Studi Banding Program GenRe, DPRD Kota Mojokerto Sambangi DP3AKBPMD Gunungkidul

Senin (18/3), kantor DP3AKBPMD Gunungkidul menerima kunjungan resmi dari rombongan anggota DPRD Kota Mojokerto, yang dipimpin oleh H Suyono (ketua DPRD). Rombongan terdiri atas 9 orang anggota DPRD yang mewakili seluruh fraksi, beserta 3 orang staf kantor DPRD. Rombongan disambut oleh Kepala DP3AKBPMD Gunungkidul, Sudjoko, SSos, MSi beserta jajaran pejabat struktural bidang Dalduk dan KB, misalnya Dra Dwi Iswantini, Drs Mahmud Khumaidi, dan Moh Amirudin, SSos, di ruang "Mbangun Ndesa" lt 2 DP3AKBPMD Jl Taman Bhakti Wonosari.
 
Dalam sambutannya, Sudjoko pertama-tama menyampaikan selamat datang kepada para tamu dari Kota Mojokerto, dan berharap di pertemuan tersebut akan membawa manfaat yang besar bagi kemajuan Mojokerto dan Gunungkidul. "Saya minta kita nanti sharing gagasan dan pengalaman saja, karena saya yakin masing-masing punya kelemahan dan kelebihan. Saya berharap nanti dari Bapak dan Ibu anggota DPRD Kota Mojokerto akan memperoleh tambahan ilmu dan wawasan seputar program-program di Gunungkidul, dan begitu juga sebaliknya," ujar Sudjoko sambil menyatakan bahwa dia tidak bisa mengikuti acara sampai selesai karena ada banyak kegiatan di tingkat desa yang harus dihadiri. Sebelum Sudjoko pamit, terlebih dahulu ada seremoni serah terima cindera mata dari DP3AKBPMD kepada tamu, dan sebaliknya.

Acara berlanjut ke kata pengantar oleh Kabid KB, Dra Dwi Iswantini. Dwi menampilkan paparan tentang program-program yang dicanangkan oleh Pemkab Gunungkidul secara umum, kemudian mengerucut ke program KKBPK, dan lebih khusus lagi tentang program GenRe dalam rangka pencegahan pernikahan dini atau pendewasaan usia perkawinan (PUP). Dilaporkan oleh Dwi, bahwa program GenRe di Gunungkidul relatif berjalan dengan baik, dan di antara indikasinya adalah aktivitas kegiatan PIK Remaja, BKR, yang terus berjalan, intervensi program dan anggaran (meski belum banyak), serta banyaknya promosi dan KIE terkait secara terus-menerus. "Yang menjadi kendala terbesar memang soal penganggaran, yang selama ini hanya sedikit sekali," ungkap Dwi.

Dalam tanggapannya, H Suyono, Ketua DPRD Kota Mojokerto, mengungkapkan bahwa angka kasus masalah-masalah remaja di Mojokerto meningkat dari waktu ke waktu. Khusus masalah pernikahan dini, ini menjadi keprihatinan semua elemen masyarakat di sana, selain kasus-kasus lain seperti kenakalan remaja, tawuran, miras, anak jalanan, dan sebagainya. "Kota Mojokerto hanya terdiri atas 3 kecamatan. Tetapi penduduknya sangat padat, sehingga permasalahannya sangat kompleks. Kami 12 orang mewakili seluruh anggota DPR yang total ada 25 orang. Kami berharap dengan studi banding ke sini akan mendapat informasi dan wawasan tambahan yang bisa kami bawa pulang untuk diterapkan di sana, khususnya dalam hal penanganan program GenRe," ujar Suyono.

Dalam pertemuan ini, hadir juga ikut menanggapi Ketua Forum PIK-R, Ses Antono (PIK-R Kartanu, Semanu), jajaran PKB Girisubo, serta pengurus PIK-R Police Karangawen Girisubo. Ses Antono menceritakan bahwa kegiatan PIK-R tingkat kabupaten berjalan lancar, bahkan sudah ada sokongan (sponsorship) pihak swasta dalam kegiatan rutin peringatan Hari AIDS sedunia setiap tanggal 1 Desember. PIK-R Kartanu sendiri, tambah Anton (panggilan akrabnya), sudah memperoleh dukungan dari CSR PT Gramedia, berupa bantuan buku-buku senilai 20-an juta lebih. "Ini bisa ditiru oleh PIK-R lain, dengan mengajukan proposal ke pihak swasta untuk menunjukkan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan," papar Anton.

PIK-R Police Karangawen juga ikut menyampaikan paparan ihwal profil lembaga serta gambaran kegiatan-kegiatan yang sekian lama sudah berjalan, baik terkait dengan promosi (KIE) kepada sasaran, kendala-kendala serta tantangannya, juga usaha-usaha yang dilakukannya selama ini untuk menopang kemandirian. Galih Eriya, sang pemapar, mewakili PIK-R Police, mengungkapkan bahwa banyak strategi yang ditempuh PIK-R Police untuk mempromosikan kegiatan, misalnya dengan penyuluhan ke poktan binaan, lagu-lagu, yel-yel, stiker, kaos, baju, bros, dan sebagainya. "Kami menekuni usaha membuat bros untuk siswi-siswi sekolah. Hasilnya lumayan untuk menambah kas kelompok, yang itu bisa digunakan untuk kegiatan rutin," ujar Galih bangga.

Sementara itu, PKB Girisubo, Sabrur Rohim, SAg, MSI, dalam tanggapannya menceritakan adanya tren menurun untuk kasus pernikahan dini di Gunungkidul setelah adanya Perbup No. 36 Tahun 2015. "Sebanyak apa pun program yang kita susun, seintensif apa pun kegiatannya, tanpa ada intervensi yang sungguh-sungguh oleh pemangku kepentingan, hasilnya akan kurang maksimal. Kita di sini beruntung, karena setelah adanya Perbup No 36 tahun 2015 tentang pencegahan pernikahan anak, angka pernikahan dini di Gunungkidul trennya menurun. Dulu sebelum munculnya Perbup tersebut, angkanya di kisaran seratus sekian belasan, sedangkan per tahun 2018 kemarin angkanya di kisaran 60-an," papar Sabrur.

Menjelang zuhur acara pun diakhiri. Pihak anggota DPRD Kota Mojokerto sangat berterimakasih atas tanggapan tuan rumah pada kunjungan mereka kali ini, selain banyak juga informasi dan pengetahuan yang sudah diperoleh. Sebelum keluar ruangan, semua hadirin berfoto bersama sebagai kenang-kenangan.(*) [Sabrur Rohim, Girisubo]

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine