Strategi Tanjungsari Tingkatkan Kesertaan KB Pasca Salin


Oleh: Ir  Sihana Yuliarta
(Koordinator PKB Tanjungsari)

Pencapaian   peserta KB aktif  dan  peserta KB baru  merupakan tugas utama dari Penyuluh KB. Evaluasi terhadap dua hal tersebut pun selalu dilakukan baik di OPD KB kabupaten/kota maupun Perwakilan BKKBN Propinsi DI Yogyakarta. Pencapaian  peserta KB aktif  tingkat Propinsi D I Yogyakarta untuk tahun 2018 79.66 persen. Pencapaian yang cukup ideal dan dapat dikatakan berhasil sesuai yang diharapkan, apabila dibandingkan dengan pencapaian tahun 2017 terjadi peningkatan sekitar 4 persen. Bisa disimpulkan untuk kondisi  peserta KB aktif  tahun 2018  pencapaiannya bisa dikatakan cukup aman, tetapi sebaliknya untuk pencapaian  peserta KB baru, masih jauh dari yang diharapkan. Pada tahun 2018 dari KKP  peserta KB baru   yang ditetapkan untuk tingkat Provinsi D I Yogyakarta sebesar 61.800 peserta sampai akhir tahun 2018 hanya tercapai 41.379 atau 66,96 persen. Tinggi rendahnya pencapaian KB pasca salin di wilayah merupakan salah satu indikator yang dapat mendukung pencapaian  peserta KB baru.

Melihat kondisi tersebut di atas, khususnya dalam hal belum tercapainya  peserta KB baru   pada tahun 2018 sesuai KKP yang ditentukan, dan juga melihat hasil Lokakarya Mini Puskesmas Tanjungsari yang pada 2 (dua) tahun terakhir diketahui kondisi KB pasca salin belum pernah mencapai target yang ditetapkan, menjadi pemikiran tersendiri bagi Penyuluh KB dan Forum IMP Tanjungsari, Gunungkidul.

Hari Rabu, 09 Januari 2019, bertempat di Balai Penyuluh KB Tanjungsari diadakan pertemuan Forum IMP Kecamatan. Forum IMP yang anggotanya terdiri dari masing-masing desa 3 personil,  kompak semua dapat hadir. Tepat jam 09.00 acara pun dimulai dan dipimpin langsung oleh saya sendiri selaku Koordinator PKB Tanjungsari. Pokok bahasan utama pada pertemuan tersebut adalah upaya meningkat  peserta KB baru tahun 2019.

Supartini sebagai Ketua Forum IMP mengajak kepada segenap IMP untuk bersama-sama menyadari bahwa ketugasan IMP adalah membantu ketugasan dari PKB, maka  mempertahankan kondisi  peserta KB aktif  yang sudah baik, dan meningkatkan peserta KB baru   juga menjadi tanggung jawab IMP.  Keberhasilan Program KKBPK juga menjadi tanggung jawab kita bersama, tentunya melalui peningkatan dalam pelaksanaan KIE KB di tingkat padukuhan sampai desa.




Saya, di dalam sambutan, menyampaikan terima kasih kepada segenap IMP atas komitmennya, dan berharap komitmen ini tetap dipertahankan. Sebagai upaya meningkatkan Pencapaian  peserta KB baru  untuk tahun 2019, strategi yang saya tawarkan adalah  mulai bulan Januri 2019 segenap IMP untuk melakukan kunjungan  kepada ibu hamil yang tentunya akan didampingi oleh PKB wilayah (saya, Madyantara, Asar Janjang Lestari), dengan harapan dapat mengikuti Program KB pasca salin. Setiap IMP diharap mengunjungi minimal 3 bumil di wilayah desanya masing-masing. Program ini selain ditujukan meningkatkan pencapai KB pasca salin juga meningkatkan kemampuan IMP dalam melakukan konseling KB, karena IMP merupakan kepanjangan tangan dari Penyuluh KB , maka kemampuan dalam melaksanakan KIE dan konseling senantiasa harus ditingkatkan. Saya juga menyampaikan agar setelah mendapatkan info, selanjutnya segera aksi pendampingan bumil, tentukan target dan diikuti dengan laporan kunjungannya.

Dari hasil kunjungan Ibu Hamil oleh IMP, ternyata mendapatkan hasil yang menggembirakan khususnya dalam upaya meningkatkan kesertaan KB pasca salin di kecamatan Tanjungsari. Berikut disampaikan hasil per desanya:

1.      Desa Hargosari
Pengurus IMP Desa Hargosari yang terdiri dari: 1. Supartini, 2. Jumiyati, 3. Murningsih. Pengurus IMP Hargosari berhasil mengunjungi 24 Ibu Hamil, dari 5 padukuhan (Ketos, Gaduhan, Mojosari, Candisari, dan Timunsari).
Hasil Konseling yang telah dilakukan oleh segenap IMP Desa Hargosari sangat berargam. Ada 3 (tiga) klien yang bersedia mengikuti KB pasca salin dengan kontrasepsi  IUD,  2 (dua) klien dengan kontrasepsi implan, 17 (tujuh belas) klien dengan kontrasepsi suntik, dan 1 (satu) klien dengan kontrasepsi pil.

2. Desa Kemiri Pengurus IMP Desa Kemiri antara lain: 1. Tuminah, 2, Surtini, dan 3. Dasmiyati.
Pengurus IMP Kemiri berhasil mnengunjungi 7 Ibu Hamil yang berasal dari 2 Padukuhan (Gebang dan Bareng). Hasil konseling yang telah dilakukan oleh segenap IMP desa Kemiri adalah: 1 (satu) klien sudah melahirkan dan ikut suntik, 1 (satu) klien juga juga sudah melahirkan tetapi belum mengikuti program rencana akan ikut kb dengan kontrasepsi pil, IMP siap untuk melakukan pendampingan sampai ikut KB, 2 (satu) klien setelah melahirkan rencana akan mengikuti kb pasca salin dengan kontrasepsi implant, 3 (tiga) dengan kontrasepsi suntik.

3. Desa Kemadang Pengurus IMP Desa Kemadang antara lain: 1. Suwarni, 2, Sularti, dan 3. Karmilah.
Pengurus IMP Kemadang berhasil mnengunjungi 6 ibu hamil yang berasal dari 2 padukuhan (Karanglor I dan Sumuran). Hasil konseling yang telah dilakukan oleh segenap IMP desa Kemadang adalah: 5 (lima) klien siap untuk mengikuti KB pasca salin namun belum bisa menentukan kontrasepsi yang akan digunakan, akan konsultasi terlebih dahulu dengan pihak medis untuk menentukan kontrasepsi yang cocok dengan kondisi badan, sedangkan yang 1 (satu) klien belun dapat menyanggupi untuk ikut KB pasca salin karena kondisi tubuh yang tidak memungkinkan, yaitu tensi terlalu tinggi, kondisi kesehatan yang kurang stabil.

4. Desa Ngestirejo Pengurus IMP Desa Ngestirejo antara lain: 1. Waginem,  2. Ndari, dan 3. Dewi Lestari. Pengurus IMP Ngestirejo berhasil mengunjungi 6 ibu hamil yang berasal dari 2 Padukuhan (Mendang I, Mendang II). Hasil konseling yang telah dilakukan oleh segenap IMP Desa Ngestirejo adalah: 6 (enam) klien siap untuk mengikuti KB pasca salin namun belum bersedia untuk menggunakan kontrasepsi IUD dengan berbagai alasan, kontrasepsi yang dipilih adalah suntik. 

5. Desa Banjarejo Pengurus IMP Desa Banjarejo yang terdiri dari 1. Suburini, 2. Kristiyanti, 3. Ida Nurmayani. Pengurus IMP Banjarejo berhasil mengunjungi 4 ibu hamil, dari 1 padukuhan yaitu Padukuhan Jarah. Hasil konseling yang telah dilakukan oleh segenap IMP Desa Banjarejo, 2 (dua) klien setelah melahirkan siap untuk mengikuti KB pasca salin namun belum berani untuk memakai kontrasepsi MKJP dengan berbagai alasan, 1 (satu) klien tidak bersedai mengikuti KB pasca salin karena faktor agama/kepercayaan, 1 (satu) klien belum bisa menjawab tentang kesediaannya mengikuti KB pasca salin dikarenakan kondisi kesehatan, saran dokter diharapkan jangan KB terlebih dahulu.

Melalui kegiatan kunjungan bumil, baik PKB  maupun IMP mempunyai harapan besar agar dapat meningkatkan capaikan KB pasca salin yeng tentunya menukung pencapaian  peserta KB baru   di Kecamatan Tanjungsari. Harapan besar tahun 2019 merupakan tahun keberhasilan program KKBPK khususnya di Tanjungsari dan umumnya di kabupaten Gunungkidul. Saya yakin, suatu permasalahan jika dianalisis dengan mendalam akar persoalannya, lalu dicari solusinya yang komprehensif dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh, apalagi dengan kerjasama tim, akan menuai hasil yang positif dan membawa perubahan. Salah satu contohnya adalah di wilayah Kecamatan Tanjungsari ini.
Salam KB! Dua Anak Cukup Bahagia Sejahtera! Salam BKKBN! Sahabat Keluarga Indonesia!(*)


0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine