Kades Supraptono Berharap Bleberan Bisa Menjadi Sentra Jamur Tiram



Di negara kita, bulan Agustus sangat identik dengan bulan perlombaan. Di berbagai tempat baik di pedesaan maupun perkotaan, warga masyarakat antusias menggelar berbagai event perlombaan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Demikian halnya di Desa Bleberan Kecamatan Playen. Pada tahun 2019 ini, berbagai perlombaan selain diadakan oleh warga masyarakat di tingkat dusun atau RT, juga diadakan di tingkat desa. Salah satu perlombaan yang diadakan di tingkat desa adalah lomba Paduan suara yang diadakan oleh Forum IMP Desa Bleberan.

Lomba paduan suara digelar pada Jum’at (23 Agustus 2019) bertempat di balai desa Bleberan. Lomba tersebut diikuti oleh kader KB dan kader sehat dari 11 dusun di Desa Bleberan. Pukul 09.00 peserta dan panitia sudah siap, maka rangkaian acara lomba paduan suara dimulai. Seperti pertemuan-pertemuan kader biasanya, acara dibuka dengan berdoa kemudian bersama-sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Keluarga Berencana. Selanjutnya disampaikan sambutan dari Pemerintah Desa Bleberan.

Sambutan dari Pemerintah Desa, disampaikan oleh Kasi Pelayanan dan Kepala Desa Bleberan. Kasi Pelayanan Desa Bleberan, Nur Arifin, yang terlebih dulu memberi sambutan menyampaikan bahwa lomba paduan suara ini merupakan lomba yang pertama diadakan oleh Kader Desa Bleberan. Kegiatan ini sebagai wujud upaya para kader dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus untuk menguji mental para kader. Sebelumnya, para kader telah telah menunjukkan semangatnya yang dengan antusias mengikuti lomba di tingkat desa, yaitu turnamen bola volley yang diadakan oleh Karang Taruna dan lomba masak yang digelar oleh Tim Penggerak PKK. 

Kepala Desa Bleberan, Supraptono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah Desa sangat mendukung kegiatan lomba semacam ini. Kegiatan ini agar dijadikan agenda rutin tahunan. Para kader dapat berkoordinasi dengan Kasi Pelayanan agar kegiatan yang dilakukan oleh kader mendapatkan dukungan dana dari Pemerintah Desa. “Untuk kegiatan kader tidak eman-eman”, demikian ungkap Kepala Desa Bleberan, yang disambut tepuk tangan dari para kader.

Pada bagian lain, Kepala Desa Bleberan juga sangat mengharapkan dukungan dari kader dalam upaya menjadikan jamur tiram sebagai produk unggulan Desa Bleberan. Saat ini sudah ada kelompok-kelompok yang memproduksi jamur tiram. Untuk memperkenalkan produk tersebut kepada masyarakat, belum lama ini diadakan lomba masak dengan bahan baku jamur tiram. Bentuk dukungan para kader antara lain dengan menyajikan produk olahan jamur tiram sebagai salah satu snack dalam berbagai kegiatan di tingkat desa maupun dusun, termasuk dalam pertemuan kader. Untuk mendukung Desa Bleberan sebagai pusat jamur tiram, dalam waktu dekat akan dibangun jamur centre di kompleks gedung serbaguna Desa Bleberan. Pada akhir sambutannya, Kepala Desa mengingatkan tentang program KB dengan slogannya dua anak cukup.

Mengawali sesi lomba paduan suara, terlebih dahulu dibacakan ketentuan lomba oleh Penyuluh KB Kecamatan Playen wilayah kerja Desa Bleberan. Namun sebelum membacakan, Penyuluh KB menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemeritan Desa Bleberan, Kepala Desa dan jajarannya, yang selama ini telah mendukung kegiatan-kegiatan bidang KB dan kesehatan. Dukungan tersebut antara lain berupa pendanaan untuk honor kader, pelaksanaan rakor desa, pemberian PMT balita dan lansia, serta pengadaan sarana-prasarana posyandu. Penyuluh KB juga mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada Pengurus Forum IMP dan kader secara keseluruhan yang telah berkreasi dalam upaya melakukan KIE KB kepada masyarakat dengan mengadakan lomba paduan suara dan kegiatan senam sehat setiap Ahad pagi. Kegiatan lomba paduan suara sangat mendukung program KB dan kesehatan, dimana lagu yang dilombakan adalah lagu Ayunda si menik dan jingle CERDIK. Dengan lomba ini akan semakin memasyarakatkan lagu Ayunda si menik yang merupakan salah satu kampanye pendewasaan usia pernikahan, untuk mencegah terjadinya pernikahan dini. Apalagi lagu tersebut baru saja ditetapkan sebagai salah satu Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2019.

Ketentuan-ketentuan lomba sebagaimana yang dibacakan Penyuluh KB adalah:
- Peserta lomba adalah kelompok yang terdiri atas kader KB dan kader sehat dari 11 dusun di Desa Bleberan.
- Peserta menampilkan 2 lagu, yaitu lagu Ayunda si menik dan jingle Cerdik dalam 1 sesi.
- Penilaian yang dilakukan oleh juri, meliputi: teknik vocal, kesesuaian gerak dengan musik, penampilan dan kreativitas, serta kekompakan.
- Skor untuk masing-masing kriteria : 60 - 99.
- Kejuaraan ditentukan oleh urutan jumlah total skor tertinggi.
- Kejuaraan meliputi : juara I sampai juara harapan III.
- Juri terdiri atas : Drs Edy Pranoto (Koordinator PKB Kecamatan Playen), Daris Wulandari, AMd Keb (Bidan Puskesmas Playen II), Alifia Intan Laksmi (mahasiswa UNY).
- Semua pihak agar dapat menerima keputusan juri.

Kostum yang dikenakan semua regu sama, yaitu seragam olahraga kader Desa Bleberan. Namun yang membedakan adalah warna jilbab serta assesoris tambahan yang dipakai seperti jarik dan penutup kepala. Tidak ada ketentuan tentang jumlah anggota masing-masing kelompok. Untuk menentukan urutan tampil, sebelum acara dimulai sudah dilakukan pengundian, sehingga kelompok yang akan tampil sudah siap di sisi barat balai desa. Satu per satu kelompok dari masing-masing dusun maju ke depan untuk menyanyikan lagu Ayunda si menik serta gerak dan lagu jingle CERDIK. Durasi untuk menampilkan kedua lagu tersebut sekitar 7 menit. Semua kelompok melakukan kreasi gerakan-gerakan disesuaikan dengan lagu dan musik. Tidak jarang mengundang sorak sorai karena ada salah satu anggota yang gerakannya tidak kompak dengan yang lain.

Delapan kelompok sudah maju tampil di depan juri, masih tiga kelompok yang belum tampil. Untuk memberikan suasana lain diberikan jeda sekita 10 menit. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh panitia untuk bagi-bagi doorprize. Pada kegiatan lomba ini panitia menyediakan puluhan doorprize yang sebagian merupakan sumbangan dari sponsor dari Desa Bleberan. Doorprize diberikan kepada peserta yang dapat menjawab pertanyaan seputar KB dan kesehatan. Setelah dirasa cukup, kemudian acara dilanjutkan dengan penampilan 3 kelompok yang belum dinilai.

Setelah 11 kelompok tampil menunjukkan kebolehannya, panitia memberi kesempatan kepada juri untuk merekap hasil penilaiannya. Sementara juri berdiskusi untuk menentukan kejuaraan, kembali panitia bagi-bagi doorprize. Semua doorprize telah dibagi dan juri sudah selesai berdiskusi, maka salah satu juri dimohon untuk membacakan hasilnya. Keputusan juri dibacakan oleh Drs Edy Pranoto. Sebelum membacakan hasil keputusan juri, selaku Koordinator PKB Kecamatan Playen, Drs Edy Pranoto berpesan agar lagu Ayunda si menik tidak berhenti pada lomba ini. Yang lebih penting adalah muatan di dalamnya yang berisi ajakan untuk nikah pada usia yang matang. Pesan ini harus selalu dikampanyekan kepada warga masyarakat. 

Drs Edy Pranoto juga menegaskan bahwa pada dasarnya semua kelompok menjadi juara. Namun karena ini adalah kegiatan lomba maka setelah dilakukan penilaian perlu menyampaikan urutan nilainya. Berdasarkan hasil penilaian juri, urutan juara dari juara harapan III sampai juara I adalah: Dusun Peron, Dusun Menggoran I, Dusun Sawahan II, Dusun Sawahan I, Dusun Bleberan, dan Dusun Tanjung I. Bagi ketua kelompok yang memperoleh kejuaraan diminta ke depan untuk menerima hadiah. Pada kegiatan ini Pengurus Forum IMP Desa Bleberan juga berinisiatif untuk memberikan bingkisan kepada pihak-pihak yang selama ini telah bekerjasama dalam kegiatan bidang KB dan kesehatan, yaitu Kasi Pelayanan, bidan Pembina wilayah, Penyuluh KB, Ketua Tim Penggerak PKK, serta sesepuh kader. Setelah pemberian hadiah dan bingkisan, semua peserta lomba maju ke depan untuk foto bersama.

Acara belum selesai. Sebelum acara ditutup, salah satu juri diberikan kesempatan untuk menyumbang lagu. Alifia Intan Laksmi, juri dari mahasiswa UNY, maju untuk menyanyikan beberapa lagu. Lagu ke dua yang dinyanyikan rupanya merupakan lagu yang sedang digandrungi banyak orang, sehingga mengundang orang untuk bergoyang. Tanpa ada yang mengomando, sebagian kader yang tadinya duduk di kursi maju ke depan untuk bergoyang bersama. Acara menjadi semakin meriah. Tiga lagu dirasa cukup, maka Surati selaku pemandu acara kemudian menutup pertemuan dengan bersama-sama mengucapkan syukur.(*) [Slamet, PKB Kecamatan Playen]
0 Viewers

Post a comment

0 Comments

The Magazine