Gebyar Kader KB Rongkop 2026: Meneguhkan Komitmen Zero Kelahiran Stunting


Oleh: Kukuh Budi Prasetyo, SPsi (PPKB Kapanewon Rongkop)

RONGKOP | Mentari Jumat pagi, 19 Juni 2026, baru saja meninggi ketika halaman Kantor Kapanewon Rongkop mulai dipenuhi lautan warna-warni kaos olahraga. Dari delapan kalurahan, ratusan kader keluarga berencana (KB) berdatangan dengan wajah penuh semangat. Ada yang datang berombongan menggunakan kendaraan bak terbuka, sebagian lainnya mengendarai sepeda motor, bahkan ada yang sejak pagi telah berkumpul di titik keberangkatan bersama rekan-rekannya.

Seragam yang dikenakan menjadi penanda identitas masing-masing kalurahan, tetapi pagi itu tidak ada sekat yang membedakan mereka. Semua berbaur dalam satu semangat yang sama, yakni menjadi bagian dari gerakan bersama membangun keluarga berkualitas dan memperkuat komitmen mencegah lahirnya generasi yang berisiko mengalami stunting.

Sebanyak 553 peserta yang berasal dari 100 padukuhan di delapan kalurahan se-Kapanewon Rongkop memadati lokasi kegiatan. Mereka bukan sekadar menghadiri sebuah acara seremonial. Kehadiran mereka mencerminkan dedikasi para kader yang selama ini bekerja dalam senyap, mendampingi keluarga, memberikan penyuluhan, memotivasi pasangan usia subur, mengawal kesehatan ibu dan anak, hingga menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah dalam berbagai program pembangunan keluarga.

Melalui Gebyar Kader KB Tahun 2026, Balai Penyuluhan KB Kapanewon Rongkop bersama Pemerintah Kapanewon Rongkop menghadirkan sebuah ruang yang tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah memperkuat solidaritas, memberikan apresiasi, sekaligus memperbarui komitmen lintas sektor dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembangunan keluarga tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat agar setiap keluarga memperoleh pendampingan, informasi, dan pelayanan yang memadai menuju kehidupan yang lebih sehat, sejahtera, dan berkualitas.


Menyatukan Langkah Sejak Awal Acara

Suasana khidmat menyelimuti pembukaan kegiatan. Seluruh peserta berdiri dengan penuh hormat mengikuti doa bersama sebagai ungkapan syukur sekaligus harapan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan membawa manfaat.

Semangat kebangsaan kemudian mengalun melalui lagu Indonesia Raya, disusul dengan Mars KB yang dinyanyikan secara bersama-sama. Bagi para kader, Mars KB bukan sekadar lagu organisasi, melainkan pengingat akan amanah besar yang mereka emban sebagai penggerak pembangunan keluarga di tingkat akar rumput.

Momentum tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan pembangunan keluarga sesungguhnya berawal dari semangat kolektif yang terus dipupuk. Di balik setiap lirik yang dinyanyikan, tersimpan tekad untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan berdaya.


Komitmen Bersama untuk Zero Kelahiran Stunting

Memasuki acara inti, Panewu Rongkop, Edy Sedono, SSos, MSi, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh kader KB yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Gebyar Kader KB bukan hanya menjadi ajang berkumpul dan bersilaturahmi, melainkan momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam gerakan percepatan penurunan stunting.

Menurutnya, stunting merupakan persoalan multidimensi yang penyelesaiannya memerlukan keterlibatan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi lintas sektor harus terus diperkuat agar setiap keluarga memperoleh pendampingan sejak sebelum kehamilan, selama masa kehamilan, hingga masa tumbuh kembang anak.

Harapan tersebut kemudian diwujudkan melalui prosesi Ikrar dan Penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) Zero Kelahiran Stunting. Bunyi  komitmen bersama tersebut adalah upaya untuk mewujudkan Kelahiran Baru Bebas Stunting (Zero Stunting) di wilayah Kapanewon Rongkop, melalui langkah-langkah nyata sebagai berikut:

1. Pendampingan 1000 HPK

Memastikan setiap calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia di bawah dua tahun (baduta) mendapatkan akses pelayanan kesehatan, pendampingan, serta pemenuhan gizi yang optimal tanpa terkecuali.

2. Pemantauan Kelahiran Baru

Melakukan deteksi dini dan intervensi spesifik terhadap ibu hamil berisiko, anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK), guna memastikan setiap bayi yang lahir di Kapanewon Rongkop lahir dalam kondisi sehat, tumbuh optimal, dan bebas dari risiko stunting.

3. Optimalisasi Peran Posyandu dan TPK

Meningkatkan kapasitas kader kesehatan, mengaktifkan partisipasi masyarakat dalam penimbangan serentak, serta mengedukasi pola asuh, pola makan, dan sanitasi yang sehat di tingkat keluarga.


Momen ini menjadi salah satu bagian paling bermakna dalam keseluruhan rangkaian acara. Di hadapan ratusan kader, Panewu Rongkop bersama Kapolsek, Danramil, para kepala perangkat daerah dan unsur lintas sektor tingkat kapanewon, para lurah se-Kapanewon Rongkop, Penyuluh KB, perwakilan kader, serta tokoh masyarakat secara bersama-sama membubuhkan tanda tangan sebagai simbol komitmen kolektif.

Penandatanganan tersebut bukan sekadar formalitas administratif. Lebih dari itu, ia menjadi pernyataan moral bahwa setiap unsur memiliki tanggung jawab yang sama dalam mencegah lahirnya anak-anak yang mengalami stunting melalui berbagai intervensi yang terintegrasi.

Komitmen semacam ini memiliki arti penting karena keberhasilan percepatan penurunan stunting tidak hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga dari kekuatan kolaborasi yang terbangun di lapangan. Ketika pemerintah, tenaga kesehatan, kader, aparat keamanan, tokoh masyarakat, hingga keluarga memiliki tujuan yang sama, maka upaya pencegahan akan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.


Olahraga Menyatukan Semua Kalangan

Setelah rangkaian acara resmi selesai, suasana berubah menjadi lebih cair dan penuh kegembiraan.

Instruktur senam yang berada di atas panggung mengajak seluruh peserta mengikuti gerakan senam massal. Musik yang enerjik membuat ratusan peserta bergerak serempak mengikuti irama. Tidak hanya para kader, para pejabat yang hadir pun turut larut dalam suasana.

Panewu, Kapolsek, Danramil, para lurah, Penyuluh KB, hingga unsur lintas sektor tampak berbaur tanpa sekat dengan masyarakat. Tidak ada jarak antara pemimpin dan warga. Semua mengenakan pakaian olahraga yang sederhana dan nyaman, menciptakan suasana akrab yang jarang dijumpai dalam forum-forum formal pemerintahan.

Pemandangan tersebut menjadi gambaran bahwa kolaborasi akan tumbuh lebih kuat ketika dibangun melalui hubungan yang hangat dan setara. Di luar ruang rapat, komunikasi yang terjalin secara informal justru sering kali menjadi fondasi penting bagi keberhasilan kerja sama lintas sektor.

Usai senam, peserta mengikuti jalan sehat menempuh rute kurang lebih dua kilometer mengelilingi kawasan Kapanewon Rongkop.

Sepanjang perjalanan, tawa dan obrolan ringan terdengar di berbagai sudut rombongan. Para kader memanfaatkan kesempatan tersebut untuk saling bertukar pengalaman mengenai pelaksanaan program di wilayah masing-masing. Ada yang berbagi strategi meningkatkan partisipasi pasangan usia subur dalam ber-KB, ada pula yang menceritakan tantangan mendampingi keluarga berisiko stunting.

Interaksi semacam ini menjadi bentuk pembelajaran yang alami. Pengalaman lapangan yang dibagikan antarkader sering kali melahirkan inspirasi baru yang dapat diterapkan di wilayah lain.


Merayakan Kebersamaan Melalui Seni

Kemeriahan belum berakhir ketika seluruh peserta kembali ke lokasi acara.

Panggung hiburan menjadi pusat perhatian. Perwakilan kader dari masing-masing kalurahan bergantian menunjukkan bakat dalam lomba karaoke dan joget. Gelak tawa serta tepuk tangan mengiringi setiap penampilan.

Tidak sedikit peserta yang semula malu-malu akhirnya memberanikan diri tampil di depan ratusan orang. Rekan-rekan satu kalurahan memberikan dukungan dengan penuh semangat, sementara peserta dari kalurahan lain ikut bersorak memberi apresiasi.

Persaingan yang terjadi bukanlah kompetisi untuk saling mengalahkan, melainkan ruang untuk mempererat persaudaraan. Kegembiraan yang tercipta menjadi energi positif yang memperkuat rasa memiliki terhadap komunitas kader KB.

Kegiatan semacam ini memiliki nilai psikososial yang penting. Para kader yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas sosial di masyarakat juga memerlukan ruang rekreasi, penghargaan, dan penyegaran agar semangat pengabdiannya tetap terjaga.


Doorprize yang Menghadirkan Senyum

Menjelang akhir kegiatan, suasana semakin meriah ketika panitia mulai membagikan berbagai doorprize kepada peserta jalan sehat maupun peserta lomba karaoke melalui sistem undian.

Sorak-sorai pecah setiap kali nomor undian dibacakan. Wajah-wajah penuh harap berubah menjadi senyum lebar ketika nama mereka dipanggil menuju panggung.

Meskipun hadiah yang diberikan bukanlah tujuan utama kegiatan, momen tersebut menjadi bentuk apresiasi sederhana atas partisipasi seluruh peserta.

Dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, penghargaan sekecil apa pun memiliki makna yang besar. Pengakuan terhadap kontribusi kader akan memperkuat motivasi mereka untuk terus mengabdi di tengah masyarakat.


Kader KB: Penggerak yang Bekerja dalam Senyap

Di balik kemeriahan Gebyar Kader KB, terdapat sosok-sosok yang selama ini bekerja tanpa banyak sorotan.

Kader KB merupakan ujung tombak pembangunan keluarga di tingkat padukuhan. Mereka menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi mengenai kesehatan reproduksi, keluarga berencana, pencegahan stunting, pengasuhan anak, hingga pembinaan keluarga berkualitas.

Tidak jarang mereka harus meluangkan waktu di sela-sela aktivitas rumah tangga maupun pekerjaan utama demi mendampingi warga yang membutuhkan informasi atau pelayanan.

Pengabdian tersebut sebagian besar dilakukan secara sukarela, didorong oleh kepedulian terhadap lingkungan dan keinginan melihat masyarakat hidup lebih sehat dan sejahtera.

Karena itulah, kegiatan seperti Gebyar Kader KB memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar agenda tahunan. Ia menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada para kader atas dedikasi yang telah mereka berikan selama ini.


Suara dari Para Kader

Kegembiraan itu juga dirasakan oleh Sri Harnani, kader dari Kalurahan Bohol.

Mewakili rekan-rekan kader lainnya, ia menyampaikan rasa senang dan apresiasi atas penyelenggaraan Gebyar Kader KB.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sesuatu yang istimewa karena belum tentu dijumpai di kapanewon lain. Selain memberikan hiburan, kegiatan ini menjadi wadah mempererat silaturahmi antarkader dari seluruh wilayah Rongkop.

Ia berharap Gebyar Kader KB dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga semangat kebersamaan dan kekompakan para kader tetap terpelihara.

Harapan tersebut menggambarkan bahwa kader tidak hanya membutuhkan peningkatan kapasitas melalui pelatihan teknis, tetapi juga memerlukan ruang untuk saling menguatkan secara emosional. Modal sosial berupa rasa kebersamaan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan gerakan masyarakat.


Kolaborasi sebagai Kunci Keberhasilan

Keberhasilan pembangunan keluarga pada hakikatnya merupakan hasil kerja bersama. Pemerintah dapat menyusun kebijakan dan menyediakan program, tetapi implementasi di lapangan sangat bergantung pada partisipasi masyarakat.

Dalam konteks inilah kader KB memegang peranan strategis sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil keluarga.

Melalui komunikasi yang intensif, pendekatan yang persuasif, dan kedekatan emosional dengan warga, kader mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap berbagai program pemerintah.

Sinergi yang diperlihatkan dalam Gebyar Kader KB Rongkop juga menunjukkan bahwa percepatan penurunan stunting memerlukan orkestrasi berbagai sektor. Kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, sanitasi, perlindungan sosial, hingga pembangunan ekonomi keluarga merupakan bagian yang saling berkaitan.

Oleh karena itu, komitmen Zero Kelahiran Stunting yang dideklarasikan bersama pada kegiatan ini menjadi pijakan penting untuk memperkuat langkah-langkah kolaboratif di masa mendatang.


Menjaga Bara Pengabdian

Menjelang siang, satu per satu peserta mulai meninggalkan halaman Kantor Kapanewon Rongkop. Namun, yang mereka bawa pulang bukan sekadar kenangan mengikuti senam massal, jalan sehat, atau membawa hadiah doorprize.

Lebih dari itu, mereka membawa semangat baru untuk kembali menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

Gebyar Kader KB Tahun 2026 telah menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu melahirkan energi positif, mempererat persaudaraan, dan memperkuat komitmen dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas.

Ketika ratusan kader, pemerintah, aparat keamanan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur lintas sektor mampu berdiri dalam satu barisan, sesungguhnya harapan untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan.

Di balik riuhnya tawa, semangat olahraga, dan kemeriahan panggung hiburan, tersimpan pesan yang jauh lebih dalam: bahwa pembangunan keluarga dimulai dari kepedulian, tumbuh melalui gotong royong, dan akan berhasil ketika seluruh elemen masyarakat memilih untuk berjalan bersama. Itulah semangat yang terus menyala dari Rongkop—semangat para kader yang dengan ketulusan hati menjaga masa depan keluarga Indonesia, satu rumah demi satu rumah, satu generasi demi satu generasi.(*)
0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine