tidak dapat diubah
d. Berlaku dimana saja, kapan saja dan di seluruh dunia.
Contoh: Hanya perempuan yang dapat melahirkan, dan hanya laki-laki yang bisa menghamili.

2. Gender
a. Bentukan adat/ kebiasaan.
b. Dari pembiasaan/ dipelajari.
c. Bisa diubah/ ditukarkan antara laki-laki dan perempuan.
d. Sesuai dengan budaya masing-masing daerah atau negara.
Contoh: Perempuan dan laki-laki bisa bekerja sebagai guru, Insinyur dll. Perempuan dan laki-laki dapat mengerjakan pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak dan orangtua.

Contoh Gender di masyarakat:
1. Sarung identik dengan pakaian laki-laki, namun perempuan juga bisa menggunakan sarung.
2. Gamis identik dengan pakaian perempuan, namun di negara Arab gamis juga dikenakan oleh laki-laki.
3. Pekerjaan berat hanya bisa dilakukan oleh laki-laki, namun sekarang kuli gendong juga dapat dikerjakan oleh perempuan.
4. Memasak identik dengan pekerjaan perempuan, namun sekarang profesi koki juga banyak dikerjakan oleh laki-laki.
5. Mengurus anak dianggap tuga perempuan, namun mengasuh anak juga bisa dilakukan oleh aki-laki.

Gender, menurut Bu Yudal, menjadi masalah jika menimbulkan anggapan kemudian terjadi ketimpangan, misalnya:

1. Karena "cerewet", maka "tampar saja biar diam".
2. Karena "objek seks",  maka "eksploitasi saja tubuh wanita" (dengan media dan trafficking), dilecehkan secara seksual, diserang secara seksual.
3. Karena "lemah", maka diperlakukan dengan "tegas" dengan dibentak, didikte, dan dibatasi ruang geraknya.

Kemudian pemateri yang kedua yaitu Umi Yunastuti, PKB pembina wilayah. Ibu Umi, panggilan akrabnya, memaparkan materi mengenai "Kepesertaan KB Pria". KB Pria atau disebut juga MOP atau vasektomi adalah operasi pemotongan vas deferens (saluran berbentuk tabung kecil didalam skrotum yang membawa sel sperma dari testikel menuju penis). vasektomi adalah metode kontrasepsi yang bersifat permanen, tapi tidak akan mempengaruhi kemampuan laki-laki dalam ejakulasi dan orgasme. KB Pria atau vasektomi atau MOP juga bisa disebut kontap (kontrasepsi mantap). Keuntungan dari metode kontrasepsi ini adalah:

1. Perlindungan terhadap terjadinya kehamilan sangat tinggi.
2. Tidak akan mengganggu ereksi, potensi seksual, produksi hormon.
3. Tidak mengganggu kehidupan seksual suami istri.
4. Lebih praktis (hanya memerlukan satu kali tindakan)
5. Lebih aman (keluhan lebih sedikit)
6. Lebih efektif (tingkat kegaagalannya sangat sedikit)
7. Lebih ekonimis (hanya memerlukan biaya sekali untuk satu kali tindakan)
8. Pasien tidak perlu dirawat di rumah sakit
9. Tidak ada mortalitas/kematian.
10. Sifatnya permanen.

Kerugian dari MOP adalah:

1. Prosedur ini tidak dapat dilakukan oleh orang yang masih berkeinginan untuk menambah momongan.
2. Prosedur ini harus dilakukan dengan proses pembedahan.
3. Tidak bisa langsung diandalkan, karena harus menggunakan kondom dalam kurun waktu beberapa hari atau minggu setelah prosedur sampai dinyatakan bahwa sel sperma sudah tidak ada. Acara ditutp dengan sharing, diskusi dan tanya jawab mengenai KB.(*)

[Ahmad Harwanto, SSos dan Ervina Budiati, PKB dan Pramusaji BPKB Saptosari]
0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine