Menjaga Masa Depan Dimulai dari Memahami Diri; Membangun Kesadaran Kesehatan Reproduksi Remaja melalui Penyuluhan di Kalurahan Gari

 Oleh: Dra Umi Wariyati, MM (PKB Kapanewon Wonosari)

"Salam GenRe!"

Sapaan penuh semangat itu menggema di Balai Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, pada Jumat, 12 Juni 2026. Puluhan remaja yang semula duduk tenang seketika menjawab dengan kompak, "Salam!" Suasana pun berubah menjadi lebih hangat dan penuh antusias.

Yel-yel yang dipandu oleh Penyuluh KB Kapanewon Wonosari, Dra Umi Wasriyati, MM, bukan sekadar pembuka acara. Seruan berikutnya, "Remaja GenRe!, dijawab oleh para remaja dengan:* "Sehat, Cerdas, Ceria",* dan ketika seruan berikutnya, "Genre Indonesia!", para remaja serentak menjawab, "Saatnya Yang Muda Yang Berencana!" Salam khas tsb menjadi pengingat bahwa masa remaja adalah periode yang sangat menentukan arah kehidupan seseorang. Di usia inilah berbagai keputusan, kebiasaan, dan nilai kehidupan mulai terbentuk.

Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja yang diselenggarakan Pemerintah Kalurahan Gari. Menghadirkan narasumber dari Balai Penyuluhan KB Kapanewon Wonosari dan Sri Wardani, A.Md. Keb. dari UPT Puskesmas Wonosari II, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang terbuka bagi remaja untuk memahami perubahan yang sedang mereka alami sekaligus membangun kesiapan menuju masa dewasa yang sehat dan bertanggung jawab.



Remaja Bukan Sekadar Tumbuh, tetapi Sedang Berproses Menjadi Dewasa

Masa remaja merupakan fase transisi yang unik. Pada periode ini seseorang tidak lagi dapat disebut sebagai anak-anak, tetapi juga belum sepenuhnya memasuki dunia orang dewasa. Berbagai perubahan terjadi hampir bersamaan, mulai dari pertumbuhan fisik, perkembangan emosional, hingga cara berpikir dan berinteraksi dengan lingkungan sosial.

Dalam paparannya, Dra. Umi Wasriyati menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi tidak hanya dimaknai sebagai sehatnya organ reproduksi, tetapi merupakan kondisi sejahtera secara fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan seluruh fungsi reproduksi. Pemahaman tersebut sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang menempatkan kesehatan reproduksi sebagai bagian penting dari kualitas hidup manusia.

Sayangnya, tidak sedikit remaja yang memasuki masa pubertas tanpa bekal pengetahuan yang memadai. Perubahan tubuh sering kali menimbulkan rasa cemas, malu, bahkan memunculkan berbagai mitos yang belum tentu benar. Di sinilah pendidikan kesehatan reproduksi menjadi sangat penting, agar rasa ingin tahu remaja diarahkan pada informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.


Mengenali Perubahan Tubuh dengan Cara yang Benar

Memasuki masa pubertas, setiap remaja akan mengalami perubahan biologis yang merupakan bagian alami dari proses pertumbuhan. Pada remaja perempuan, perubahan tersebut ditandai dengan datangnya menstruasi sebagai tanda mulai berfungsinya sistem reproduksi. Sementara pada remaja laki-laki, mimpi basah menjadi salah satu penanda bahwa organ reproduksinya mulai matang.

Perubahan tersebut sering kali disertai munculnya rasa penasaran terhadap tubuh sendiri. Apabila tidak disertai pengetahuan yang benar, remaja berpotensi memperoleh informasi yang keliru dari media sosial, internet, maupun lingkungan pergaulan.

Melalui penyuluhan ini, peserta diajak memahami fungsi organ reproduksi, pentingnya menjaga kebersihan organ intim, mengenali siklus menstruasi yang normal, hingga memahami berbagai gangguan kesehatan reproduksi yang dapat terjadi. Materi tersebut disampaikan dengan bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh para remaja.

Tidak hanya itu, peserta juga dikenalkan pada berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesehatan reproduksi, seperti pola hidup sehat, kecukupan istirahat, aktivitas fisik, serta pentingnya menghindari kebiasaan merokok dan perilaku berisiko. Pesan ini menjadi penting karena kesehatan reproduksi tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh gaya hidup yang dijalani setiap hari.


Belajar Memahami Perubahan Emosi dan Pergaulan

Selain perubahan fisik, masa remaja juga ditandai dengan perkembangan psikologis yang sangat dinamis. Perubahan hormon membuat remaja lebih sensitif terhadap berbagai situasi, mudah mengalami perubahan suasana hati, mulai tertarik kepada lawan jenis, serta memiliki keinginan yang besar untuk memperoleh pengakuan dari lingkungan sebayanya.

Pada saat yang sama, mereka mulai belajar menentukan identitas diri. Keinginan untuk mandiri semakin kuat, namun kemampuan mengambil keputusan belum sepenuhnya matang. Kondisi inilah yang sering membuat remaja rentan terhadap pengaruh lingkungan, tekanan teman sebaya, maupun informasi yang belum tentu benar.

Karena itu, penyuluhan kesehatan reproduksi tidak hanya berbicara mengenai organ tubuh atau proses biologis semata. Lebih dari itu, penyuluhan menjadi sarana membangun kemampuan remaja dalam mengenali diri, mengelola emosi, menghargai tubuhnya sendiri, serta berani mengatakan tidak terhadap berbagai perilaku yang dapat membahayakan masa depannya.


Membangun Generasi yang Berani Merencanakan Masa Depan

Program Generasi Berencana (GenRe) yang diperkenalkan kepada para peserta mengajak remaja untuk memiliki perencanaan hidup sejak dini. Menjadi generasi berencana berarti mampu menyusun cita-cita, menjaga kesehatan, mengembangkan potensi diri, serta menghindari perilaku yang berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba, seks pranikah, maupun pernikahan usia anak.

Perencanaan kehidupan bukan berarti membatasi mimpi anak muda. Sebaliknya, perencanaan justru membantu mereka memiliki arah yang jelas sehingga setiap keputusan yang diambil dapat dipertimbangkan dengan lebih matang.

Dalam era digital saat ini, ketika berbagai informasi dapat diakses hanya melalui layar telepon genggam, kemampuan menyaring informasi menjadi keterampilan yang tidak kalah penting. Remaja perlu dibekali literasi kesehatan agar tidak mudah mempercayai mitos atau informasi yang menyesatkan mengenai kesehatan reproduksi.


Diskusi yang Membuka Ruang Kepercayaan

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dipandu oleh Kamituwa Kalurahan Gari, Budi. Suasana diskusi berlangsung hangat dan komunikatif. Para peserta tampak antusias menyampaikan pertanyaan maupun berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui dialog terbuka tersebut, para remaja memperoleh kesempatan untuk bertanya tanpa rasa takut ataupun malu. Pendekatan yang komunikatif seperti ini menjadi bagian penting dari pendidikan kesehatan reproduksi, karena sering kali persoalan yang dihadapi remaja tidak dapat diselesaikan hanya melalui ceramah, melainkan membutuhkan ruang untuk berdialog dan saling memahami.(*)


Investasi Terbaik bagi Masa Depan Bangsa

Penyuluhan kesehatan reproduksi yang diselenggarakan Pemerintah Kalurahan Gari sesungguhnya merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia. Pengetahuan yang dimiliki remaja hari ini akan memengaruhi keputusan-keputusan penting yang mereka ambil di masa depan, mulai dari menjaga kesehatan diri, membangun hubungan yang sehat, hingga mempersiapkan kehidupan berkeluarga kelak.

Di balik semangat yel-yel "Salam GenRe" yang menggema di awal kegiatan, tersimpan harapan besar agar setiap remaja tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan mampu merencanakan masa depannya dengan penuh tanggung jawab. Sebab, generasi yang memahami dirinya sendiri akan lebih siap menghadapi perubahan zaman dan menjadi fondasi lahirnya keluarga-keluarga berkualitas di masa mendatang.

0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine