Pemkab Bantul Beri Kompensasi Rp 1 Juta untuk Setiap Akseptor Vasektomi


Saat mengantar calon akseptor MOW (tubektomi) di RS Griya Mahardika Sewon Bantul, Senin (16/2) yang lalu, penulis kebetulan bertemu dengan banyak PUS, lengkap suami-istri, didampingi oleh sejumlah PKB di RSGM. Mereka semua berasal dari Kabupaten Bantul. Jumlah PUS-nya sekitar 20 pasang. Para PUS itu juga membawa serta anak-anak mereka yang masih kecil. Rata-rata anak yang mereka bawa 1-2 orang.

<< Supardi dan calon-calon akseptor MOP 

Penasaran, penulis pun bertanya. Ternyata, para PUS laki-laki akan mengikuti operasi MOP (vasektomi) di RSGM. Hari itu ada pelayanan untuk 20 (dua puluh) orang  calon akseptor MOP. Penulis berkesempatan untuk bincang-bincang dengan salah satu PKB pengantar, Supardi, seorang PKB asal Kecamatan Banguntapan. "Kami mengantar 9 orang calon akseptor MOP asal Banguntapan," kata Supardi.

Diceritakan oleh Supardi, bahwa hari ini adalah pelayanan terakhir dari program pelayanan MOP gratis bagi calon akseptor MOP Kabupaten Bantul. "Targetnya adalah 85 akseptor MOP, dan hari ini, Senin, 26 Februari, jika pelayanan hari ini sukses, berarti sudah terlayani 78 akseptor," tambah Supardi.

"Wow, luar biasa. Baru masuk bulan kedua, sudah mencapai angka sebanyak itu. Resepnya apa dari Kabupaten Bantul, Mas?" tanya penulis.

Supardi lalu memaparkan lebih panjang, bahwa ini program khusus dari Pemkab Bantul yang dilaksanakan setiap tahun. Yakni, untuk setiap PUS laki-laki yang sukses mengikuti MOP, selain kompensasi dari BKKBN sebesar Rp 150 ribu, juga akan diberi kompensasi oleh Pemkab Bantul sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah). Tahun kemarin (2017), akseptor MOP diberi kompensasi satu ekor kambing. Tetapi, karena terkadang ada kecemburuan dari akseptor soal ukuran (besar) dan jenis kambing, maka tahun ini diwujudkan dalam bentuk uang tunai satu juta potong pajak, sama rata. Tahun kemarin tergetnya 100 peserta, dan tercapai, bahkan lebih. Sedangkan tahun ini kuotanya hanya 85 peserta MOP, dan hari ini (Selasa, 26/2) sudah tercapai 78 orang, jadi tinggal 8 peserta lagi. Kompensasi itulah yang menjadi daya tarik banyak suami Bantul untuk ikut program KB MOP.

Lalu, kapan uang kompensasi itu diberikan? Supardi menjelaskan, bahwa uang itu diambil ke OPD KB Bantul langsung. Para akseptor datang sendiri ke OPD KB Bantul. Atau biasanya  kompensasi diberikan secara serentak pada even-even tertentu tingkat kabupaten.

Penulis sempat bertanya kepada salah seorang calon peserta MOP asal Banguntapan, Budi (45 tahun), tentang alasannya ikut program ini. Dijawabnya, selain faktor kompensasi, juga karena ia memang sudah berniat ikut program ini, sebab sudah punya dua orang anak, sudah cukup.

Penulis mendapatkan kabar juga, bahwa peserta pelayanan MOP terbanyak adalah dari Kecamatan Sanden. Sebab, di sana ada kelompok KB Pria yang aktif memberi kampanye dan sosialisasi, sehingga akseptor MOP di sana juga paling banyak se-Kabupaten Bnatul. Nah, kabupaten lain bisa meniru Bantul, nih...!(*) [Sabrur, Girisubo]





0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine