Kenalkan Program KKBPK ke Perguruan Tinggi, BKKBN DIY Gelar Seminar Hasil Penelitian di UNISA Yogyakarta


Tim Peneliti UNISA Yogyakarta menyajikan  studi tentang  hubungan pola asuh, PIK Remaja, dan kejadian kehamilan remaja di Kabupaten Gunungkidul. Diambilnya Gunungkidul sebagai bahan riset dan penelitian, mengingat tingginya angka kehamilan remaja, yang pada tahun 2016 mencapai 310 dengan 220 diantaranya merupakan kehamilan pra nikah (data Dinkes Kab Gunungkidul, 2017).

Penyajian hasil penelitian kependudukan dan KB yang dilaksanakan pada hari Kamis, 6 Desember 2018 yang bertempat di kampus UNISA Yogyakarta diharapkan bisa menjadi sarana dan wadah untuk mensosialisasikan hasil penelitian yang nantinya bisa dimanfaatkan secara optimal oleh berbagai pihak untuk membantu dalam pengambilan keputusan ataupun menjadi referensi dalam melaksanakan kegiatan operasional di lapangan.

Tidak hanya masalah kehamilan pada remaja, persoalan tawuran pelajar atau kekerasan yang dikenal di DIY dengan istilah klithih, menjadi perhatian serius berbagai kalangan. Selama tahun 2016  jumlah kasus tawuran pelajar atau klithih di DIY sebanyak 43 kasus, sehingga pada tahun 2017 Kapolda DIY menyatakan Yoyakarta darurat klithih. Hal inilah yang kemudian melatar belakangi tim peneliti dari Fakultas Geografi UGM, menyapaikan kajian tentang pola pengasuhan sebagai pembentuk karakter dalam pencegahan kenakalan anak.

Acara yang juga dihadiri oleh Kapusna BKKBN RI, Zahrofa Hermiwahyoeni, SH, MSi, Kepala Perwakilan BKKBN DIY Drs Bambang Marsudi MM, dan Wakil Dekan 2 (dua) bidang kemahasiswaan dan Kerjasama, Fakultas Ilmu Kesehatan UNISA, Ruhana, S Kep Ns MAN, juga bertujuan untuk mensosialisasikan program KKBPK ke perguruan tinggi dan mitra kerja sehingga tugas dan masalah KB dimiliki dan dimengerti oleh semua lapisan masyarakat. Di sisi lain juga, even ini dilaksanakan dalam rangka mendapatkan masukan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh perwakilan BKKBN DIY demi perbaikan penelitian dan pengelolaan program ditahun- tahun selanjutnya, mengingat TFR di DIY yang mengalami kenaikan.

PSKK UGM mengkaji tentang pengukuran fertilitas penduduk di DIY sebagai respon peningkatan TFR hasil SDKI 2017, mengingat sejak zaman Orde Baru DIY menjadi salah satu daerah dengan pencapaian kinerja di bidang demografi dan KB paling berhasil. Hal tersebut ditunjukkan oleh pertumbuhan penduduk yang rendah, angka kematian dan kelahiran yang rendah dan angka harapan hidup yang tinggi, dan selalu rendahnya nilai TFR di DIY dibandingkan provinsi lain di Indonesia. Meskipun demikian, capaian TFR tersebut sedikit mengkhawatirkan karena berdasarkan laporan pendahuluan indikator utama SDKI tahun 2017, TFR di DIY mengalami kenaikan.

Dalam desiminasi hasil penelitiannya, Tim Peneliti dari UAD berfokus pada akses layanan KB pada PUS miskin di Kota Yogyakarta. Sedangkan dari AKBIDYO yang mengambil wilayah sempel di Kabupaten Sleman meneliti tentang pola KIE pada program KB dalam meningkatkan kesertaan IUD dan Implan.

Penelitian yang didanai oleh PUSNA dan PUSDU BKKBN Pusat ini dilakukan oleh tim peneliti dari berbagai mitra kerja. Semua diberi waktu dan bertindak sebagai narasumber dalam acara ini, antara lain: Tim Peneliti dari UAD, PSKK UGM, STIKES AKBIDYO, UNISA, dan Fakultas Geografi UGM. [Purwadi, Paliyan]

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine