PIK-R Setyo Tuhu Hadirkan Ses Antono Sosialisasi Bahaya Nikah Dini


Rabu (1/5), PIK Remaja Setyo Tuhu berkerjasama dengan Forum PIK Remaja Kabupaten Gunungkidul mengadakan acara sosialisasi tentang Remaja dan Bahaya Pernikahan Dini”.  Acara dilaksanakan tepatnya di Balai Padukuhan Wuni, Nglindur, Girisubo. Selain berkerjasama dengan Forum PIK-R Kabupaten Gunungkidul,  PIK-Remaja Setyo Tuhu juga berkerjasama dengan BPKB Kecamatan Girisubo, PIK Remaja Respect (Tileng, Girisubo), PIK Remaja Police (Karangawen, Girisubo), PIK Remaja Kembang Brayan (SMP N 1 Girisubo), Penyuluh Dinas Sosial, dan PPKBD Desa Nglindur.

Nadia Arika Putri selaku pembawa acara pada acara tersebut membuka acara dengan memanjatkan doa bersama-sama dilanjutkan dengan sambutan Kepala Dusun Wuni, Totok Wahyudi . Beliau menegaskan bahwasanya pemerintah dusun sangat mendukung sekali dengan adanya kegiatan ini. Beliau juga sangat mengapresiasi semangat kinerja dari PIK-R Setyo Tuhu yang baru 1 (satu) bulan terbentuk dan belum di resmikan, tetapi semangat juangnya sudah patut untuk di apresiasi. Totok dalam hal ini juga memohon bimbingan kepada seluruh komponen PIK Remaja baik di tingkat desa, kecamatan dan kabupaten demi kemajuan PIK-R Setyo Tuhu di masa yang akan datang.


Kemudian acara inti pun dilangsungkan, yaitu penyampaian materi oleh Forum PIK-R Kabupaten Gunungkidul yang saat ini dihadiri langsung oleh Ketua Forum PIK-R Kabupaten Gunungkidul, Ses Tantono Rukminto. Sebelum ke materi beliau mengajak kepada audiens untuk bernyanyi bersama-sama lagu “Potong Bebek Angsa”.  Setelah itu beliau menyampaikan tentang pentingnya kita belajar bersama mengenai permasalahan di masa remaja dan pernikahan dini yang saat ini sering terjadi di kalangan remaja pada umumnya. Anton juga menegaskan pentingnya kita mengenal diri kita sendiri dan orang lain agar kita tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif. Poin penting yang disampaikan oleh Anton yakni kita harus ketahui bahwa usia ideal menikah adalah untuk wanita 21 tahun dan laki-laki 25 tahun.

Setelah selesai penyampaian materi, tibalah di acara sesi tanya jawab dimana di sesi ini terdapat 1 (satu) perserta yang bertanya kepada narasumber dari Ketua Forum PIK Remaja Kabupaten Gunungkidul kaitanya dengan pernikahan dini.

Sang penanya adalah Dhea Ertiana, anggota PIK-R Setyo Tuhu, Wuni. Untuk di daerah Girisubo ini ada beberapa kasus pernikahan dini yang sering kita jumpai bersma. Tetapi pernikahan dini tersebut timbul bukan karena faktor hamil di luar nikah, melainkan ada beberapa factor, misalnya karena dorongan dari pihak keluarga khususnya orang tua. Nah, yang saya tanyakan bagaimana cara kita untuk mengatasi masalah pernikahan dini yang timbul karena faktor dorongan pihak keluarga atau orang tua,” ujar Dhea.

Ses Tantono Rukminto selaku narasumber dan Ketua Forum PIK Remaja Kabupaten Gunugkidul menjawab pertanyaan yang telah disampaikan oleh salah satu anggota dari PIK Remaja Setyo Tuhu itu. Beliau menjawab, “Jika masalah tersebut terjadi, maka solusinya ada pada diri kita ini selaku anggota PIK Remaja . Kita coba memberikan informasi atau sosialisasi kepada pihak yang bersangkutan dengan baik-baik.Mungkin juga bisa kita selaku pengurus atau anggota PIK Remaja berkerjasama dengan pihak kepala dusun, kepala desa , tokoh masyarakat, dll untuk membuat semacam kesepakatan kaitannya dengan masalah tersebut,” ungkap Ses Tantono Rukminto di mana beliau juga selaku Kepala Dusun Semanu, Desa Semanu, Gunungkidul.

Terakhir adalah acara penutup. “Alhamdulilah acara berjalan dengan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan dan semoga kegiatan ini akan terus berlanjut ke depannya agar wawasan dan pemahaman kita semua kaitanya tentang masalah remaja yang sering bermunculan dapat kita atasi bersama,” ujar Penyuluh Sosial, Surami.
Acara di tutup dengan membaca doa bersama-sama.(*) [Rudi Purwanto/Sabrur Rohim, Girisubo]

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine