Dari Penyuluhan Banggakencana di Kenteng; "Pentingnya Pencegahan Stunting pada Remaja"

Kontributor: Suka Priyana (Ponjong)


PONJONG
| Rabu (23/9), pertemuan penyuluhan KB di Balai Kalurahan Kenteng dimulai pukul 09:00 WIB sampai selesai. Hadir dalam pertemuan tersebut Koordinator PKB Ponjong, Suka Priyana, Sss, selaku pemateri, Perwakilan dari Kapanewn Ponjong Ismi Rahayu, SE selaku Kepala Jawatan Kemakmuran, perangkat Kalurahan Kenteng, Pendamping Kalurahan, IMP, kader Yandu, KPM, dan kader PKK Kalurahan Kenteng.

Tak lupa dalam pertemuan tersebut Kajawat Kapanewon Ponjong menyampaikan sambutan yang poin pentingnya memberikan semangat kepada peserta yang hadir untuk membantu pemerintah dalam pencegahan stunting. Beliau juga mengingatkan bahwa peran keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan stunting serta mengingatkan untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan ditengah pandemic covid-19.

Selanjutnya penyampaian materi dari Koordinator PKB, Suka Priyana, mengenai, “Pencegahan Stunting Pada Anak Remaja”. Dijelaskan Suka bahwa stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

Memperhatikan asupan makanan anak sejak dini sangat penting untuk menghindari berbagai permasalahan kesehatan akibat kekurangan gizi. Salah satu cara memastikan anak cukup asupan gizi dengan memperhatikan tinggi badan. Jika anak lebih pendek dari teman seusianya, bisa jadi anak memiliki masalah dengan pemenuhan gizinya. Selain pertumbuhan terhambat, stunting juga dikaitkan dengan perkembangan otak yang tidak maksimal, yang menyebabkan kemampuan mental dan belajar yang kurang, serta prestasi sekolah yang buruk. Stunting dan kondisi lain terkait kurang gizi, juga dianggap sebagai salah satu faktor risiko diabetes, hipertensi, obesitas dan kematian akibat infeksi.

Selain dengan pemunuhan gizi untuk mencegah stunting pada anak remaja dapat dilakukan melalui pendidikan kespro disekolah, pemberian edukasi gizi remaja, pembentukan konselor sebaya untuk membahas seputar perkembangan remaja, pemberian sumplementasi tablet tambahan darah pada remaja putri, pemberian obat cacing pada remaja putri, promosi gizi seimbang, pemberian suplementasi zink, penyediaan akses PKPR (pelayanan kesehatan peduli remaja) di Pukesmas, penggerakan toma (tokoh masyarakat) untuk mensosialisasikan keluarga berencana, penyediaan bantuan sosial dari Pemda untuk keluarga tidak mampu (gakin), konsultasi perencanaan kehamilan dengan melibatkan suami dan keluarga (orang tua), pelayanan kontrasepsi bagi suami untuk penundaan kehamilan, bimbingan konseling bidan bersama dengan suami untuk penentuan tempat dan penolong persalinan, dan mempersiapkan konseling untuk calon pengantin.

Kemudian, acara dilanjutkan dengan bimtek aplikasi e-HDW bagi KPM yang disampaikan oleh pendamping kalurahan tingkat kapanewon.(*)

0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine