Pisah Sambut PKB Ngloro, Saptosari

Oleh: Ervina Budiati, SAP (Pramusaji PKB Kapanewon Saptosari)

SAPTOSARI | Selasa, 12 September 2023, bertempat di Balai Kalurahan Ngloro, Saptosari, pukul 09.00 WIB - selesai telah dilaksanakan Rapat Koordinasi Rutinan kader KB dan kader sehat (Posyandu). Pada hari itu ada suasana yang berbeda yaitu suasana yang haru sekaligus suasana yang menggembirakan. Di mana penyuluh KB Kapanewon Saptosari, Ahmad Harwanto, SSos, dipindahtugaskan di Kapanewon Panggang dan digantikan oleh Slamet, SST yang dahulunya adalah penyuluh KB Kapanewon Playen. 

Acara dibuka oleh Bapak Wasidin, yang memberikan motivasi agar ibu-ibu kader tetap  bersemangat dalam menjalankan tugas, karena ketugasan para kader sangat diperlukan untuk kemajuan Kalurahan Ngloro pada umumnya. Juga disampaikan pesan yang sangat mendalam dari beliau Pak Idin, sapaan akrabnya, yaitu  iringi ketugasan ibu-ibu kader dengan ikhlas dan etika yang baik, juga tak lupa belaiu menegaskan kepada ibu-ibu muda untuk memprioritaskan anak apalagi anak yang masih usia baduta dan balita karena masa emas anak ada di usia tersebut. “Boleh memegang HP, tetapi anak adalah nomor 1 agar memiliki kecerdasan yang optimal dan dapat terhindar dari stunting,” pungkasnya.

Kemudian acara dilanjutkan sambutan oleh Koordinator PKB Kapanewon Saptosari, Patwara Wibawa, SE, MAP, yang menyambut positif pertemuan ini. Rapat koordinasi rutinan ini adalah ajang untuk melepas rindu dengan ibu-ibu kader semua, kata Pak Bowo, sapaan akrabnya. 

Kemudian beliau menegaskan sekaitan dengan stunting, di mana stunting tidak hanya untuk anak baduta dan balita atau ibu hamil namun juga untuk remaja putri agar menjaga asupan gizi makanan yang dikonsumsi. 

"Hindari mengkonsumsi makanan siap saji seperti mie atau makanan yang kekinian seperti junk food atau sebagainya, boleh mengkonsumsi makanan tersebut namun diusahakan jangan terlalu banyak dan menjadi gaya hidup. Sebab, bagaimana pun juga semaja putri di sini disiapkan untuk menjadi seorang ibu yang nantinya akan mengandung dan melahirkan. Jika badan remaja tersebut 'kutilang' (kurus, tinggi, langsing) ditakutkan bayi yang dikandung nantinya akan menjadi stunting," tegas Pak Bowo.

Setelah sambutan Pak Bowo, acara dilanjutkan pisah sambut PKB Kapanewon Saptosari. Pertama, yakni sambutan/ucapan pamit Ahmad Harwanto, SSos yang menyatakan pamit undur diri dari Saptosari kepada ibu-ibu  kader Ngloro untuk melanjutkan ketugasannya di Kapanewon Panggang. 

Tak lupa Harwanto juga berterima kasih terhadap Kalurahan Ngloro dengan capaian yang luar biasa ini. Yang berpisah adalah ketugasan namun untuk silaturahmi tetap menjadi satu, kata Pak Harwanto. “Walaupun terbilang singkat saya masuk di Ngloro tahun 2019 menggantikan Ibu Umi Yunastuti, namun Ngloro menjadi warna yang tersendiri bagi saya," pungkas Pak Harwanto.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Slamet, SST, yang memperkenalkan diri sebagai pengganti Ahmad Harwanto, untuk selanjutnya akan melanjutkan tugas penyuluh KB di Kapanewon Saptosari. Kata Slamet, ada beberapa hal dan ada beberapa PR yang harus dilaksanakan saat ini seperti penertiban laporan R/1/PUS atau nantinya kita akan melaksanakan verval KRS 2023 ataupun juga pendataan sasaran 1000 HPK. Semoga kita dapat menjadi keluarga Bangga Kencana Kapanewon Saptosari yang solid dan kompak, demikian Slamet. 

Kata pamit dan kata perkenalan diri dari kedua PKB kemudian ditanggapi oleh Ny Yudaltinah selaku kader PPKBD Kalurahan Ngloro. Yudaltinah memberikan sambutan selamat datang kepada Slamet dan selamat bergabung di Kapanewon Saptosari, dengan harapan kita menjadi keluarga yang solid dalam hal apa pun. 

Beliau tak lupa juga mengingatkan kepada kader untuk memberikan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan KB MKJP di Kalurahan Ngloro dan semua itu gratis tidak dipungut biaya apa pun di semua faskes yang ada di Saptosari. 

Yudaltinah menjelaskan pula informasi sekaitan dengan bantuan telur atau PMT 2 telur sehari dari dana keistimewaan Yogyakarta yang dikelola oleh Perwakilan BKKBN DIY di Kalurahan Ngloro ini diprioritaskan untuk anak baduta dan ibu hamil namun tidak semua ibu hamil dan baduta hanya 64 sasaran di semua Kalurahan Ngloro. Telur ini, kata Yudatinah, diprioritaskan juga untuk baduta dan ibu hamil beresiko stunting, dengan harapan Kalurahan Ngloro ini terhindar dari stunting.(*)





0 Viewers

Post a Comment

0 Comments

The Magazine